Berita PilihanEkBisNasional

Purbaya Sarankan Anak Muda Menabung 30-50% dari Gaji Bulanan dan Mulai Investasi Sejak Dini

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewo

Jakarta, desernews.com
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menekankan pentingnya kebiasaan menabung bagi generasi muda. Ia mendorong anak-anak muda untuk menyisihkan antara 30% hingga 50% dari gaji bulanan mereka. Bagi mereka yang masih tinggal bersama orang tua, menabung hingga 50% dari pendapatan dapat dilakukan, karena kebutuhan sehari-hari sudah ditanggung oleh orang tua.

Dalam pembahasannya mengenai pentingnya mengelola keuangan sejak dini, Purbaya menekankan bahwa anak muda perlu mulai membiasakan diri untuk menabung. Dalam wawancara Purbaya dengan Tirto (13/11/2025), beliau mengatakan, “Nanti, kalau sudah dapat gaji cukup, mulai nabung sedikit-sedikit. Jangan dihabisin. Ya, paling nggak, mungkin pertama kalau masih hidup sama orang tua, tabungin aja 50%. Biar orang tua yang nanggung (kebutuhan sehari-hari).”

Sementara itu, Purbaya menjelaskan bahwa bagi anak muda yang hidup merantau dan menanggung biaya hidup sendiri, cukup menyisihkan sekitar 30% dari gaji untuk tabungan.

Investasi Sejak Dini: Kunci Sukses Finansial
Purbaya menekankan perlunya pemahaman yang mendalam tentang instrumen investasi yang akan dipilih. Ia berpesan agar anak muda tidak hanya mengikuti tren atau terpengaruh oleh pergaulan saat mengejar peluang investasi.

Dalam wawancaranya dengan Tirto (13/11/2025), Purbaya turut menyoroti pentingnya memilih instrumen investasi yang aman bagi pemula. Ia menyarankan anak muda untuk mempertimbangkan deposito sebagai pilihan awal karena sifatnya yang stabil dan minim risiko. Ia menjelaskan bahwa deposito idealnya menawarkan tingkat bunga sedikit lebih tinggi dari inflasi agar nilai uang tidak tergerus dengan kenaikan harga secara umum.

Menghindari Utang Akibat Gaya Hidup
Tren konsumsi yang tinggi di kalangan anak muda saat ini dapat menyebabkan peningkatan ketergantungan pada utang. Purbaya mencatat bahwa banyak anak muda yang tertarik untuk memenuhi gaya hidup yang ditampilkan di media sosial, yang terkadang memicu perilaku boros. Ketergantungan pada produk keuangan seperti paylater dan pinjaman online semakin memperparah masalah, menjadikannya sebagai jalan pintas yang dapat berisiko.

Dampak dari berutang dapat mencakup beban cicilan yang semakin meningkat, menurunnya kondisi keuangan yang dapat menyebabkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan yang lebih mendasar, dan stres mental akibat tekanan akibat utang. Situasi ini tidak hanya merugikan individu tetapi juga bisa berimbas pada ekonomi secara keseluruhan. Anak muda harus memisahkan antara kebutuhan dan keinginan, serta menghindari pembelian impulsif yang sering kali didorong oleh diskon atau tren.

Penting untuk menjaga pola makan bergizi dan tidak mengorbankan kesehatan demi gaya hidup hemat. Kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang harus diprioritaskan.

Dengan memahami dan mempraktikkan prinsip-prinsip ini, anak muda tidak hanya akan mempersiapkan masa depan yang lebih baik untuk diri mereka sendiri, tetapi juga berkontribusi pada perkembangan ekonomi nasional secara keseluruhan.

Sumber: narasitv

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close