Nusantara

‎Nagari Cubadak Jalin Kerja Sama Internasional dengan Belanda, Khairul Watan dan Ahmad Azizan Laut Api Dinilai Berhasil Membuka Peluang Baru bagi Petani

Khairul Watan Ama, Wali Nagari Cubadak.


‎Pasaman, desernews.com
‎Nagari Cubadak, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, mencatatkan prestasi yang patut diapresiasi ditingkat daerah.

‎Dibawah kepemimpinan Wali Nagari, Khairul Watan, Nagari Cubadak menjadi satu-satunya nagari di Kabupaten Pasaman yang berhasil menjalin kerja sama internasional dengan pihak dari Belanda dalam pengembangan budidaya kopi berbasis pemberdayaan masyarakat.

‎Program yang dikenal sebagai kerja sama (MoU) tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan sektor perkebunan rakyat, khususnya komoditas kopi yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

‎Bahkan di Pulau Sumatera, daerah yang menjalankan program serupa disebut masih sangat terbatas, yakni hanya di Sumatera Barat dan Lampung.
‎Kerja sama ini berfokus pada pengembangan dan pembudidayaan tanaman kopi yang melibatkan pendampingan langsung dari tim mitra asal Belanda.

‎Dalam pelaksanaannya, para tenaga pendamping secara rutin turun ke lapangan untuk memberikan edukasi, pelatihan, serta penyuluhan kepada para petani kopi.

‎Kehadiran tim tersebut bahkan dapat berlangsung satu minggu hingga satu bulan dalam setiap kunjungan, menyesuaikan kebutuhan pembinaan yang dilakukan di lapangan.

‎Menariknya, program pendampingan yang telah berjalan selama enam bulan itu dipimpin langsung oleh seorang direktur dari Belanda dengan dukungan tenaga teknis dari Indonesia, khususnya dari Kabupaten Solok yang dikenal memiliki pengalaman dalam pengembangan komoditas kopi.

‎Saat ini program telah memasuki tahap pembibitan. Apabila nantinya produksi kopi berhasil berkembang sesuai target, para petani diberikan keleluasaan dalam memasarkan hasil panennya tanpa adanya ikatan penjualan yang memberatkan.

‎Model kerja sama seperti ini dinilai memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi secara mandiri dan berkelanjutan. Areal yang disiapkan masyarakat untuk pengembangan kopi mencapai sekitar 30 hektare dari tiga kejorongan yang ada di Nagari Cubadak

‎Meski tidak berada dalam satu hamparan, seluruh lahan tersebut tetap menjadi bagian dari kawasan pengembangan perkebunan kopi rakyat yang didampingi secara profesional.

‎Menurut Khairul Watan, lahirnya program inovatif tersebut tidak terlepas dari gagasan dan pemikiran tokoh Pasaman, Ahmad Azizan Laut Api, yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap kemajuan sektor pertanian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan.

‎Ide yang digagas Ahmad Azizan Laut Api dinilai berhasil membuka jalan bagi hadirnya kolaborasi internasional yang memberikan harapan baru bagi para petani di Nagari Cubadak.

‎Khairul Watan juga dikenal sebagai pemimpin yang mengedepankan musyawarah dan peran tokoh-tokoh masyarakat dalam setiap kebijakan pembangunan nagari.

‎Ia meyakini bahwa kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah nagari, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat. “Kalau di Cubadak ini, tokoh-tokoh yang ada kita buat di depan,” ujar Khairul Watan.

‎Pola kepemimpinan yang mengakomodasi ide, saran, dan pemikiran para tokoh masyarakat tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting yang mendorong kemajuan Nagari Cubadak.

‎Berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan dengan baik karena adanya kebersamaan serta semangat gotong royong yang terus dipelihara.

‎Dengan terjalinnya kerja sama internasional di sektor perkebunan kopi ini, Nagari Cubadak semakin menunjukkan diri sebagai nagari yang progresif, inovatif, dan terbuka terhadap kemitraan global.

‎Peran Khairul Watan sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat serta kontribusi pemikiran Ahmad Azizan Laut Api menjadi fondasi penting dalam menghadirkan terobosan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close