Nusantara

Kapolda Sumbar Diharapkan Perkuat Sarana Operasional Polsek Rao, Dukung Optimalisasi Pelayanan Kepolisian kepada Masyarakat

Mapolsek Rao, Polres Pasaman, Polda Sumbar.


‎Pasaman, desernews.com
‎Kebutuhan sarana operasional di jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Rao dinilai semakin mendesak seiring luasnya wilayah hukum yang menjadi tanggung jawab institusi tersebut.

‎Harapan pun mengemuka agar Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadi, memberikan perhatian terhadap pengadaan kendaraan dinas baru guna menunjang optimalisasi pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

‎Wilayah hukum Polsek Rao mencakup tiga kecamatan, yakni Kecamatan Rao, Rao Induk, dan Rao Selatan, dengan cakupan 14 nagari.

‎Luasnya wilayah pelayanan tersebut didukung oleh sekitar 20 personel kepolisian, termasuk Kapolsek, serta delapan personel Bhabinkamtibmas yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat.

‎Dalam pelaksanaan tugas, personel Polsek Rao,Polres Pasaman dihadapkan pada berbagai tantangan, di antaranya penanganan kasus pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan getah karet serta kasus perkelahian yang masih menjadi perhatian di wilayah tersebut.

‎Kondisi ini menuntut tersedianya kendaraan operasional yang andal agar respons kepolisian dapat berlangsung cepat, efektif, dan menjangkau seluruh wilayah hukum.

 

Ironisnya, dua unit kendaraan dinas yang sebelumnya dimiliki Polsek Rao saat ini sudah tidak layak digunakan karena mengalami kerusakan berat akibat faktor usia.

Dua unit kendaraan dinas Polsek Rao mangkrak tidak bisa digunakan lagi.

‎Kedua kendaraan tersebut masing-masing merupakan mobil dinas bermerek Kuda dan Ford yang tidak lagi dapat mendukung aktivitas operasional kepolisian secara maksimal.

‎Kapolsek Rao, Iptu Ronal, SH, saat ditemui wartawan Desernews.com pada Rabu (22/7/2026), membenarkan bahwa kedua kendaraan operasional tersebut sudah tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

‎”Memang kami sangat membutuhkan kendaraan dinas untuk memperlancar pelaksanaan tugas di lapangan, baik dalam kegiatan penyuluhan, pembinaan masyarakat maupun tugas kepolisian lainnya. ‎Satu unit masih bisa dihidupkan, tetapi jika mesin sudah mati tidak dapat dihidupkan kembali. Sementara satu unit mobil Kuda sudah tidak bisa hidup sama sekali,” ujar Iptu Ronal.

‎Ditengah keterbatasan sarana tersebut, Iptu Ronal bersama seluruh personel Polsek Rao tetap menunjukkan dedikasi dan komitmen tinggi dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

‎Semangat pengabdian itu menjadi bukti bahwa keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan profesionalisme aparat kepolisian dalam menjalankan tugas negara. Dengan besarnya cakupan wilayah serta tingginya mobilitas personel, dukungan kendaraan operasional baru dinilai akan semakin memperkuat kinerja Polsek Rao.

‎Diharapkan di bawah kepemimpinan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadi, perhatian terhadap pemenuhan sarana dan prasarana di tingkat polsek dapat terus ditingkatkan sehingga pelayanan kepolisian kepada masyarakat semakin optimal, cepat, dan responsif.(H.Eddi Gultom).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close