Motto BPJS Ketenagakerjaan Menyejukkan, Kinerja dan Pelayanan Kancab Tebingtinggi Mengecewakan

Tebingtinggi, desernews.com
Penyelenggaraan program jaminan sosial, merupakan salah satu tanggungjawab dan Kewajiban negara untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada masyarakat.
Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan telah menetapkan Motto, untuk ditanamkan dalam jiwa pekerjanya, yang narasinya sangat menyejukkan yaitu “Menjadi Jembatan Menuju Kesejahteraan Pekerja”.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki Visi dan Misi yang sangat menjanjikan yaitu Visi nya mewujudkan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang terpercaya, berkelanjutan dan menyejahterakan seluruh pekerja Indonesia.
Sedang Misi nya melindungi, melayani dan menyejahterakan pekerja dan keluarga dan Memberikan rasa aman, mudah dan nyaman untuk meningkatkan produktifitas dan daya saing peserta serta Memberikan kontribusi dalam pembangunan dan perekonomian bangsa dengan tata kelola baik.
Dalam suatu acara, Gubernur Sumatera Utara yang juga dihadiri Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut Henky Roshidien, mengapresiasi upaya yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan wilayah Sumabagut, untuk meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Pelayanan Kancab Tebing Mengecewakan
Melihat performa BPJS Ketenagakerjaan dengan Motto “Menjadi Jembatan Menuju Kesejahteraan Pekerja” yang selalu didengungkan oleh Manajemen puncak, gaungnya tak terasa di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Tebingtinggi.
Misi melindungi dan melayani serta tata kelola yang baik, jauh dari harapan warga yang ingin berurusan di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan KotaTebingtinggi.
Hanya gara-gara fotokopi KTP, seorang warga Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, berprofesi sebagai wartawan, batal mengurus pendaftaran baru Kepesertaan JKK-JKM-JHT BPJS Ketenagakerjaan dan karena jengkel menyobek formulir pendaftaran yang sudah tertulis jati diri pemohon.
Padahal pemohon sudah dua hari pulang pergi ke Kancab BPJS Ketenagakerjaan Tebingtinggi, namun akhirnya tak selesai dan batal, hanya karena Satpam memerintahkan warga tadi untuk mem-fotokopi KTP.
“KTP nya Bapak Fotocopi aja dulu,” ucapnya ketus dengan pandangan tidak ber-etika pada orang tua.
“Saya hanya menjalankan tugas pak,” katanya dengan tatapan angkuh, ketika disebutkan kalau biasanya cukup menyerahkan KTP Asli sudah bisa.
Ketika disebutkan bahwa saya seorang wartawan, Satpam Hendra nyeletuk ,” wartawan kenapa rupanya,” ucapnya dengan nada ketus, terkesan pongah, seperti ditirukan rekan wartawan yang mendengarnya.
Kebetulan wartawan yang hendak mengurus Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, tidak mendengar ucapan Satpam Hendra, karena terlebih dahulu keluar kantor. Tapi rekan wartawan yang belakangan keluar kantor mendengarnya.
Ketika warga tadi menyebutkan bahwa dirinya seorang Wartawan, Satpam dan pegawai Kancab BPJS Ketenagakerjaan Tebingtinggi, sepertinya tambah tidak menunjukkan sikap bersahabat.
Mereka tidak ada menunjukkan sikap menghargai pada profesi wartawan, tetap menunjukkan sikap angkuh dan arogan.
Soal fotokopi KTP, dipertanyakan kepada Pegawai Perempuan, apakah tidak bisa di copi melalui printer Kantor, dengan ketusnya Pegawai tadi mengatakan,” printernya rusak pak,” ucapnya dengan nada angkuh.

Kondisi tersebut juga tak sesuai dengan apa yang sering disampaikan Kepala Kancab saat mensosialisasikan tentang program BPJS Ketenagakerjaan kepada pengurus BKM se-Kota Tebingtinggi beberapa waktu lalu.
Inti penyampaiannya sangat simple dan mudah mengurus Kepesertaan baru, demikian juga saat melakukan klaim pembayaran.
Apalagi jika pada setiap acara, dihadiri pejabat Pemko Tebingtinggi, tak ada yang sulit berurusan di Kancab BPJS Ketenagakerjaan, semuanya terkesan baik-baik saja.
Demikian juga jika terjadi klaim pembayaran sangat mudah. Seperti pembayaran pada dua pengurus mesjid beberapa waktu yang lalu bertempat di Masjid Agung, dihadiri Pj. WalikotaTebingtinggi Drs. Syarmadani, M.Si, Kepala Cabang Arief langsung hadir dan ikut menyerahkan.
“Kalau ada pejabat memang seperti itu, terkesan mudah dan lancar semuanya. Tapi kalau berurusan di kantor, bapak aja sebagai wartawan diperlakukan seperti itu,” ucap beberapa warga yang pernah berurusan kesana.
Soal ucapan kembali besok lagi dan minta di fotocopi diluar, sudah hal biasa di kantor itu. Padahal di Kancab Medan saja, bisa mengurus hanya mengirim Foto KTP Via WA, setengah jam selesai, asal sudah dilaksanakan pembayaran.
Wartawan Dessernews.com membuktikan urusan di Kancab Medan sangat mudah. Dengan bantuan seorang rekan, diminta untuk memfoto KTP kemudian di WA dan transfer uang sesuai kepesertaan yang diikuti, setengah jam setelahnya sudah siap Kartu BPJS nya.
Padahal kita lagi duduk diwarung kopi, belum pun habis kopi yang kita seruput, sudah muncul Kartu BPJS Ketenagakerjaan di WA.
“Begitulah pak, perlu di ganti semua pegawai dan Satpamnya, karena banyak juga yang mengurus tidak diminta fotokopi KTP. Lagi pula, kantor kok bisa rusak semua printernya,” ungkap seorang warga sembari mengatakan bahwa BPJS Ketenagakerjaan kan mencari peserta baru sebanyak-banyaknya, agar mendapat pemasukan untuk pembiayaan.

Kepala Kancab BPJS Ketenagakerjaan Kota Tebingtinggi Arif Arfan, ketika hendak dikonfirmasi melalui seorang rekan, menjanjikan bisa ditemui Senin Siang, namun batal karena sakit. Hari Selasa dan Rabu juga tidak bisa ditemui, hingga berita ini diturunkan. (Sty/DN)




