Berita PilihanNasional

Masinton: Ambil Uang di ATM jadi Lambat Karena Menunggu Penampakan Wajah, BUMN Seperti Parpol

Anggota DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan Masinton Pasaribu saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Jakarta, desernews.com
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Masinton Pasaribu mengatakan, saat ini keberadaan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Kementerian BUMN) sedang dimaanfaatkan seperti layaknya partai politik (parpol).

Pasalnya, menurut dia, BUMN lebih banyak memajang foto menteri daripada foto Presiden Joko Widodo.

“Itu enggak boleh ada itu, cemen. Partai BUMN itu, dia memanfaatkan BUMN itu seperti parpol. Di mana-mana fotonya mejeng,” ujar Masinton dalam diskusi daring bertajuk “Kasak-kusuk Koalisi Partai dan Capres 2024”, Sabtu (14/10/2022).

Masinton pun menyoroti foto menteri yang ada di mesin ATM. Dia menyebutkan, saat berada di ATM harus menanti kemunculan foto menteri sehingga memperlambat transaksi.

“Katanya mau bantu masyarakat. Kita mau masuk ATM mempercepat tansaksi diperlambat karena ada penampakan wajah. Banyakan wajah menteri narsis ketimbang wajah presiden. Bayangin saja,” tegasnya.

Masinton pun mengatakan, semestinya fasilitas negara dan BUMN tak digunakan layaknya parpol. Apalagi, untuk pencitraan diri seorang menteri.

“Jangan memanfaatkan fasilitas negara, BUMN digunakan seperti parpol untuk pencitraan diri,” kata dia.

Meski sepanjang penjelasannya Masinton tak menyebutkan nama menteri tertentu, tetapi saat ini Kementerian BUMN diketahui dipimpin oleh Menteri Erick Thohir.

Menteri Erick kerap disebut dalam survei capres dan intens bersafari politik.

Sama halnya dengan Prabowo Subianto, pada Lebaran lalu, Erick bersilaturahim kepada Presiden Jokowi.

Sementara itu, Menteri Erick kerap mempromosikan UMKM di berbagai daerah, membuka operasi pasar murah minyak goreng dan gula di Pasuruan serta sowan ke sejumlah ulama pengasuh pondok pesantren di Pasuruan.(kom/DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close