Forum Silaturahmi BKM Kota Tebingtinggi Keluarkan Anggota dari Group WA Karena Beda Pilihan Capres

Tebingtinggi, desernews.com
Forum Silaturahmi Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Kota Tebingtinggi, mengeluarkan anggotanya, dari grup percakapan whatsapp, karena beda pilihan Calon Presiden pada Pilpres Tgl. 14 Pebruari 2024.
Menurut Informasi diperoleh Wartawan Desernews.com, Jum’at (16/2/2024), anggota yang dikeluarkan dari grup whatsapp tersebut, merupakan pendukung Calon Presiden Prabowo Subianto dan Cawapres Gibran Rakabuming Raka.
Sedang kebanyakan anggota lain, sesuai postingan di grup setiap hari, diperkirakan merupakan pendukung Capres Anies Baswedan dan Cawapres Muhaimin Iskandar. Dikatakan beberapa anggota BKM, dari awal kampanye, kebanyakan anggota grup WA BKM selalu men-share video yang menyudutkan Paslon 02 dan menggiring opini agar semua anggota berpihak ke salah satu paslon.
Pengurus BKM dari beberapa Masjid yang bersikap netral, dari awal sudah ada yang mengingatkan, agar percakapan di WA Grup BKM, tidak melulu berkaitan dengan kegiatan dukung mendukung, namun tidak diindahkan, malah pendukung 01 terus menerus setiap saat, mengirim video atau tulisan yang memojokkan paslon 02, malah sering yang berbau hoax pun di share.
Seharusnya, kata beberapa pengurus BKM, percakapan di Grup BKM tidak seharusnya setiap saat membahas kegiatan politik praktis, apalagi yang menjurus masalah dukung mendukung capres cawapres dan menjelek-jelekkan. “Masih banyak bahasan yang berkaitan dengan keagamaan atau bagaimana mengelola manajemen masjid dengan baik. Bukan urusan Pilpres yang bukan ranahnya,” ucap mereka.
Perdebatan
Dikeluarkannya anggota Grup WA BKM, bermula dari diskusi atau perdebatan berkaitan dengan hasil Pilpres, yang sesuai hasil Quick count di Televisi, Pilpres 2024 sementara diungguli Paslon 02 Prabowo-Gibran, dengan perolehan suara 58 persen lebih.
Namun, usai Pilpres tanggal 14 Pebruari, Kamis (15/2/2024), muncul dipercakapan whatsapp sebuah video dengan narasi “untuk pendukung 01 jangan panik, jangan percaya Quick count, tetap dikawal dan upload”.

Adanya video tersebut mendapat tanggapan anggota lain di grup wa, dengan mengatakan “uda tutup buku, wis kalah yo kalah la”, perjuangan terakhir, kalau ada bukti yang valid, bawa saja ke Mahkamah Konstitusi”.
Dari sini, bermunculan komen beragam. Ditengah diskusi dan debat panjang, tiba-tiba admin grup whatsapp Silaturahmi BKM Khairil Anwar, mengeluarkan anggota grup yang kebetulan pendukung 02 Prabowo-Gibran, sedang lawan debatnya diperkirakan dari pendukung 01 Anies-Cak Imin.
Ketika hal ini dipertanyakan ke lawan debat, salah seorang anggota wa, terkait dikeluarkan dari grup wa mendapat tanggapan,”yang keluarkan dari grup bukan saya,” ucapnya.
Sementara itu, anggota WA lain, Rudianto ketika diminta tanggapan mengatakan, makanya kemaren itu saya bilang, perbedaan nggak masalah. Anggap sebagai pendewasaan berpikir dan bersilaturahmi,” ucapnya menyayangkan ada anggota yang dikeluarkan dari grup.
Sedang Admin grup whatsapp BKM Khairil Anwar ketika di konfirmasi terkait mengeluarkan anggota dari grup, hanya mengirim tanda gambar, tiga buah salam takzim.
Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tebingtinggi ketika diminta tanggapannya mengatakan, “soal diskusi kok di keluarkan, kalau mengganggu grup baru…nanti saya tanyakan,” ucapnya via pesan whatsapp.
Beberapa pengurus BKM di Kota Tebingtinggi, ketika diminta pendapatnya terkait percakapan di grup whatsapp, mengatakan, sudah menyimpang kalau grup whatsapp BKM dimanfaatkan untuk kepentingan dukung mendukung capres, apalagi anggotanya punya pilihan beragam, baik paslon 01, 02, 03. Sangat disayangkan kalau penggiringan opini untuk paslon tertentu.
“Anggota grup whatsapp BKM kan punya pilihan berbeda, kalau pun ada percakapan, janganlah men-share yang menjelekkan atau menyudutkan paslon lain. Sudah perlu di perbaiki menshet dari mayoritas anggota WA grup tersebut, bila perlu adminnya diganti,” ungkap mereka yang menginginkan BKM menuju kearah yang lebih baik.
Bermutu
Sementara itu, beberapa pengurus BKM di Kota Tebingtinggi juga mengkritisi, kegiatan Arisan BKM se-Kota Tebingtinggi yang dilaksanakan setiap bulannya.
“Acaranya cuma gitu-gitu aja, kata sambutan, penarikan Lucky Draw kalau ada dan penarikan uang Arisan, selesai itu pulang, membosankan,” sebut mereka, seraya menyebutkan malah sering ditumpangi dengan acara bermuatan tidak ada kaitan dengan BKM.
“Seharusnya, buatlah acara bermutu mengandung unsur edukasi, bagaimana mengelola BKM dengan baik dan bagaimana bisa memakmurkan Masjid. Bila perlu, dibuat acara sarasehan yang mengupas tentang perkembangan Masjid di Indonesia serta sejarahnya. Makanya peserta arisan, makin lama berkurang,” sebut mereka.
Penulis: H. Suhartoyo




