Warga Gampong Lam Lumpu Peringati 22 Tahun Bencana Tsunami

Aceh Besar, desernews.com
Warga Masyarakat Gampong Lam Lumpu, Kecamatan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar larut dalam Zikir dan Doa pada acara mengenang 22 tahun tsunami di Meunasah Darul Aman Gampong Lam Lumpu pada Kamis, 7 Mei 2026.
Salah satu korban, Sabirin (66) menceritakan peristiwa 22 tahun yang lalu.
Menurut Sabirin, peristiwa itu persis terjadi pada musim pemberangkatan Haji atau tepatnya tanggal 14 Dzulqaidah 1425 H, bertepatan hari Minggu, 26 Desember 2004.
Sabirin adalah salah satu korban, ia menceritakan peristiwa yang tidak disangka-sangka itu datang sangat cepat, setelah gempa terjadi rasanya langsung disusul air bah (tsunami), banyak yang tidak sempat menyelamatkan diri. Saya sempat patah kaki,” katanya.
“Lam Lumpu termasuk yang parah kena bencana tsunami, pada saat itu benar-benar rasa sudah mau kiamat,” ujar Sabirin dengan nada sedih.

Sementara itu Geuchik Gampong Lam Lumpu, Fakhri Johan mengatakan, kalau dikenang peristiwa itu sangat menyayat hati, kebetulan saya sedang tidak ditempat waktu peristiwa itu terjadi, saya sedang di Nagan Raya, namun betapa terkejutnya ketika saya pulang ke Gampong Lam Lumpu, rumah rumah warga sudah banyak yang hancur dan hanyut disapu gelombang, mayat dimana-mana. Kesedihan itu masih terasa sampai saat ini,” ucapnya.
“Untuk mengenang peristiwa bencana dahsyat itu, diperingati setiap tahun pada Bulan Dzulqaidah, karena pada saat itu di Aceh sedang memberangkatkan jamaah Haji,” sambungnya.
Selain itu, Ketua Tuha Peut, Juliosi menambahkan peringatan ini selain kita mengenang musibah yang datang dari Allah, juga kita turut mendoakan kepada para korban yang sudah meninggal. Yang lebih penting dengan diperingati peristiwa tersebut untuk menceritakan kepada anak cucu kita kelak,” ujarnya.
Ketika ditanya kenapa tidak peringati pada Bulan Desember saja, Juliosi mengatakan, diperingati di bulan Dzulqaidah adalah sebagai peristiwa sejarah pada bulan persiapan pemberangkatan ke tanah suci untuk memenuhi panggilan Allah, dan bahkan ada juga korban yang terdaftar sebagai jamaah haji yang belum berangkat saat itu,” ujar ketua Tuha Peut Gampong Lam Lumpu.
Walau Acara peringatan Tsunami Gampong Lam Lumpu di peringati secara sederhana, namun warga yang ikut larut dalam Zikir dan Doa.
Acara Tahlilan (Samadiah) dipimpin Tgk Zainuddin RZ, sementara Doa dipimpin oleh Tgk Haitami.(T.Jamaluddin)




