Nusantara

SMKN 1 Dua Koto Tunjukkan Kemajuan Pesat, Siapkan Lulusan yang Siap Kerja

‎Ruang praktek tehnik otomotif SMKN 1 Dua Koto.


‎Pasaman, desernews.com
‎Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Dua Koto, Kabupaten Pasaman, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan meski baru berusia sekitar lima tahun.

‎Dibawah kepemimpinan Heliswan, SP, MSi, sekolah ini semakin memantapkan diri sebagai lembaga pendidikan vokasi yang fokus mencetak lulusan siap kerja.

‎Saat ini, SMKN 1 Dua Koto memiliki sekitar 287 siswa yang tersebar dalam empat jurusan unggulan, yakni: 1. Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura (ATPH), 2. Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), 3. Teknik Otomotif (TO), 4. Desain Komunikasi Visual (DKV)

‎Keempat jurusan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus membuka peluang wirausaha bagi para siswa.

‎Kemajuan sekolah ini semakin terlihat dengan adanya bantuan pembangunan gedung laboratorium agribisnis pengolahan hasil pertanian (APHP).

‎Fasilitas tersebut diharapkan mampu menunjang praktik siswa, khususnya di bidang pertanian, sehingga mereka memiliki keterampilan yang lebih matang saat terjun kelapangan.

Bangunan gedung laboratorium agribisnis pengelolaan hasil pertanian (APHP) yang baru selesai dibangun.

‎Kepala SMKN 1 Dua Koto, Heliswan, menegaskan bahwa lulusan SMK pada dasarnya telah dipersiapkan untuk langsung bekerja sesuai bidang keahliannya.

“Lulusan SMKN merupakan siswa yang siap pakai untuk menggeluti dunia kerja, baik di bidang perbengkelan, pertanian, maupun usaha penyablonan,” ujarnya.

‎Menurutnya, seluruh siswa telah dibekali keterampilan sesuai jurusan masing-masing sehingga diharapkan mampu langsung terjun ke dunia kerja setelah tamat.

‎Hal ini menjadi salah satu keunggulan pendidikan kejuruan dibandingkan jalur pendidikan umum.

‎Ia juga menjelaskan bahwa lulusan SMA umumnya masih harus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi untuk mendapatkan gelar sarjana, yang tentunya membutuhkan dukungan ekonomi yang memadai.

‎“SMK hadir sebagai solusi bagi siswa untuk mendapatkan bekal keterampilan dan langsung bekerja tanpa harus melanjutkan ke perguruan tinggi,” tambahnya.

‎Terkait penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2026/2027, SMKN 1 Dua Koto menargetkan sebanyak 150 siswa. Hingga saat ini, sekitar 80 calon siswa telah mendaftar.

‎Eliswan mengimbau para orang tua agar tidak menunda pendaftaran selama kuota masih tersedia. Ia juga menilai masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami peluang kerja bagi lulusan SMK yang dinilai lebih cepat terserap di dunia kerja dibandingkan lulusan SMA.

‎“Pada dasarnya, baik SMK maupun SMA sama-sama baik. Namun, lulusan SMK sudah bisa langsung bekerja, sementara lulusan SMA umumnya harus melanjutkan ke perguruan tinggi terlebih dahulu,” pungkasnya.(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close