Aceh Darussalam

Mencari Nafkah Dikala Fajar Menyingsing, Rutinitas Warga Nelayan Gampong Lam Awe

Ist.

Aceh Besar, desernews.com
Dikala fajar menyingsing, suara gemuruh ombak sahut menyahut di pantai Lam Awe, seakan ikut membangunkan warga dari tidur nyenyak untuk bergegas menuju pantai.

Deru ombak ditambah dengan derunya mesin tempel perahu nelayan yang pulang menuju pantai. Pemandangan perahu nelayan bersama terbitnya matahari pagi, merupakan rutinitas pandangan setiap hari seusai subuh tiba.

Masyarakat yang datang dari Kota Banda Aceh maupun desa diseputaran Pekan Bada hanya untuk mencari ikan segar, apalagi kalau dihari-hari weekend, Pantai Gampong Lam Awe banyak didatangi para pendatang untuk cuci mata (lihat-lihat).

Sembari berolahraga di pantai menikmati udara segar pagi para pengunjung berbelanja ikan segar. Ikan segar yang dijual oleh nelayan tidak mahal, masih terjangkau, namun beli ikan langsung di perahu tidak ditimbang tetapi dijual per tumpuk.

Satu tumpuk ikan biasanya antara satu kg sampai dengan dua kilogram. Nelayan menjual harga itu nyaris sama dengan harga yang dijual dengan cara ditimbang.
Yang paling menarik ketika perahu nelayan mulai menepi, sesama nelayan saling bantu membantu untuk mendorong perahunya naik ke darat.

Pantai Lam Awe, Kecamatan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar adalah pantai yang indah, ombaknya tenang, warga masyarakatnya ramah, pantainya landai, cocok untuk berolahraga pagi sambil melihat-lihat perahu nelayan berjejer rapi terparkir menunggu malam tiba untuk melanjutkan mencari nafkah untuk hari berikutnya.

Mentari pagi bersinar terang, nelayan Lam Awe pulang, warga menunggu Ikan, itulah pemandangan setiap hari di Gampong Lam Awe, Kecamatan Pekan Bada (T.Jamaluddin)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close