Becak Sampah Inventaris Desa Marombun Barat jadi Barang Rongsokan

Bangun Purba, desernews.com
Becak itu adalah inventaris Desa Marombun Barat, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang. Kondisi becak tidak terurus kalau tak ingin disebut barang rongsokan.
Padahal becak itu dibeli menggunakan uang negara. Desa Marombun Barat berada jauh dari ibu kota Kecamatan Bangun Purba, sekitar 8 Km.
Andai jalannya bagus, memang hanya butuh waktu belasan menit ke desa ini. Tapi karena jalan belum berbalut aspal, butuh waktu lebih dari 1 jam.
Amatan media ini, jalan menuju Desa Marombun Barat naik turun.
Untuk bisa sampai ke Desa Marombun Barat harus melintasi dua perkebunan kelapa sawit swasta besar, PT PP Lonsum dan PT Serdang Tengah.
Jalan yang sudah berbalut aspal hanya sampai ke Desa Bah Perak, tetangga Desa Marombun Barat.
Selanjutnya, ke desa yang dihuni 20 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 63 jiwa tersebut berlubang dan berbatu. Menurut warga di kantor desa mereka jarang ada aktivitas dan kantor sering menjadi tempat bermain anjing peliharaan warga. Pun dengan inventaris desa (becak sampah), menjadi tempat bermain belasan ayam.
Tetapi walau demikian, setiap tahun desa tersebut tak luput dari perhatian pemerintah.
Buktinya, setiap tahun mendapat kucuran dana desa dari pemerintah pusat Rp 576 juta lebih.
Ditambah Alokasi Dana Desa dari APBD Pemkab Deli Serdang Rp 302 juta lebih dan besaran penghasilan tetap (Siltap) Rp 226.5 juta untuk gaji kades, 1 orang kepala dusun dan 4 orang perangkat desa selama 1 tahun.
“Sedangkan dana Bagi Hasil Pajak (BHP) Rp 135 juta lebih digunakan untuk honor 5 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rp 40,2 juta lebih setahun. Luas desa kami 127 hektar,” kata Natail Singarimbun, salah seorang warga yang juga mantan kades Marombun Barat, Selasa (10/12/24).(01/DN)




