Bupati Welly Suhery dan Anggota DPRD Hamdan Perjuangkan Perbaikan Jalan Simpang Andilan–Simpang Dingin, Masyarakat Dua Koto Sambut Gembira

Pasaman (Dua Koto), desernews.com
Harapan masyarakat Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, untuk menikmati akses jalan yang lebih baik mulai menunjukkan titik terang.
Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melaksanakan kegiatan pemeliharaan berkala ruas jalan Simpang Andilan–Simpang BA yang menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat.
Program peningkatan infrastruktur jalan tersebut merupakan bagian dari perhatian pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Pasaman, Welly Suhery, ST, terhadap kebutuhan pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Dukungan dan perjuangan politik anggota DPRD Kabupaten Pasaman dari Fraksi Partai Golkar, Hamdan, juga patut diapresiasi. Aspirasi masyarakat yang selama ini mengharapkan perbaikan jalan di kawasan tersebut terus diperjuangkan agar mendapatkan perhatian pemerintah daerah.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi pekerjaan, kegiatan tersebut memiliki rincian sebagai berikut:
Kegiatan: Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota. Subkegiatan: Pemeliharaan Berkala Jalan. Pekerjaan: Pemeliharaan Berkala Ruas Jalan Simpang Andilan–Simpang BA.
Nomor Kontrak: 620/014/SP/BM/DPUPR-PAS/2026. Tanggal Kontrak: 26 Agustus 2026. Nilai Kontrak: Rp5.888.780.000.
Sumber Dana: APBD-DAU (TKD Tambahan). Waktu Pelaksanaan: 120 hari kalender. Pelaksana: PT Pasindo Prima Kreasi. Konsultan Pengawas: CV Boarta Lestari Consultant.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa pekerjaan telah mulai dilaksanakan dengan pembangunan beronjong beton sebagai konstruksi penahan tanah di kawasan Gunung Bengkuang, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto.
Pembangunan konstruksi penahan tanah tersebut dinilai penting mengingat kawasan itu selama ini rawan mengalami longsor, terutama ketika intensitas hujan meningkat. Material tanah yang longsor kerap menimbun badan jalan sehingga mengganggu kelancaran arus transportasi dan membahayakan pengguna jalan.
Masyarakat Berharap Pengaspalan Dilaksanakan Secara Maksimal
Kendati masyarakat menyambut gembira dimulainya pekerjaan tersebut, masih terdapat sejumlah hal yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut, khususnya mengenai panjang efektif ruas jalan yang akan mendapatkan pengaspalan hotmix.
Pasalnya, papan informasi proyek hanya mencantumkan nama pekerjaan dari Simpang Andilan menuju Simpang BA, tanpa memberikan keterangan terperinci mengenai batas akhir dan panjang ruas yang akan diaspal.
Anggota DPRD Pasaman dari Fraksi Partai Golkar, Hamdan, belum lama ini menyampaikan bahwa ruas jalan yang akan diperbaiki membentang dari Simpang Andilan menuju Simpang Dingin.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang berkembang di tengah masyarakat, terdapat pula pemahaman bahwa pengaspalan hotmix hanya dilakukan sampai di depan Kantor Wali Nagari Simpang Tonang.
Adapun ruas jalan selanjutnya menuju Simpang Dingin disebut-sebut hanya mendapatkan penanganan berupa tambal sulam.
Perbedaan informasi tersebut tentu perlu mendapatkan penjelasan resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Pasaman agar masyarakat mengetahui secara pasti ruang lingkup pekerjaan, panjang penanganan, serta jenis konstruksi yang akan diterapkan pada setiap segmen jalan.
Harapan Besar terhadap Kualitas Pekerjaan
Bagi masyarakat Kecamatan Dua Koto, proyek ini bukan sekadar kegiatan pembangunan fisik, melainkan jawaban atas kebutuhan infrastruktur yang telah lama dinantikan.
Kondisi jalan sebelumnya yang dipenuhi lubang di berbagai titik membuat perjalanan masyarakat menjadi tidak nyaman, bahkan cukup menyulitkan kendaraan yang melintas. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna jalan, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta distribusi hasil pertanian masyarakat.
Karena itu, masyarakat berharap pelaksanaan proyek senilai hampir Rp5,9 miliar tersebut benar-benar mengedepankan kualitas konstruksi, ketepatan spesifikasi teknis, dan pengawasan yang optimal.
Perhatian Bupati Pasaman Welly Suhery serta perjuangan anggota DPRD Hamdan dalam mendorong perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Dua Koto diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan hingga ke kawasan nagari.
Masyarakat juga berharap pihak pelaksana, konsultan pengawas, dan instansi teknis terkait menjalankan tanggung jawab secara profesional, transparan, serta mengutamakan mutu pekerjaan.
Dengan demikian, hasil pembangunan tidak hanya terlihat baik saat selesai dikerjakan, tetapi juga memiliki daya tahan yang panjang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pada akhirnya, pembangunan infrastruktur yang berkualitas merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. Jalan yang baik akan membuka konektivitas, memperlancar aktivitas ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pasaman, khususnya di Kecamatan Dua Koto.(H.Eddi Gultom)




