Aceh Darussalam

Ambruk Diterjang Banjir, TNI Bangun Kembali Balai Pengajian Ratusan Anak Yatim di Aceh Utara

Ist.

Aceh Utara, desernews.com
Bencana banjir yang melanda kawasan Kabupaten Aceh Utara beberapa waktu lalu sempat menyisakan duka mendalam bagi ratusan santri yatim di Dayah Miftahul Jannah. Fasilitas balai tempat mereka menimba ilmu agama roboh total dan rata dengan tanah akibat diterjang derasnya arus air.

Namun kini, keceriaan dan semangat belajar para santri yang sempat terhenti akibat trauma bencana telah kembali. Jajaran Korem 011/Lilawangsa bersama Kodim 0103/Aceh Utara bergerak cepat membangun kembali balai pengajian yang megah dan nyaman di Desa Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

Penyerahan bangunan baru ini dilakukan langsung dalam sebuah acara seremoni oleh Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, kepada Pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Jannah, Hj. Cut Rosnah.

Acara peresmian tersebut turut disaksikan oleh Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arh Jamal Dani Arifin, Camat Dewantara, perwakilan Staf Dukcapil Aceh Utara, serta warga masyarakat setempat.

Pimpinan Yayasan, Hj. Cut Rosnah, tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan syukurnya atas kepedulian spontan yang ditunjukkan oleh jajaran TNI Angkatan Darat.

“Ini adalah takdir Allah. Melalui hamba-hamba-Nya, yaitu Pak Danrem Lilawangsa, Pak Dandim Aceh Utara, beserta seluruh anggotanya, balai yang indah ini bisa berdiri kembali. Mulai hari ini, fasilitas ini sudah bisa digunakan oleh para santri untuk aktivitas belajar rutin,” ujar Cut Rosnah di sela-sela acara peresmian.

Menurut Cut Rosnah, balai tersebut memiliki peran yang sangat vital. Tempat ini menjadi pusat pendidikan agama Islam bagi ratusan santri dan santriwati yatim maupun piatu di tingkat SMP dan SMA, “Baik untuk pengajian siang hari maupun belajar rutin di malam hari di bawah bimbingan dewan guru,” terangnya.

Selain membangun kembali fisik balai pengajian, sambungya, TNI juga menyalurkan sejumlah bantuan penunjang lainnya demi kenyamanan beribadah dan pemenuhan hak administrasi warga.

“Alhamdulillah, bantuan diantaranya, Satu paket pengeras suara (sound system), ambal/karpet salat, serta wajan besar untuk keperluan memasak di dayah. Pembuatan 50 Akta Kelahiran dan 2 Akta Kematian secara gratis bagi anak yatim dan warga, bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Aceh Utara,” urainya.

Cut Rosnah menceritakan, bantuan berupa pengeras suara dan perlengkapan masjid tersebut hadir tepat pada malam pertama bulan suci Ramadhan, sehingga warga di dua dusun sekitar yang menggunakan masjid yayasan dapat beribadah dengan fasilitas baru.

“Alhamdulillah semuanya terwujud. Malam pertama Ramadhan kami serba baru, ini mukjizat luar biasa bagi kami,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, Danrem Lilawangsa segera menginstruksikan jajarannya untuk turun ke lokasi. TNI tidak hanya memberikan bantuan material bangunan, tetapi juga mengerahkan sejumlah personel dari Kodim setempat untuk bergotong-royong bersama warga dalam mempercepat proses pembangunan fisik.

Dalam keterangannya, Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran menegaskan bahwa kehadiran TNI harus menjadi solusi di tengah masyarakat, terutama saat terjadi musibah bencana alam.

“Balai pengajian ini adalah sarana vital bagi anak-anak yatim untuk belajar agama dan mengaji. Kita tidak boleh membiarkan aktivitas pendidikan mereka terhenti terlalu lama karena sarana yang rusak. Oleh karena itu, kita bersama-sama membangun kembali fasilitas ini agar lebih layak dan nyaman,” ujar Danrem.

Sebagai informasi, Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Jannah saat ini telah genap berusia 40 tahun dalam mengabdi bagi masyarakat dan anak-anak yatim.

Aksi tanggap darurat dan rekonstruksi yang dilakukan oleh Korem 011/Lilawangsa ini merupakan bagian dari program sosial nasional Lomba Karya Bhakti tingkat Korem Tahun 2026 yang digelar TNI AD di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI Angkatan Darat untuk selalu hadir dan menjadi solusi di tengah kesulitan masyarakat, khususnya bagi anak-anak yatim yang kehilangan tempat belajar Al-Qur’an agama islam maupun pendidikan umum.(T. Jamaluddin)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close