Nusantara

Antrian Panjang Pertalite Terjadi di Sejumlah SPBU Pasaman dan Pasaman Barat, Pengawas SPBU Silang Empat Dua Koto Bantah Isu Penjualan Keluar Daerah

Pengawas SPBU Silang Empat, Lahuddin Hasibuan.


‎Pasaman (Dua Koto), desernews.com
‎‎Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat di berbagai daerah di Pulau Sumatera mengeluhkan semakin sulitnya memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite.

‎Fenomena tersebut ditandai dengan antrean kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sehingga pengguna kendaraan harus menunggu hingga berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

‎Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kondisi tersebut. Namun, berdasarkan pantauan wartawan desernews.com pada Jumat dan Sabtu (10–11 Juli 2026), antrean panjang terlihat hampir di seluruh SPBU di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, mulai dari SPBU Simpang Empat menuju arah Padang, SPBU Sarik, hingga SPBU Kinali.

‎Sementara SPBU di Jembatan Panjang Negari Kajai,Kecamatan Talamau BBM jenis pertalite dan solar juga kosong. Hal itu diketahui adanya papan pemberitahuan yang dipasang di gerbang  masuk lokasi SPBU

‎Kepadatan kendaraan yang mengantre menyebabkan masyarakat yang sedang melakukan perjalanan harus meluangkan waktu cukup lama hanya untuk memperoleh Pertalite.

‎Salah seorang pengendara mobil yang ditemui wartawan mengaku harus menunggu sekitar satu setengah jam.” Untuk mendapatkan Pertalite sekarang seperti mencari harta karun,” Saya sudah menunggu sekitar satu setengah jam,” ujarnya.

‎Menurutnya, membludaknya antrean di sejumlah SPBU menunjukkan bahwa stok Pertalite di beberapa lokasi lain telah habis, sehingga masyarakat berbondong-bondong menuju SPBU yang masih memiliki persediaan.

‎Pantauan wartawan pada awal Juli 2026 juga menunjukkan kondisi serupa di Jalur Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Padang. Sekitar pukul 13.00 WIB, SPBU Panti dilaporkan telah kehabisan stok Pertalite maupun Solar. Kondisi yang sama juga terjadi di SPBU Lubuk Sikaping, sehingga wartawan tidak dapat melakukan pengisian BBM di lokasi tersebut.

‎Karena BBM pertalite tidak ada di Lubuk Sikaping wartawan kemudian memutuskan untuk menuju pulang ke Dua Koto dan di SPBU Silang Empat, Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto mengisi BBM pertalite sekitar pukul 17.00 WIB.

‎Alhamdulillah stok Pertalite di SPBU tersebut masih tersedia sehingga pengisian BBM dapat dilakukan tanpa kendala.

‎Belakangan muncul keluhan dari sebagian masyarakat, khususnya yang berasal dari kawasan pedalaman, yang mempertanyakan ketersediaan Pertalite di SPBU Silang Empat. Keluhan tersebut bahkan sempat beredar melalui media daring dengan anggapan bahwa SPBU tersebut kerap mengalami kekosongan stok.

‎Namun, berdasarkan pantauan wartawan pada Senin (13/7/2026) pagi, stok Pertalite di SPBU Silang Empat masih tersedia. Aktivitas pengisian BBM juga berlangsung normal meski jumlah kendaraan, terutama roda empat yang melintas di Jalan lintas provinsi Panti -Simpang Empat tetap cukup padat.

‎Dari hasil pengamatan di sejumlah SPBU di Kabupaten Pasaman, SPBU Silang Empat Dua Koto termasuk salah satu SPBU yang relatif memiliki kelancaran pasokan dibandingkan beberapa SPBU lainnya. Meski demikian, ketika permintaan masyarakat meningkat tajam, stok Pertalite tentu dapat habis lebih cepat sebelum pasokan berikutnya tiba dari Pertamina.

‎Menanggapi berbagai keluhan tersebut, pengawas SPBU Silang Empat, Lahuddin Hasibuan, menegaskan bahwa habisnya stok Pertalite semata-mata disebabkan tingginya pemakaian masyarakat yang bepergian dimasa libur sekolah”Habisnya Pertalite karena dibeli oleh konsumen.

‎”Mana mungkin kami melarang kendaraan yang melintas untuk mengisi BBM, dari mana pun mereka berasal, dan ke mana pun tujuan mereka. Selama memenuhi ketentuan, memiliki barcode dan tangki kendaraan memang membutuhkan pengisian, tentu kami layani,” tegas Lahuddin.

‎Di samping itu, kami juga melayani pengisian jeriken bagi masyarakat petani dan pengecer di wilayah kampung pedalaman,” ujar Lahuddin kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

‎Ia menjelaskan bahwa apabila stok sedang habis, pihak SPBU tidak memiliki pilihan selain menunggu distribusi berikutnya dari Pertamina.
‎”Kalau memang stok sedang habis, tentu kami harus menunggu pasokan dari Pertamina.

‎Jadi kalau dikatakan SPBU ini selalu kosong, itu tidak benar. Memang ada saat-saat stok habis karena seluruhnya sudah terjual. Tetapi jika ada tuduhan bahwa Pertalite sengaja dijual ke luar daerah sehingga masyarakat tidak kebagian, itu adalah fitnah dan tidak sesuai dengan fakta,” tegasnya.

‎Fenomena antrean panjang Pertalite yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Barat diharapkan menjadi perhatian seluruh pihak terkait.

‎Masyarakat pun berharap distribusi BBM bersubsidi tetap berjalan lancar sehingga kebutuhan energi masyarakat, khususnya pengguna kendaraan di jalur lintas maupun kawasan pedalaman, tetap terpenuhi secara merata.(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close