Daerah

Pertama di Kota Tebingtinggi, Bacalon Ketua BKM Masjid Nurul Amal Kampanye Dengan Spanduk

Pencalonan seorang dokter aktif yang masih dinas di Medan menjadi Ketua BKM Masjid Nurul Amal Lingk. I Kelurahan Rantaulaban Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi.

Tebingtinggi, dessernews.com
Masyarakat Lingkungan I Kelurahan Rantaulaban Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, dikejutkan dengan munculnya sebuah Baliho Bakal Calon Ketua BKM Masjid Nurul Amal.

Peristiwa tersebut belum pernah terjadi sebelumnya di kampung tersebut, bahkan di Masjid se Kota Tebingtinggi.

Karena apa ? Ya karena untuk menjadi Ketua BKM jarang orang yang mau, kalau pun mau bukan dari dirinya sendiri, tapi karena diminta oleh masyarakat dan hal itu tak perlu dikampanyekan lewat baliho.

Malah yang sering terjadi, jadi Ketua BKM dipilih secara aklamasi, itupun karena diminta masyarakat.

Baliho sebagai bentuk mengkampanyekan diri untuk dipilih menjadi Ketua BKM tersebut muncul dua hari lalu.

Letak Baliho tersebut berada diteras rumah warga berhadapan langsung dengan Masjid Nurul Amal, terlihat mencolok sehingga siapapun yang lewat pasti melihat dan membacanya.

Tertulis dalam baliho dengan foto seorang warga dr. Hidayat tersebut kalimat kampanye yaitu _^Calon Ketua BKM Nurul Amal yang amanah, adil dan bijaksana, tidak untuk sekelompok tapi untuk semua serta bersedia memberikan bantuan kesehatan kepad warga. Mari kita dukung dan kita pilih Insya Allah dengan dukungan kita semua maka Masjid Nurul Amal dapat kita Makmurkan Amin^_

Beberapa warga disana yang diberitahu soal baliho tersebut, banyak yang tertawa dan merasa lucu, karena untuk menjadi Ketua BKM harus pakai berkampanye pasang baliho.

Apalagi yang diusung adalah seorang dokter aktif yang dinasnya di Kota Medan.

“Dinas nya di Medan, apa bisa dia ngurus Masjid? ada-ada aja, walau rumah pribadinya dekat masjid,” ungkap seorang warga dengan nada heran.

“Apa yang mau dicari, jangan cuma jadi tempat tunggangan, sebagai jamaah masjid malu kita lihat cara cara seperti ini, kurang etislah kalau dilihat orang, kayak ada apa aja di kampung ini ” ucap seorang warga disana dengan nada prihatin.

Mengurus Masjid adalah ranah ibadah dan merupakan permintaan jamaah, sebagai bentuk kepercayaan atas sosok seseorang yang selama ini sudah berbuat untuk Masjid, baik sumbangsih tenaga, pikiran dan materi.

Karena Masjid bukan tempat untuk mencari makan atau mendapatkan sesuatu keuntungan pribadi atau segelintir orang, tapi menjadi pengurus BKM adalah untuk memakmurkan Masjid beserta dengan perangkatnya.

Jadi, pengurus BKM itu khususnya Pengurus Harian harus siap berkorban waktu, tenaga, pikiran dan finansial serta diperlukan pergaulan luas.

“Masjid bukan tempat cari keuntungan tapi tempat untuk beribadah,” ucap seorang warga yang enggan disebut namanya.

Menurut Ketua BKM Nurul Amal H. Zulfan Hidayat, pemilihan Pengurus BKM akan dilaksanakan, Sabtu malam Minggu tgl. 19 Agustus 2023, bertempat di Masjid Nurul Amal.

Disinggung apakah pihaknya akan mencalonkan diri kembali ? H. Zulfan dengan tegas mengatakan ^Tidak^.

Biarlah mereka memiliki keinginan kuat dan punya ambisi menjadi Pengurus BKM Masjid Nurul Amal, yang menjadi pengurus.

“Silahkan, tak perlu ada petarungan atau kampanye kampanyean, bikin riweh dimasyarakat saja, sama saya yang penting, masjid ini terurus dengan baik, nyaman dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau segelintir orang, itu saja,” ujar H. Zulfan Hidayat dengan datar.

Sementara itu, beberapa orang tua disana menyayangkan, adanya cara cara yang sudah mengarah seperti kampanye pilkades atau pileg.

Sebetulnya tidak lah sampai sedemikian caranya. Inikan hanya tugas mengurus masjid, yang memiliki nilai ibadah dan ketasyakuran kepada Allah SWT. Jangan sampai ada, pihak yang menunggangi untuk kepentingan pribadi.

Siapa yang berminat dan punya kemampuan, baik waktu maupun ekonomi dan wawasan serta kejujuran, maju saja dipemilihan yang akan digelar tgl. 19 Agustus mendatang. Kalau tidak salah yang berminat hanya satu orang, berarti tak ada lawan.

Karena menjadi Ketua BKM itu adalah sebagai mediator pembangunan masjid, kegiatan-kegiatan keislaman yang rutin misalnya tadarus, tahlilan, mujahadah, diskusi keislaman dan pengajian umum serta mencakup kegiatan keislaman lainnya.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tebingtinggi H. Agusul Khair ketika di konfirmasi via pesan Whatsaaps, hanya menjawab, “Ya nanti coba sy cek, terimakasih infonya,”.

Sementara Kepala KUA Kecamatan Rambutan selaku Pembina BKM Muhammad Amin ketika hendak dikonfirmasi mengenai hal tersebut sedang tidak berada ditempat. “Beliau sedang rapat pak,” ucap seorang yang ada di Kantor KUA.
(Sty)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close