Pastra 045, Kebanggaan Masyarakat Pasaman–Medan yang Tetap Mengutamakan Pelayanan dan Kekeluargaan

Pasaman Barat, desernews.com
Bus penumpang umum Pasaman Transport (Pastra) trayek Pasaman–Medan kembali membuktikan eksistensinya sebagai moda transportasi darat yang menjadi kebanggaan masyarakat Pasaman, khususnya Ujung Gading, Pasaman Barat, hingga berbagai daerah lainnya di sepanjang Jalinsum.
Salah satu armada andalannya, Pastra nomor pintu 045, dikenal luas karena pelayanan yang penuh rasa kekeluargaan. Berbeda dengan sebagian bus lain seperti ALS yang kini lebih memilih jalur tol dan enggan singgah mengantar penumpang hingga ke titik terdekat rumah mereka,
Pastra tetap konsisten melayani penumpang di sepanjang tepi Jalinsum Pasaman–Medan.
Selama masih berada di jalur lintas utama, penumpang yang meminta berhenti tetap dilayani dengan baik.
Bahkan, jika lokasi tujuan berada di tepi jalan lintas Sumatera, kru bus dengan ramah akan mengantarkan hingga sedekat mungkin. Pelayanan inilah yang membuat Pastra begitu dicintai masyarakat.
Tak hanya soal keramahan, tarif yang ditawarkan juga relatif murah dan terjangkau, terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Dengan harga bersahabat, penumpang tetap mendapatkan kenyamanan dan pelayanan maksimal.
Pastra berada di bawah kepemimpinan H. Mukti Lubis, sosok yang dikenal dermawan di Ujung Gading. Di bawah arahannya, serta dengan kepercayaan yang diberikan kepada Uki Lubis sebagai pengawas, Pastra terus berkembang dan semakin diminati masyarakat sebagai pilihan utama perjalanan, baik untuk jarak jauh maupun dekat.
Pada Minggu, 15 Februari, Pastra 045 kembali meluncur dari Medan menuju Ujung Gading dengan jumlah penumpang yang agak lumayan. Armada tersebut dikemudikan oleh Ujang warga Padang Tujuh dan Amat Lubis warga Ujung Gading yang dikenal berpengalaman serta mengutamakan keselamatan dan kenyamanan.
Yang menarik, setiap memasuki waktu salat, sopir dengan penuh kesadaran memberhentikan bus untuk memberi kesempatan penumpang menunaikan ibadah.
Begitu juga saat waktu makan tiba, baik pagi, siang maupun malam, bus akan berhenti agar penumpang dapat beristirahat dan menikmati santapan dengan tenang.
Kenyamanan, keramahan, tarif terjangkau, serta kepedulian terhadap kebutuhan rohani penumpang menjadi nilai lebih yang membuat Pastra tetap bertahan dan digemari di tengah persaingan transportasi yang semakin ketat.
Bagi Anda yang hendak bepergian dari Pasaman menuju Medan atau sebaliknya, jangan lupakan Pastra – sahabat perjalanan yang mengutamakan pelayanan dan rasa kekeluargaan.(H.Eddi Gultom)




