Nusantara

Semangat Membangun Rumah Allah di Pedalaman Pasaman, Warga Koto Baru Menanti Uluran Tangan Kaum Dermawan

Pembangunan Masjid Al Jamik di Kampung Koto Baru, Cubadak Barat lamban karena keterbatasan anggaran.


‎Pasaman, desernews.com
‎Dibalik keterbatasan ekonomi masyarakat pedalaman, semangat untuk memakmurkan rumah Allah tetap menyala.

‎Warga Kampung Koto Baru, Jorong Pembangunan, Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, kini tengah berjuang menyelesaikan pembangunan Masjid Al Jamik, sebuah rumah ibadah yang diharapkan menjadi pusat pembinaan keimanan, persatuan, dan pendidikan agama bagi generasi mendatang.

‎Hingga pertengahan Juli 2026, progres pembangunan masjid tersebut telah mencapai sekitar 50 persen. Namun, keterbatasan dana membuat proses pembangunan terpaksa berjalan lambat dan belum dapat dirampungkan sesuai harapan masyarakat.

‎Panitia pembangunan masjid diketuai oleh Hamdan, dengan Aldi sebagai sekretaris dan Dahlan Lase sebagai bendahara. Mereka bersama masyarakat terus berikhtiar mengumpulkan dana agar pembangunan rumah Allah itu dapat segera diselesaikan.

‎Salah seorang tokoh masyarakat, Ahmad Yannes, kepada wartawan, Selasa (14/7/2026), mengatakan bahwa total biaya yang dibutuhkan hingga pembangunan selesai diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta.

‎Menurutnya, sumber dana selama ini berasal dari infak jamaah salat Jumat serta bantuan sukarela dari sejumlah pengusaha yang melintas maupun menjalankan usaha di kawasan tersebut. Namun, jumlah itu masih jauh dari cukup.

‎Infak yang terkumpul setiap Jumat tentu sangat terbatas. Warga Koto Baru hanya sekitar 35 kepala keluarga, sehingga kemampuan masyarakat untuk membiayai pembangunan juga sangat terbatas.

“‎Karena itu kami sangat berharap ada uluran tangan dari para kaum dermawan yang Allah lapangkan rezekinya untuk ikut berinfak demi menyelesaikan pembangunan Masjid Al Jamik ini,” ujar Ahmad Yannes.

‎Ia menambahkan, pembangunan masjid masih membutuhkan berbagai pekerjaan penting, di antaranya penyelesaian teras selebar dua meter yang mengelilingi bangunan serta pembangunan kubah yang hingga kini belum dapat dikerjakan karena keterbatasan anggaran.

‎Sebelumnya, di lokasi tersebut telah berdiri sebuah masjid semi permanen yang telah berusia tua dan tidak lagi layak digunakan. Atas dasar musyawarah dan semangat kebersamaan, masyarakat sepakat membangun masjid baru yang lebih representatif sebagai tempat beribadah.

‎Namun, ditengah perjalanan, kemampuan pembiayaan masyarakat tidak lagi mencukupi sehingga pembangunan terhenti.

‎Bagi umat Islam, membangun masjid bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, melainkan menanam investasi amal yang pahalanya terus mengalir. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa membangun masjid karena Allah, walaupun sebesar sarang burung, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

‎Karena itu, panitia pembangunan mengajak para dermawan, perantau, pengusaha, serta seluruh kaum muslimin untuk bersama-sama mengambil bagian dalam amal jariyah ini. Setiap rupiah yang diinfakkan diyakini akan menjadi bekal kebaikan yang terus mengalir selama masjid tersebut digunakan untuk salat, mengaji, berdakwah, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

‎Harapan masyarakat Koto Baru sederhana namun penuh makna: semoga Allah SWT menggerakkan hati para hamba-Nya yang memiliki kelapangan rezeki untuk membantu menyelesaikan pembangunan Masjid Al Jamik, sehingga rumah Allah itu segera berdiri megah dan menjadi cahaya bagi syiar Islam di pelosok Nagari Cubadak Barat.(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close