Pembangunan Musholla MTSN 5 Pasaman Belum Rampung, Pemerintah Diharapkan Turun Tangan

Pasaman, desenews.com
Pembangunan gedung musholla di MTSN 5 Pasaman yang berlokasi di Andilan, Nagari Simpang Tonang Selatan, Kecamatan Dua Koto, hingga kini belum juga rampung.
Kondisi ini menjadi perhatian berbagai pihak, mengingat sekolah berbasis keagamaan tersebut belum memiliki sarana ibadah yang layak sebagaimana sekolah lainnya.
MTSN 5 Pasaman yang telah berdiri sejak sekitar tahun 1970 atau telah berusia lebih kurang 56 tahun, hingga saat ini masih menghadapi keterbatasan fasilitas rumah ibadah.
Padahal, sebagai lembaga pendidikan bernuansa Islam, keberadaan musholla menjadi kebutuhan mendasar dalam mendukung kegiatan keagamaan siswa dan tenaga pendidik.
Upaya pembangunan sebenarnya telah dimulai sejak beberapa waktu lalu berkat kepedulian pimpinan sebelumnya. Melalui infaq sukarela dari siswa dan guru, pembangunan telah mencapai tahap pondasi dan berdirinya tiang bangunan.
Namun demikian, keterbatasan dana menjadi kendala utama sehingga proses pembangunan berjalan lambat.
Saat ini, penggalangan dana melalui infaq masih terus dilakukan secara sukarela. Namun, jumlah yang terkumpul belum mencukupi untuk menyelesaikan pembangunan musholla tersebut secara keseluruhan.
Di sisi lain, kebijakan pemerintah yang melarang pungutan kepada wali murid turut menjadi tantangan tersendiri. Berdasarkan regulasi yang berlaku, seperti Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 dan Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012, sekolah tidak diperkenankan melakukan pungutan wajib dengan nominal dan waktu yang ditentukan.
Sekolah hanya diperbolehkan menerima sumbangan yang bersifat sukarela, tidak mengikat, dan tanpa penetapan jumlah tertentu.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai bahwa jika dilakukan melalui musyawarah, banyak wali murid yang sebenarnya bersedia memberikan dukungan demi kemajuan fasilitas pendidikan anak-anak mereka, sebagaimana praktik yang pernah dilakukan di masa lalu.
Kondisi ini memunculkan harapan besar agar pemerintah, khususnya melalui Kementerian Agama, dapat segera mengambil langkah konkret dalam membantu penyelesaian pembangunan musholla tersebut.
Bantuan yang diharapkan tidak hanya dalam bentuk anggaran, tetapi juga dapat berupa material bangunan.
Jika tidak segera diatasi, keterbatasan sarana ibadah ini dikhawatirkan akan berdampak pada optimalisasi pembinaan karakter dan keagamaan siswa di sekolah tersebut.
Untuk itu, selain dukungan sukarela dari wali murid, pemerintah diharapkan segera merespons kebutuhan ini agar pembangunan musholla MTSN 5 Pasaman dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat, demi menunjang kualitas pendidikan yang lebih baik.(H.Eddi Gultom)




