MTQ III Nagari Cubadak Tengah Resmi Dibuka, Sulhaddi Ajak Masyarakat Kembalikan Al-Qur’an ke Tengah Kehidupan

Pasaman (Dua Koto), desernews.com
Pemerintah Nagari Cubadak Tengah, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat syiar Islam dan membangun karakter generasi muda melalui pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) III tingkat Nagari Cubadak Tengah.
MTQ yang dipusatkan di halaman samping Kantor Wali Nagari Cubadak Tengah tersebut dibuka secara resmi oleh Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Partai NasDem, Selamat Simamora, SE., M.Si., Minggu (30/8/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung semarak dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Hadir dalam kesempatan itu Camat Dua Koto Hapnil Wadi, SH., Wali Nagari Cubadak Tengah Drs. Sulhaddi, Kapolsek Dua Koto Ipda Rido M. Simamora, SH., MH., Anggota DPRD Kabupaten Pasaman dari Fraksi Partai Golkar Hamdan alias Candan.
Sekretaris KAN Cubadak Zulfikri beserta anggota, Ketua Bamus Nagari Cubadak Tengah beserta anggota, Ketua TP-PKK Nagari Cubadak Tengah beserta anggota, Kepala Jorong Sentosa dan Batang Tuhur Jusni dan Apjuar, ninik mamak, alim ulama, cerdik pandai, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama serta para undangan lainnya.
MTQ III tersebut mempertandingkan berbagai cabang dan golongan, mulai dari Tilawatil Qur’an tingkat taman kanak-kanak, anak-anak, remaja, dewasa, golongan dasar, menengah hingga umum.
Selain itu, turut diperlombakan cabang azan/khatib, qasidah anak-anak dan umum, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, serta Hifzhil Qur’an yang meliputi juz tilawah, juz nontilawah hingga golongan lima juz nontilawah.

Sulhaddi: MTQ Jangan Sekadar Seremonial
Wali Nagari Cubadak Tengah Drs. Sulhaddi dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih diberikan kesempatan dan kesehatan untuk bersama-sama menghadiri MTQ tingkat nagari tersebut.
Dengan gaya komunikatif dan penuh makna, Sulhaddi bahkan membuka sambutannya dengan sebuah pantun yang menggambarkan semangat kebersamaan masyarakat Cubadak Tengah.
“Alhamdulillah, pada hari yang cerah ini, walaupun hari libur, kita masih diberikan kesempatan dan kesehatan untuk hadir bersama dalam rangka pelaksanaan MTQ III tingkat Nagari Cubadak Tengah,” ungkapnya.
Menurut Sulhaddi, pelaksanaan MTQ tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Lebih jauh, MTQ harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali tradisi membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap MTQ ini bukan hanya acara seremonial yang dilaksanakan satu kali dalam setahun. Dengan MTQ ini kita berharap masyarakat dan anak-anak kita dapat mendalami arti Al-Qur’an yang sesungguhnya,” tegasnya.
Sulhaddi kemudian mengajak masyarakat untuk melakukan refleksi bahwa kehidupan manusia bersifat sementara. Karena itu, menurutnya, menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan jauh lebih penting dari pada semata-mata mengejar kehidupan dunia.
Ia juga mengenang suasana religius Nagari Cubadak Tengah pada era 1980-an. Saat itu, hampir setiap rumah terdengar lantunan pengajian Al-Qur’an selepas salat Magrib.
Namun, perkembangan teknologi dan penggunaan telepon pintar( hp) serta televisi menurutnya turut membawa perubahan terhadap kebiasaan masyarakat.
“Dahulu hampir di seluruh kampung, setelah salat Magrib terdengar pengajian Al-Qur’an dari rumah-rumah.
Sekarang suasana itu semakin jarang terdengar. Karena itu, melalui MTQ ini kami mengetuk hati kita semua, para orang tua dan anak-anak kita, mari kembali memperdalam kajian Al-Qur’an,” ajaknya.
Optimisme Sulhaddi terhadap masa depan Cubadak Tengah pun mendapat perhatian. Ia meyakini nagari tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat keagamaan, seni budaya dan olahraga.
“Kami sangat yakin dan percaya bahwa Cubadak Tengah dapat menjadi pusat agama, pusat seni budaya dan pusat olahraga. Mari kita bergerak bersama meningkatkan syiar Al-Qur’an dan kehidupan keagamaan di nagari ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sulhaddi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan pelaksanaan MTQ III. Ia berharap seluruh jerih payah panitia mendapat balasan terbaik dari Allah SWT.
Pada rangkaian acara itu, Wali Nagari Cubadak Tengah juga melantik 14 orang dewan hakim yang akan bertugas melakukan penilaian terhadap para peserta MTQ.

Kapolsek Dua Koto: Al-Qur’an Membentuk Generasi Berkarakter
Kapolsek Dua Koto Ipda Rido M. Simamora, SH., MH., memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Nagari Cubadak Tengah, panitia dan seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurut Rido, MTQ memiliki nilai strategis dalam membentuk generasi muda yang mencintai Al-Qur’an, memiliki akhlak mulia serta mampu menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan.
“Atas nama Kepolisian Sektor Dua Koto, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada panitia dan seluruh masyarakat yang telah menyukseskan acara mulia ini,” katanya.
Rido menilai semangat menjaga keamanan dan ketertiban harus berjalan seiring dengan penguatan kehidupan keagamaan. Sebab, nilai-nilai Al-Qur’an mengajarkan umat manusia untuk hidup rukun, saling menghargai dan menjaga kedamaian.
Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti perlombaan secara sportif, sementara dewan hakim diminta menjalankan tugas secara profesional, objektif dan adil.
“Selamat berlomba kepada seluruh peserta. Tunjukkan kemampuan terbaik dengan rasa sportivitas yang tinggi. Kepada hakim dan juri, kami berharap penilaian dilakukan secara objektif dan tidak dipengaruhi unsur-unsur lain,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rido turut menyampaikan bahwa jajaran Polsek Dua Koto terus memperkuat semangat pelayanan kepada masyarakat seiring pergantian kepemimpinan di Polres Pasaman dari AKBP M. Agus Hidayat kepada Kapolres Pasaman AKBP Adirawa Permana Anggawisastra, S.I.K.
Menurutnya, kepemimpinan baru di Polres Pasaman menekankan pentingnya kecepatan dan responsivitas jajaran kepolisian dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat. “Pimpinan kita sangat menuntut agar kita bergerak cepat merespons masyarakat,” ujarnya.
Rido juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan kepolisian 110 apabila menemukan kejadian maupun potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia menjelaskan, layanan tersebut dapat dihubungi secara gratis melalui telepon seluler dan masyarakat cukup menyampaikan lokasi serta permasalahan yang terjadi agar dapat segera ditindaklanjuti petugas.

Camat Dua Koto Apresiasi Kekompakan Masyarakat
Sementara itu, Camat Dua Koto Hapnil Wadi, SH., memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Nagari Cubadak Tengah di bawah kepemimpinan Wali Nagari Drs. Sulhaddi yang dinilai konsisten mendorong kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.
Menurut Hapnil, pelaksanaan MTQ III Nagari Cubadak Tengah merupakan bagian penting dari rangkaian penguatan syiar Islam di Kecamatan Dua Koto.
Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan juga terus dipersiapkan. Bahkan, pada September mendatang seluruh nagari di Kecamatan Dua Koto ditargetkan telah menyelesaikan MTQ tingkat nagari sehingga dapat dilanjutkan ke tingkat kecamatan.
Hapnil juga memberikan perhatian khusus terhadap munculnya cabang qasidah dalam MTQ Cubadak Tengah. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan perlombaan qasidah di tingkat Kecamatan Dua Koto.
“Kita terpancing oleh Pak Wali Nagari Cubadak Tengah. Insyaallah nanti akan kita rencanakan lomba qasidah tingkat Kecamatan Dua Koto,” katanya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf Bupati Pasaman Welly Suhery yang berhalangan hadir karena pada waktu yang bersamaan sedang menjalankan tugas lain.
Kepada para kafilah, Hapnil berpesan agar menjadikan MTQ sebagai ajang meningkatkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri untuk mewakili nagari di tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Ia menginformasikan, MTQ tingkat Kabupaten Pasaman direncanakan berlangsung pada November 2026. Dengan demikian, setelah pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan pada September, masih tersedia waktu untuk melakukan pembinaan terhadap para kafilah terbaik.
“Kami berharap kepada para peserta dan kafilah agar menunjukkan kemampuan terbaik. Dari sini akan lahir bibit-bibit yang akan kita utus ke tingkat kecamatan dan selanjutnya ke tingkat kabupaten,” harapnya.
Hapnil juga menekankan pentingnya independensi dan objektivitas dewan hakim dalam memberikan penilaian.
“Berikan nilai seadil-adilnya sesuai kemampuan peserta. Jangan dibuat-buat, sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan mereka,” tegasnya.

Sinergi Pemerintahan dan Masyarakat
Pelaksanaan MTQ III Nagari Cubadak Tengah menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan penguatan mental, spiritual dan karakter generasi penerus.
Kepemimpinan Wali Nagari Cubadak Tengah Drs. Sulhaddi yang menempatkan nilai-nilai keagamaan sebagai bagian penting pembangunan nagari patut diapresiasi. Begitu pula dukungan Camat Dua Koto Hapnil Wadi, SH., yang terus mendorong kegiatan keagamaan agar berkembang secara berjenjang dari tingkat nagari hingga kecamatan.
Di sisi lain, kehadiran Kapolsek Dua Koto Ipda Rido M. Simamora, SH., MH., menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya hadir dalam konteks keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Sinergi antara pemerintah nagari, pemerintah kecamatan, kepolisian, tokoh adat, tokoh agama, pemuda dan seluruh elemen masyarakat inilah yang menjadi modal sosial penting dalam membangun Cubadak Tengah yang religius, berbudaya, aman dan berdaya saing.
MTQ III pun diharapkan tidak berakhir ketika perlombaan selesai, tetapi mampu meninggalkan jejak yang lebih panjang, tumbuhnya kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an, meningkatnya kualitas kehidupan keagamaan dan semakin kuatnya persatuan masyarakat Nagari Cubadak Tengah.(H.Eddi Gultom)




