Korban Kebakaran Pajak Tingkat Berastagi: Kami Ingin Mendapatkan Tempat Layak

Tanah Karo, desernews.com
Ratusan pedagang korban kebakaran pajak tingkat atau sering disebut losd jahe-jahe yang terbakar pada Tanggal 17-11-2020 lalu hingga saat ini belum mendapatkan kepastian.
Sebab, semenjak terbakarnya pajak Jahe-jahe, hingga saat ini pihak yang terkait belum ada tanda-tanda untuk membangun Pasar Berastagi agar dapat menampung para pedagang yang menjadi korban pada saat terjadinya kebakaran.
Pantauan wartawan, tampak ratusan para pedagang terpaksa menggelar jualannya diemperan ataupun sepanjang bahu jalan Penghasilan Kelurahan Tambak Lau Mulgap II, Kecamatan Berastagi untuk menyambung hidup.
Bahkan mereka terpaksa membuat tenda sebagai penahan panas terik matahari ataupun penadah air hujan agar barang jualannya terhindar dari kerusakan.
Begitu juga keluhan pedagang, sebab mereka mengaku sudah tidak layak lagi menggelar jualannya diemperan Ruko disepanjang jalan karena menimbulkan kemacetan setiap harinya.
Akibat kesemerautan itu, sampah berserakan dan kekumuhan sehingga menimbulkan aroma tak sedap, sementara Kota Berastagi salah satu Kota Turis yang banyak dikunjungi turis wisata dari mancanegara.
Dijelaskan beberapa pedagang yang tidak mau disebut namanya, dalam hal ini kami kami memohon kepada Pemkab Karo atau instansi terkait agar dapat mendengarkan keluh kesah kami sebagai pedagang kaki lima Pasar Berastagi selaku korban kebakaran. “Sampai kapan kami harus begini,kami juga ingin mendapatkan tempat yang layak untuk menyambung hidup bersama keluarga.”Ujarnya.
Disambungnya lagi, “Seiring berkembangnya wisata Kaldera Danau Toba, Kota Berastagi salah satu penghubung Provinsi, namun terlihat ketidaklayakannya sebagai daerah wisata karena pembangunannya pun sangat minim dan tidak tertata.”Jelas mereka.(RS-Ring)




