Daerah

Polres Batubara Hentikan Dua Bus Pembawa 41 Calon PMI, Hendak Diberangkat ke Malaysia Secara Ilegal

41 calon PMI ilegal diamankan Satreskrim Polres Batubara, enam orang ditetapkan sebagai tersangka.

Batubara, desernews.com
Polres Batubara berhasil menggagalkan keberangkatan 41 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal di Jalan akses road, Kabupaten Batubara.

Kasatreskrim Polres Batubara, AKP Ellysa Simaremare mengatakan, pengungkapan ini dilakukan timnya pada Minggu (17/9/2023) lalu.

Lanjutnya, 41 orang calon PMI ini dibawa dengan menggunakan dua unit bus menuju pesisir pantai Jono Kabupaten Batubara.

“41 orang calon pekerja migran Indonesia ini dikumpulkan di Sei Piring, Kabupaten Asahan. Untuk diberangkatkan ke Malaysia melalui pantai Jono Batubara,” ujar Ellysa, Sabtu (23/9/2023).

Katanya, para PMI ini akan dibawa ke Malaysia menggunakan kapal ikan yang masuk secara ilegal.

“Saat ini sudah ada enam orang yang kami tetapkan sebagai tersangka. Namun, tiga sudah kami amankan, tiga masih DPO,” katanya.

Ungkapnya, tiga orang yang sudah diamankan petugas berperan sebagai ABK dan dua orang supir bus.

“Kalau Sumut berasal dari Langkat, dan Tanjungbalai,” bebernya.

Ellysa menyebut terhadap 41 orang calon PMI telah ditangani oleh pihak imigrasi dan BP2MI untuk ditindaklanjuti.

Sementara itu, sopir bus, Eko Sugianto mengaku sudah dua kali membawa PMI ilegal untuk diberangkatkan ke Malaysia.

“Ini sudah 2 kali. Sewanya Rp 1 juta dari Kecamatan Sei Piring, ke pantai Jono,” katanya.

Lanjutnya, dirinya berangkat dari Sei Piring menjemput PMI pada pukul 19.00 WIB, dengan tujuan pesisir pantai Jono.

“Namun, pada pukul 02.00 dini hari, kami diamankan petugas,” katanya.

Eko menyebut, dirinya disuruh oleh seorang agen yang ada di Kabupaten Asahan, dan mengaku mengambil jalan Batubara karena saat ini Asahan sedang ketat dalam penjagaan laut.

Ima, wanita asal NTB, nekat menjadi calon PMI di Malaysia lantaran dijanjikan akan dipekerjakan sebagai tukang kebun sayur.

“Kebun sayur. Sudah ada yang menunggu di sana,” ujar Ima.

Lanjutnya, dirinya tergiur berangkat ke Malaysia karena upah yang lebih tinggi dibandingkan di Indonesia.

“Gajinya besar,” katanya.

Ia mengaku, sudah memberikan uang Rp 6 juta kepada agen yang tidak dikenalnya untuk mengurus keberangkatannya ke Malaysia.

“Sekarang tidak tau lagi. Sudah tidak ada uang,” pungkasnya.(tm/DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close