Berita PilihanEkBisNusantara

Harga Karet Tinggi, PTPN I Gelorakan Efisien Lahan dan Digitalisasi

Pohon karet (ist (

Jakarta, desernews.com
Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas menyatakan sangat optimistis terhadap prospek harga karet di pasar global. Harga diprediksi akan tetap tinggi, bahkan di atas dua dolar Amerika per kilo gram.

Keyakinan ini didasari oleh tren penurunan pasokan global akibat konversi lahan karet ke kelapa sawit di negara-negara produsen utama seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Meski harga pernah menyentuh tiga Dolar Amerika per kilo gram, profitabilitas karet saat ini masih sangat baik, terutama dengan mempertimbangkan nilai tukar Rupiah yang mencapai Rp16.000 per dolar Amerika.

Analisis Teddy Yunirman Danas itu disampaikan di Jakarta, Kamis (30/7/25). Menghadapi kecenderungan itu, kata Teddy, PTPN I melakukan kajian dan menyusun strategi dengan analisis data dari seluruh potensi dan sumber daya yang ada saat ini. Menurut dia, PTPN I akan melakukan efisiensi pemanfaatan lahan, meningkatkan intensitas perawatan agar tanaman lebih sehat dan produktif, dan memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan bisnis.

“Konversi lahan belum menjadi pilihan. PTPN I mengambil pendekatan selektif. Konversi hanya akan dilakukan pada lahan yang benar-benar tidak produktif. Strategi ini mempertimbangkan dampak jangka panjang, mengingat periode 4-5 tahun tanpa hasil hingga tanaman baru dapat disadap, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap perencanaan yang matang dan berkelanjutan,” kata Teddy.

PTPN I bertekad mengoptimalkan potensi lahan melalui intensifikasi dan pengelolaan kebun yang lebih baik. Digitalisasi menjadi fokus utama, khususnya dalam pola panen. Perusahaan akan menerapkan sistem tracking berbasis GPS, dashboard harian untuk kebun dan pabrik, serta traceability dan pengamanan pengolahan dengan CCTV berbasis AI. Inisiatif ini bertujuan untuk mencegah kehilangan produksi di kebun dan meningkatkan efisiensi operasional.

Di sisi pemasaran, PTPN I beralih dari sistem lelang ke direct selling (B2B). Perusahaan kini menjual langsung kepada pemasok bahan baku ban, bukan lagi ke pabrik ban. Pendekatan ini diharapkan memberikan harga yang lebih baik karena industri hilirisasi membutuhkan pasokan kontinu dengan mutu yang terjamin, membuka peluang pasar yang lebih stabil dan menguntungkan.

Teddy mengungkapkan setelah merger pada 20 Desember 2023, PTPN I telah memetakan kekuatan dan kelemahan di sektor karet. Langkah-langkah efisiensi telah dilakukan, termasuk menutup pabrik pengolahan yang tidak efisien dan memindahkannya ke pabrik yang lebih terintegrasi. Digitalisasi juga menjadi inti dengan penyatuan berbagai aplikasi ke dalam satu dashboard terpadu, jelas Teddy.

Mengenai pemasaran Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo mengungkapkan, PTPN I juga berupaya memperluas pasar ekspor. Selain Uni Emirat Arab, India, dan Tiongkok, perusahaan membidik pasar Eropa, khususnya Jerman. Direktorat Pemasaran akan lebih agresif dalam menjalin kerja sama dengan importir luar negeri, termasuk berpartisipasi dalam pameran ekspo atau studi banding ke Thailand, menegaskan ambisi perusahaan untuk menjadi pemain global, ungkap Aris.

Selain itu, perusahaan juga membenahi tata kelola berdasarkan best practices global, dengan prinsip integritas, reward, dan punishment. Direktur Utama Teddy Damas menegaskan bahwa merger ini tidak akan mengakibatkan rasionalisasi atau PHK karyawan. Sebaliknya, perusahaan berkomitmen pada prinsip ESG (Environmental, Social, dan Governance), di mana keberlanjutan menjadi prioritas kedua setelah laba. PTPN I juga akan fokus pada sertifikasi produk yang memperhatikan lingkungan serta potensi kerja sama dalam carbon trading, menunjukkan dedikasi perusahaan terhadap pertumbuhan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, tutup Aris. (Rel)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close