Nusantara

Penjaringan Bakat Siswa SD Digelar di Dua Koto, Pasaman Disebut Catat Rekor Peserta 8.000 Anak

44 Siswa dari SDN 05 Tonang Raya mengikuti tes penjaringan bakat.


‎Pasaman (Dua Koto), desernews.com
‎Upaya menemukan dan mengembangkan potensi peserta didik sejak usia dini terus mendapat perhatian. Salah satunya melalui kegiatan penjaringan bakat siswa sekolah dasar (SD) di bidang olahraga dan potensi akademik yang dilaksanakan di Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman.

‎Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 7–10 September 2026, dengan salah satu lokasi pelaksanaan bertempat di Jongkong Cafe & Resto, Nagari Simpang Tonang Selatan, Kecamatan Dua Koto.

‎Pada hari pertama, kegiatan diikuti siswa kelas III, IV dan V dari sejumlah sekolah dasar. Sedikitnya tujuh SD mengikuti pelaksanaan awal tersebut, yakni SDN 29 Pangkuayan yang dipimpin Suprianto, S.Pd., SDN 01, SDN 02, SDN 03 dengan kepala sekolah Elsa Junaedi, S.Pd., M.Si., SDN 04 Setia dengan kepala sekolah Railis Erita, S.Pd., SDN 05 Tonang Raya dengan kepala sekolah Misran Sari, S.Pd., serta SDN 06 dengan kepala sekolah Surya Mishar, S.Pd.

‎Program penjaringan bakat ini mendapat perhatian karena tidak sekadar menilai kemampuan siswa berdasarkan prestasi yang telah terlihat, tetapi menggunakan serangkaian instrumen tes untuk memetakan kecenderungan dan potensi masing-masing peserta.

‎Salah seorang panitia yang meminta namanya tidak dipublikasikan menjelaskan, peserta akan mengikuti sekitar 14 item tes. Hasil pengujian kemudian dimasukkan ke dalam sistem untuk memperoleh gambaran mengenai kecenderungan bakat peserta.

‎“Dari hasil tes itu nantinya akan terlihat kecenderungan bakat anak. Misalnya, ada yang memiliki potensi sebagai pemain sepak bola, basket dan cabang olahraga lainnya. Hasilnya kemudian dapat menjadi dasar pembinaan lebih lanjut,” ujarnya.

‎Menurut sumber tersebut, kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Kabupaten Pasaman disebut menjadi salah satu daerah yang baru melaksanakan program tersebut pada tahun 2026.

‎Menariknya, ia menyebut pelaksanaan di Kabupaten Pasaman mendapat respons yang cukup besar. Bahkan, jumlah peserta yang disebut mencapai sekitar 8.000 anak dan diklaim menjadi salah satu jumlah peserta terbesar secara nasional untuk kegiatan serupa pada tahun ini.

‎“Alhamdulillah, untuk tahun 2026 Pasaman disebut mencatat jumlah peserta sekitar 8.000 anak. Ini menjadi sesuatu yang membanggakan,” katanya.
‎Selain penjaringan potensi olahraga, kegiatan tersebut juga disebut memiliki instrumen untuk memetakan kecenderungan minat dan kemampuan belajar siswa.

‎Salah satu istilah yang disebut digunakan adalah tes TUPIN, yang menurut sumber tersebut dapat membantu memberikan gambaran kecenderungan bidang belajar peserta didik.

‎“Sekarang sudah canggih. Dari hasil tes dapat diketahui kecenderungan anak, sehingga pembinaan ke depan bisa lebih terarah,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, peserta program tidak hanya berasal dari sekolah dasar negeri. Siswa dari sekolah swasta maupun madrasah juga disebut memiliki kesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

‎Menurutnya, perkembangan teknologi dan informasi juga memperlihatkan bahwa potensi anak dapat muncul sejak usia sangat dini. Karena itu, proses identifikasi bakat dinilai penting agar kemampuan tersebut tidak berhenti sebatas potensi, tetapi dapat diarahkan melalui pembinaan yang berkelanjutan.

‎“Sekarang kita bisa melihat anak-anak usia sangat muda memiliki kemampuan luar biasa, bahkan hanya melalui tontonan dan latihan yang mereka dapatkan. Karena itu, potensi mereka perlu ditemukan dan dibina sejak dini,” ujarnya.

‎Ketua Panitia Belum Bersedia Memberikan Ekspos

‎Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut juga menimbulkan tanda tanya di kalangan awak media. Ketua panitia pelaksana, Prof. Syahrial, saat hendak dimintai keterangan terkait pelaksanaan kegiatan, memilih belum memberikan penjelasan kepada wartawan.“Tidak ada ekspos untuk saat ini,” ujarnya.

‎Pernyataan tersebut menjadi perhatian wartawan mengingat kegiatan melibatkan ribuan peserta didik dan membawa nama program penjaringan bakat yang dinilai memiliki arti penting bagi masa depan pembinaan generasi muda.

‎Keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan yang melibatkan peserta didik, terlebih apabila program tersebut bersentuhan dengan dunia pendidikan dan pembinaan potensi anak.

‎Disdik Pasaman: Bukan Program Dinas Pendidikan

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Muslim, S.Pd., M.Pd., saat dikonfirmasi mengenai kegiatan penjaringan bakat tersebut memberikan klarifikasi bahwa kegiatan tersebut bukan merupakan program yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman.

‎“Itu pokir anggota dewan provinsi, Bang. Jadi Disdik Pasaman tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut,” kata Muslim.
‎Keterangan tersebut sekaligus memberikan penegasan mengenai posisi Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman terhadap kegiatan dimaksud.

‎Terlepas dari perbedaan posisi kelembagaan tersebut, kegiatan penjaringan bakat siswa pada prinsipnya memiliki nilai strategis apabila dilaksanakan secara profesional, transparan, terukur dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi peserta didik.

‎Pemetaan bakat sejak usia sekolah dasar dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu menemukan potensi anak, baik dalam bidang olahraga maupun kecenderungan akademik.

‎Namun, hasil pemetaan tersebut idealnya tetap ditempatkan sebagai bagian dari proses pembinaan, bukan sebagai label permanen terhadap kemampuan seorang anak.

‎Dengan demikian, setiap potensi yang berhasil ditemukan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, sehingga siswa tidak hanya memiliki sertifikat hasil tes, tetapi juga memperoleh ruang untuk mengembangkan kemampuan mereka secara nyata.(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close