Kapolsek Dua Koto Hadiri Salat Jenazah dan Bertakziah, Wujud Empati Polri di Tengah Musibah

Pasaman (Dua Koto), desernews.com
Kepedulian dan empati terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Kapolsek Dua Koto, Ipda Rido M. Simamora, SH, MH, saat turut hadir bersama masyarakat mensalatkan jenazah Amrianton (53), korban hanyut akibat diterjang banjir yang ditemukan pada Rabu (23/9/2026) di aliran Sungai Kampung Parit, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman.
Kehadiran Kapolsek bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga menjadi cerminan kedekatan dan kepedulian jajaran kepolisian dengan masyarakat, khususnya ketika warga sedang menghadapi musibah dan suasana duka.
Ipda Rido M. Simamora tampak membaur bersama masyarakat dalam prosesi salat jenazah. Setelah itu, Kapolsek juga menyempatkan diri bertakziah ke rumah duka untuk menyampaikan secara langsung rasa belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Atas nama Polsek Dua Koto, kami turut berbelasungkawa atas berpulangnya almarhum Amrianton. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Ipda Rido saat menyampaikan takziah kepada keluarga korban.
Menurutnya, musibah yang terjadi merupakan bagian dari ketentuan dan takdir Allah SWT. Karena itu, keluarga diharapkan dapat menerima cobaan tersebut dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
“Semoga keluarga diberikan setawar sedingin, ketabahan dan kekuatan. Apa yang terjadi merupakan ketentuan dan takdir Allah SWT. Kita sebagai manusia hanya dapat berusaha, berdoa dan menerima dengan penuh keikhlasan,” tutur Rido.

Sikap humanis yang ditunjukkan Kapolsek Dua Koto tersebut sejalan dengan semangat kepemimpinan Kapolres Pasaman AKBP Adirawa Permana Anggawisastra, SIK, yang senantiasa mendorong personelnya agar tidak hanya hadir dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga mampu membangun hubungan emosional dan kemanusiaan dengan masyarakat.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat saat mengalami musibah menjadi bagian penting dari wajah pelayanan kepolisian yang humanis. Bagi keluarga korban, kehadiran langsung seorang pimpinan kepolisian di tengah suasana duka tentu memiliki makna tersendiri sebagai bentuk perhatian dan penguatan moril.
Pada sore hari yang sama, jenazah Amrianton kemudian dimakamkan di pemakaman masyarakat setempat. Prosesi pemakaman berlangsung dalam suasana duka dan dihadiri keluarga, masyarakat serta sejumlah unsur terkait.
Kepedulian Ipda Rido M. Simamora bersama jajarannya diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, khususnya dalam membangun hubungan yang dekat, santun dan beradab dengan masyarakat di wilayah hukum Polsek Dua Koto.(H.Eddi Gultom)




