Advertisement

Ibu Korban Bullying Laporkan Penganiayaan Yang Dialami Putrinya Ke Polres Pelabuhan Belawan

Kedua orangtua korban bullying Maimunah dan Yeti saat memberikan keterangannya kepada wartawan di sekretariat Anak Belawan Bersatu (ABB) di Belawan, Senin (15/3).

BELAWAN, Desernews.com -Dua dari Empat pelaku penganiayaan terhadap dua remaja putri di Jl. Stasiun Gang 14 rel Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, yang sempat viral di media sosial (medsos), Senin (15/3) menjalani pemeriksaan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pelabuhan Belawan.

Kedua terduga pelaku yang diperiksa adalah berinisil Ra ,14, dan Nz ,15. Saat menjalani pemeriksaan, Ra dan Nz  didampingi orangtuanya.

Kedua terduga pelaku diperiksa berdasarkan laporan pengaduan dari korban yakni, DAP ,15, dan JS ,14, keduanya warga Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP I Kadek Hery Cahyadi menyebutkan bahwa kedua terlapor masih menjalani pemeriksaan.

“Mereka (Ra dan Nz) sudah datang untuk diperiksa,” jelas Kasat Reskrim Polres Pelabuhan.

Ditanya apakah sudah ada penetapan tersangka terhadap pelaku, Kasat Reskrim ini mengaku masih mendalami kasus itu dengan mememintai keterangan saksi dan bukti yang ada.

“Kedua pelaku masih mau kita periksa. Untuk saat ini belum ada penetapan tersangka. Kita masih menunggu hasilnya, apa hasil pemeriksaan nanti kita kabari,” jelasnya.

Disinggung soal adanya dugaan penyiksaan yang dilatarbelakangi masalah penjualan ke om-om, Kadek belum bisa memastikan adanya motif tersebut.

“Itukan pengakuan sepihak dari korban, semuanya itu harus ada pembuktian. Yang pasti, saat ini kita masih fokus ke kasus penganiayaan. Kalau ada unsur lain, nanti kita dalami,” pungkas Kasat Reskrim.

Sementara itu, Maimunah ,40,  ibu dari korban berinisial JS mengaku mengetahui aksi penganiayaan dan bullying terhadap putri kandungnya dari tetangga melalui rekaman video.

Dalam rekaman video
dengan durasi 50 detik ini terlihat kedua korban dimaki-maki, dan dipukuli oleh Empat pelaku  yakni, RS ,15, NR ,14,  N ,15, dan NA ,15,  di lokasi bangunan tak bertuan pinggir rel kereta Jl. Stasiun Kecamatan Medan Belawan.

“Empat pelaku memukuli putri saya dan dua orang ada yang merekam video, mereka juga yang menyebarkan, ” ujar Maimunah ketika dijumpai wartawan  rumahnya Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan, Senin (15/3) siang.

Maimunah mengaku sakit hatinya setelah menyaksikan tayangan video tersebut. “Kata tetangga rekaman video tersebut sudah viral.  Begitu saya lihat di hp, anak saya (JS) dipukuli mereka. sakit kali hati saya,” tutur Maimunah sedih.

Maimunah menambahkan Keempat pelaku bully tersebut merupakan teman-teman putrinya. “Makan tidur di sini mereka, kok tega mereka memukuli anak saya,” ketus Maimunah.

Sementara, Yeti Herawati Butarbutar ,44, ibu dari D korban lainnya mengatakan kejadian ini bermula ketika putrinya D dan JS, disuruh menjumpai pelaku di pinggiran rel kereta api Jalan Medan-Belawan, tak jauh dari rumah korban.

“Mereka minta jumpa, ada tujuh orang mereka, awalnya kedua korban ini mau minta maaf, tapi mereka (pelaku) nggak mau, dan mereka tidak mau dan mengatakan tiada maaf sebelum ada yang berdarah,” kata Yeti.

Sejurus kemudian, tambah Yeti, geng perempuan yang nota bene anak baru gede (ABG) ini menyuruh korban JS untuk berkelahi satu lawan satu. “Hingga akhirnya JS dikeroyok, anak saya juga dipukuli mereka,” ujar Yeti.

Akibat kejadian ini, kedua korban mengalami luka lebam di bagian kepala. Yeti, melanjutkan pihak keluarga akhirnya menempuh jalur hukum  membuat laporan pengaduan di bawah umur.

Sementara, Sekjen Anak Belawan Bersatu (ABB) Adli Azhari yang mendampingi keluarga korban  mengatakan kejadian ini menjadi pelajaran agar orangtua lebih memperhatikan anak-anaknya.

“Alhamdulillah tadi pagi, pelaku dua orang sudah diperiksa di Polres Pelabuhan Belawan. Harapan kita jadi pelajaran, buat kita semua untuk memperhatikan anak-anaknya, apalagi saat sekolah masih libur (pandemi Covid-19),” tukasnya.(W01/DN)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Harap nonaktifkan aplikasi AdBlock nya terlebih dahulu.. Terima Kasih