Aceh Darussalam

Pemuda Kreatif, Mengubah Sampah Menjadi Rupiah, Dulu Plastik Dibuang, Kini Plastik di Sayang

Ustazd Zainuddin MTK

Aceh Besar, desernews.com
Sampah salah satu masalah yang dihadapi masyarakat perkotaan saat ini, hampir seluruh kota-kota problema utama adalah Sampah. Sampah berserakan hampir tiap sudut kota, sampah dibuang sia-sia. Namun Jika sampah di manage dan dikelola, sampah akan berubah menjadi Rupiah.

Merubah sampah menjadi rupiah sudah diperagakan oleh salah satu anak muda kreatif, Ustazd Zainuddin MTK (30), warga Dusun Bosnila Gampong (Desa) Lam Lumpu, Kecamatan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar.

Ustazd Zainuddin mampu merubah sampah menjadi bisnis kreatif daur ulang SOBOTIK. Pada awalnya Ustazd Zainuddin timbul ide untuk mengolah sampah plastik daur ulang itu pada tahun 2020 saat itu COVID-19 sedang melanda Indonesia,” ucap Ustazd Zainuddin MTK pada bincang-bincang di workshop Jum’at 28 Agustus 2026 di Dusun Bosnila.

Lebih lanjut Ustazd Zainuddin yang juga guru swasta di salah satu oerguruan di Banda Aceh memaparkan, waktu cukup senggang pada tahun 2020 itu mengajar daring, untuk memanfaatkan waktu luang mencoba memanfaatkan sampah pastik membuat furniture kecil-kecilan, setelah barang sample jadi, dicoba memasarkan secara online.
Alhamdulillah sambutan pasar positif.

“Sudah berjalan hampir enam tahun usaha yang dikerjakan, Alhamdulillah saat ini semakin baik,” ujarnya.

Menurut Ustadz Zainuddin, pemanfaatan sampah daur ulang sudah menjadi peluang Bisnis. Bisnis kreatif daur ulang plastik yang dinamakan SOBOTIK (Sofa dari Botol Plastik).

“Sofa yang di produksi itu adalah sofa tanpa sandaran (Stool) yang berbahan baku plastik bekas yang dirangkai berbagai bentuk dan diberikan tambahan busa dan sarung sofa,” katanya.

“Untuk harga jual produknya mulai dari Rp 350.000 sampai dengan Harga Rp 1. 800.000, tergantung permintaan Customer,” ujar lulusan Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry itu.

Untuk pemasaran produk SOBOTIK saat ini di Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Selatan, Takengon dan Banda Aceh, namun produk SOBOTIK juga sudah masuk Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah bahkan sudah ke Kalimantan Barat.

Ist.

Selain menjual produk SOBOTIK, Ustazd Zainuddin siap selalu untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas, bahkan pernah memberikan pelatihan gratis kepada masyarakat dan melahirkan komunitas “Rumah Sayang Bumi” yang beranggotakan masyarakat yang mau memilah sampah.

Kini usahanya sudah memasuki tahun ke enam dan SOBOTIK terus berkembang. Untuk butuh bantuan modal usaha, Zainuddin berharap ada pihak yang memberikan bantuan atau binaan, terutama pihak-pihak BUMN untuk bermitra membantu SOBOTIK menjadi UMKM yang produktif.

Dalam perjalanannya SOBOTIK Zainuddin mengakui pernah ada mendapat bantuan dari PLN UID Aceh untuk pengembangan produk SOBOTIK, sehingga saat ini kami memiliki beberapa mesin produk untuk membantu inovasi produk daur ulang dengan metode hot press untuk home dekor dan memiliki 2 orang Trainer Ecobrick yang bersertifikasi Internasional melalui Global Ecobricks Alliance (GEA). SOBOTIK produksi Alumni UIN Ar-Raniry ini juga bisa dipesan.

Diakhir percakapannya, Zainuddin menghimbau masyarakat jangan biarkan sampah berserakan dimana-mana, dalam sampah itu ada harta yang tersimpan tidak terduga.(T. Jamaluddin)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close