Nasional

Dorongan Kepada Pemkab Pasaman Agar Kecamatan Dua Koto Dijadikan Sentra Tanaman Sayur Kembali Menguat

Hapnil Wadi saat jadi Camat di Dua Koto sempat tinjau lahan yang akan dijadikan tanaman kentang.


‎Pasaman, desernews.com
‎‎Dorongan kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman agar Kecamatan Dua Koto dijadikan sebagai sentra tanaman sayur kembali mengemuka.

‎Potensi alam yang dimiliki wilayah tersebut dinilai sangat mendukung pengembangan sektor pertanian hortikultura, khususnya tanaman sayur-sayuran.

‎Gagasan menjadikan Dua Koto sebagai sentra tanaman sayur sejatinya bukan hal baru. Pada masa kepemimpinan Bupati Pasaman Yusuf Lubis, wacana tersebut pernah digulirkan.

‎Namun, hingga berakhirnya masa jabatan beliau, rencana tersebut belum sempat terealisasi secara nyata di lapangan.

‎Upaya serupa kembali muncul pada masa kepemimpinan Sabar AS untuk menjadikan Kecamatan Dua Koto sebagai sentra tanaman kentang yaitu pada September 2024.

‎Wilayah ini dinilai memiliki potensi agroklimat yang sangat mendukung, baik dari segi ketinggian wilayah, kesuburan tanah, maupun pengalaman petani dalam mengelola komoditas hortikultura.

‎Rencana menjadikan Dua Koto sebagai sentra tanaman kentang telah masuk dalam agenda pembangunan daerah. Bahkan, program ini sempat ditandai dengan penyusunan dan diskusi awal feasibility study (studi kelayakan) pengembangan komoditi kentang di Kecamatan Dua Koto.

‎Dalam diskusi tersebut, berbagai pihak dilibatkan untuk mengkaji potensi teknis, ekonomi, hingga peluang pasar komoditas kentang dari wilayah Dua Koto.

‎Harapannya, hasil feasibility study dapat menjadi dasar kuat bagi pemerintah daerah untuk menetapkan kebijakan dan mengalokasikan anggaran secara berkelanjutan.

‎Namun hingga kini, rencana tersebut belum juga terealisasi di lapangan. Program yang digadang-gadang mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah itu masih sebatas wacana dan dokumen perencanaan.

‎Sejumlah masyarakat dan pelaku pertanian di Dua Koto menyayangkan belum berjalannya program tersebut. Mereka menilai, jika pengembangan sentra kentang benar-benar diwujudkan, maka akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, serta menjadikan Dua Koto sebagai salah satu daerah penyangga kebutuhan kentang di Sumatera Barat.

‎Masyarakat berharap pemerintah daerah saat ini dapat kembali menghidupkan dan merealisasikan rencana yang telah disusun tersebut, agar potensi besar Kecamatan Dua Koto tidak terus terpendam dan hanya berhenti pada tahapan perencanaan semata

‎Bukan itu saja pada saat  Hapnil Wadi, SH menjadi camat Dua Koto sebanyak enam kelompok tani di Jorong Purnama,nagari Cubadak Barat menggelar musyawarah yang dihadiri langsung oleh Camat Dua Koto, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Khairuddin Simanjuntak, anggota DPRD Pasaman Rona Riski, Wali Nagari Cubadak Barat Kesrianovi, pengurus kelompok tani dan anggota, serta para penyuluh pertanian.

‎Dalam musyawarah tersebut disepakati bahwa Kampung Silalang dan Kampung Baru akan dijadikan sebagai sentra tanaman kentang. Kesepakatan itu disambut antusias oleh para petani, mengingat kentang merupakan salah satu komoditas unggulan yang bernilai ekonomi tinggi.

‎Namun hingga kini, rencana tersebut tidak diketahui secara pasti kelanjutannya dan dinilai gagal terealisasi.

‎Padahal, apabila program tersebut benar-benar terwujud, diyakini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat secara signifikan. Kecamatan Dua Koto memiliki kondisi geografis dan iklim yang sangat cocok untuk pengembangan tanaman sayur, dengan suhu udara yang sejuk serta tanah yang subur.

‎Kesuburan wilayah Dua Koto dapat dibuktikan dari hasil tanaman sayur yang selama ini ditanam secara mandiri oleh masyarakat. Berbagai jenis sayuran tumbuh dengan baik dan memberikan hasil yang memuaskan, meskipun belum dikelola secara maksimal dalam skala sentra pertanian.

‎Masyarakat dan para petani berharap Pemerintah Kabupaten Pasaman dibawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery dapat kembali mengkaji dan merealisasikan program pengembangan sentra tanaman sayur di Kecamatan Dua Koto.

‎Dengan perencanaan yang matang dan dukungan berkelanjutan, sektor pertanian diyakini mampu menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat setempat.(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close