Sholat Idul Fithri di Masjid Al-Ihsan Wannajah Kebun Rambutan

Tebingtinggi, desernews.com
Kaum Muslimin wal Muslimat rahimakumullah, sejak tadi malam, gema takbir, tahlil, dan tahmid terdengar saling bersahutan memenuhi ruang angkasa, menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 H.
Menandai perpisahan kita dengan bulan istimewa, yaitu Ramadhan yang penuh kasih sayang (rahmah) dan ampunan (maghfiroh) Allah SWT, serta penebus api neraka (‘itqun minan-nar).
Syukur Alhamdulillah, kita tahun ini masih berkesempatan bertemu dengan Hari Raya yang penuh berkah ini. Semoga amal ibadah yang kita jalankan selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT, dan kita dianugerahi kesehatan dan kekuatan serta keistiqamahan, untuk menjalankan semua perintahNya dan meninggalkan semua laranganNya.

Hal itu disampaikan Ustadz Drs. H. Sudjarno, MM, dalam kutbahnya sebagai Khatib Sholat Idul Fithri 1445 H, di Masjid Al-Ihsan Wannajah Kebun Rambutan Regional I PTPN IV, Desa Paya Bagas, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdangbedagai, Rabu (10/4/2024).
Pada bagian lain ceramahnya, Ustadz H. Sudjarno mengatakan, Idul Fitri merupakan fase akhir dari semua aktivitas ibadah selama Ramadhan.
Kesungguhan atau mujahadah yang kita lakukan dalam mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah) selama Ramadhan ditutup dan disempurnakan dengan aktivitas di hari raya Idul Fitri.

Puasa, qiyamullail, tadarus Alquran, itikaf, sedekah, zakat fitrah dan amal kebaikan lainnya, merupakan upaya kita sebagai hamba untuk menggapai ridha Allah SWT dan upaya mendekatkan diri kepadaNya.
Semoga aktivitas ibadah dan amal shaleh yang kita lakukan selama Ramadhan, dapat mencuci dan membersihkan diri kita yang selama ini bergelimang dosa dan kesalahan.
Hari ini kita telah kembali menjadi fitri atau bersih, sebagaimana dulu kita dilahirkan oleh ibu kita. Karena itu hari raya ini disebut Idul Fitri, artinya kembali kepada fitrah manusia.
Rasulullah SAW bersabda : yang artinya : “Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah (bersih)….”
Oleh karenanya, di hari yang fitri ini, penting bagi kita untuk menyempurnakan nya dengan bersilaturahim antar kerabat, antar teman dan sahabat, serta antar tetangga untuk saling memohon maaf dan saling memaafkan kesalahan dan kekhilafan.
Sebab setiap anak manusia pasti mempunyai kesalahan, dan sebaik manusia adalah yang meminta maaf atas kesalahannya tersebut.
Selain itu, di hari raya Idul Fitri ini juga menjadi momentum yang baik, bagi kita semua untuk menghitung dan mengkalkulasi, apakah ibadah yang kita lakukan telah kita resapi dengan baik, telah kita fahami dan internalisasi dengan seksama, sehingga tujuan disyariatkannya ibadah tersebut betul-betul membekas dalam diri kita dan teraktualisasi dalam kehidupan keseharian kita.

Setiap ibadah yang disyariatkan kepada kita, pasti ada tujuan di baliknya. Selain tujuan transendental, yaitu tujuan yang bersifat vertikal, hubungan antara kita sebagai hamba dengan Allah SWT sebagai Dzat Yang Mahakuasa, juga ada tujuan yang lebih khusus, yaitu pembentukan karakter positif bagi orang yang menjalaninya, sehingga ukuran keberhasilan sebuah ibadah bukan hanya diukur dari sisi peningkatan religiusitas saja, tapi juga diukur sejauh mana nilai ibadah tersebut tertransformasi dalam karakter pribadi yang termanifestasi dalam kehidupan keseharian.
Misalnya ibadah sholat. Banyak yang memahami, sholat merupakan aktivitas rihlah ruhaniyah (aktivitas spiritual) semata, yang tidak ada hubungannya dengan dunia.
“Padahal jika ditilik di ayat yang menyatakan syariat sholat, didapat tujuan sholat yang tertulis (manshush) adalah agar sholat menciptakan karakter yang mencegah perbuatan keji dan munkar,” jelas Khatib Ustadz H. Sudjarno.

Situasi Hari Pertama Idul Fithri
Suasana lalulintas Hari Pertama di Kota Tebingtinggi, jalinsum Medan-Tebingtinggi terlihat sepi, usai pelaksanaan Sholat ied. Sesekali terlihat lalulalang kenderaan roda empat maupun sepeda motor.

Arus lalulintas pada malam takbiran, juga tidak ramai sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Sementara itu, dimasjid-masjid terlihat warga ramai menunaikan pembayaran zakat fitrah, seperti terlihat di Masjid Al-Jihad Kelurahan Mekar Sentosa, Nurul Iman Rantau Laban dan Al-Ihsan Wannajah Emplasmen Kebun Rambutan.
Penulis: H. Suhartoyo




