Aceh Darussalam

8 Dosen Universitas Muhammadiyah Aceh Berhasil Selesaikan Pendidikan S3 Doktoral dari Berbagai Disiplin Ilmu Periode 1-31 Juli 2026

Ist.

Banda Aceh, desernews.com
Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat kapasitas riset dan mutu pendidikan tinggi untuk mempersiapkan dosen yang menyelesaikan pendidikan tertinggi dan kepangkatan sebagai guru besar.

Kabar terbaru sepanjang periode 1–31 Juli 2026, tercatat sebanyak delapan dosen Unmuha dari berbagai disiplin ilmu sukses menyelesaikan studi doktoral (S3). Pencapaian ini menjadi langkah strategis Unmuha dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) akademik, sekaligus mendorong ekosistem penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdaya saing global.

Hal itu disampaikan oleh Rektor UNMUHA DR. H. Aslam Nur , MA melalui Humas Mimiasri Adian SE, MM kepada wartawan Jum’at 31 Juli 2026 di Kampus UNMUHA.

Atas capaian yang diraih oleh Para Dosen UNMUHA, Dr. Aslam Nur, M.A., menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas pencapaian para dosen tersebut. Menurutnya, keberagaman disiplin ilmu dari para doktor baru ini mencerminkan keterbukaan kampus terhadap perkembangan zaman dan pentingnya kolaborasi lintas disiplin keilmuan.

“Keberagaman keilmuan, latar belakang pendidikan, dan pengalaman para doktor baru ini menjadikan Unmuha lebih tangguh (resilient), subur secara intelektual, serta lebih siap menghadapi berbagai tantangan global,” ungkap Dr. Aslam Nur.

Rektor juga menambahkan bahwa peningkatan kualifikasi akademis ini tidak hanya memperkaya iklim belajar di internal kampus, tetapi juga memperluas jaringan kolaborasi di tingkat nasional hingga internasional.

“Kami berharap, selain berprestasi di bidang akademik, para dosen mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat melalui program penelitian dan pengabdian,” ujarnya.

Dengan bertambahnya delapan lulusan S3 baru, saat ini Unmuha memiliki total 65 dosen bergelar Doktor dari keseluruhan 213 dosen aktif. Angka ini semakin menegaskan posisi Unmuha sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Berikut adalah delapan dosen Unmuha yang baru saja merampungkan pendidikan doktoralnya per Juli 2026. Dr. Widya Soviana, S.T., M.Si., IPM., Prodi Manajemen Bencana Fakultas Teknik; Dr. Qurratu Aini, S.Si., M.Pd., Prodi Tadris Biologi Fakultas Agama Islam; Dr. Zulkifli Umar, S.E., M.Si., Ak., Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi; Dr. Sahriyadi, S.Sn., M.T. Prodi Arsitektur Fakultas Teknik.

Kemudian, Dr. Syarifah Sharah Natasya, S.H., M.H., Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum; Dr. Keumala Citra Sarina Zein, S.T., M.T., IPM., Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik; Dr. M. Yamin, S.E., M.Si. Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan yang terakhir adalah Dr. Mahyudin, A.Md.Par., S.E., M.Par. Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi

Fokus Pendampingan Calon Guru Besar Baru

Selain mendorong penyelesaian studi doktoral, Unmuha kini memfokuskan program pembinaan untuk mencetak profesor atau Guru Besar baru di Lingkungan Unmuha. Melalui Program Pascasarjana, Unmuha sedang melakukan pendampingan intensif kepada delapan dosen yang diproyeksikan sebagai calon Guru Besar.

Direktur Pascasarjana Unmuha, Prof. Dr. Ir. Hafnidar A. Rani, S.T., M.M., IPU., ASEAN Eng., ACPE., APEC Eng., menjelaskan bahwa pendampingan ini difokuskan pada penerapan Permendikti No. 39 Tahun 2026. Peraturan terbaru ini dinilai membuka peluang besar bagi para dosen Unmuha untuk meraih gelar kepangkatan akademik tertinggi tersebut.

“Kami terus mendampingi delapan orang calon Guru Besar di Unmuha. Pendampingan ini dimulai dari sosialisasi peraturan terbaru, persiapan syarat khusus, hingga syarat tambahan yang berkaitan dengan publikasi ilmiah dosen,” jelas Prof. Hafnidar.

Pascasarjana Unmuha juga aktif mengajak para dosen untuk mengikuti berbagai program hibah penelitian dari pemerintah, seperti Sinergi, BRIN, dan BIMA. Unmuha memberikan fasilitas bantuan dalam penyusunan proposal hibah tersebut.

“Melalui pemanfaatan dana hibah pemerintah, para dosen akan sangat terbantu dalam menghasilkan publikasi jurnal terindeks Scopus, yang menjadi salah satu syarat mutlak untuk mendapatkan gelar Guru Besar,” pungkasnya. (T. Jamaluddin)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close