Nusantara

Pasaman Bangkit Mengakar hingga Nagari, Wujud Kepemimpinan Visioner Bupati Welly Suhery

Wali Nagari Cubadak Barat, Kesrianovi sedang menyampaikan kata sambutan diacara “Remaja Pasaman Bangkit”.


Pasaman, desernews.com
‎Program Pasaman Bangkit yang digagas Bupati Pasaman, Welly Suhery, bersama Wakil Bupati H. Parulian Dalimunthe, terus menunjukkan dampak positif dan mendapat sambutan luas dari masyarakat.

‎Dibawah kepemimpinan keduanya, berbagai sektor pembangunan bergerak secara simultan, mulai dari bidang pertanian, pendidikan, keagamaan, perekonomian, hingga pelestarian budaya, yang seluruhnya terintegrasi dalam semangat besar Pasaman Bangkit.

‎Komitmen pemerintah daerah dalam membangkitkan kualitas sumber daya manusia dan kehidupan sosial masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai keagamaan dan pembinaan karakter generasi muda.

‎Dalam beberapa bulan terakhir, gerakan Remaja Bangkit dan Masyarakat Bangkit terus digelorakan hingga ke tingkat kecamatan dan nagari.

‎Ditingkat kecamatan, pelaksanaan program tersebut dikoordinasikan langsung oleh para camat. Sementara di tingkat nagari, kegiatan dijalankan oleh wali nagari bersama perangkat nagari, tokoh masyarakat, serta aparatur pemerintah lainnya.

‎Di Kecamatan Dua Koto, gerakan ini dipimpin secara aktif oleh Camat Hapnil Wadi, yang dinilai berhasil menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan pembinaan sosial kemasyarakatan.

‎Melalui koordinasi yang baik dan pendekatan yang humanis, Hapnil Wadi mampu menjadikan Program Pasaman Bangkit sebagai gerakan kolektif yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat secara nyata.

Para ibu-ibu dan remaja sedang tekun mendengarkan sambutan dari Wali Nagari Cubadak Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin di minggu ke empat setiap bulan tersebut kini telah menjadi wadah mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

‎Di Nagari Cubadak Barat, program ini dipelopori oleh Wali Nagari Kesrianovi bersama perangkat nagari, kepala jorong Pembangunan Arifin Ahmat, para guru, serta tokoh masyarakat.

‎ Kepemimpinan Kesrianovi mendapat apresiasi karena mampu membangun sinergi yang kuat dalam menggerakkan masyarakat untuk memakmurkan masjid dan meningkatkan kesadaran beragama ditengah kehidupan sosial masyarakat.

‎Kegiatan Pasaman Bangkit di Nagari Cubadak Barat melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar tingkat SD, SMP, SMA yang usia remaja hingga masyarakat umum. Mereka secara bersama-sama memadati masjid untuk melaksanakan Shalat Magrib dan Isya berjamaah sebagai bentuk penguatan nilai spiritual dan pembentukan karakter generasi muda.

‎Salah satu kegiatan berlangsung di Masjid Al Muttaqin, Kampung Silang Empat, Cubadak Barat Minggu( malam Senin14/6/2026). Setelah pelaksanaan Shalat Magrib berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama yang berlangsung hingga menjelang Shalat Isya.

‎Ceramah agama pada kesempatan tersebut disampaikan oleh Elmila Dasti guru agama Islam SDN 07 Silang Empat Silalang,  Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan pentingnya memakmurkan masjid serta keutamaan bagi umat Islam yang meluangkan waktu untuk beribadah, mengikuti majelis taklim, dan menuntut ilmu agama.

Siswa SD, SMP dan SMA yang turut hadir dalam acara remaja bangkit di masjid Al Muttaqin Silang Empat.

Menurutnya, setiap langkah yang mengantarkan seseorang menuju masjid bernilai ibadah dan akan mendapatkan ganjaran pahala dari Allah SWT. Selain itu, kehadiran masyarakat dalam kegiatan keagamaan juga menjadi sarana memperkuat akhlak, mempererat silaturahmi, serta membangun kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.

‎Program Pasaman Bangkit yang digagas Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian Dalimunthe kini tidak hanya menjadi slogan pembangunan daerah, melainkan telah berkembang menjadi gerakan sosial dan spiritual yang hidup di tengah masyarakat.

‎Keberhasilan pelaksanaannya di Kecamatan Dua Koto dan Nagari Cubadak Barat menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, serta masyarakat mampu menghadirkan perubahan positif menuju Pasaman yang lebih maju, religius, dan berdaya saing.(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close