Nasional

Disparporabud Pasaman Gelar Lomba Memasak Rendang, Kecamatan Dua Koto Meraih Juara 1

Camat Dua Koto Hapnil Wadi SH didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Ny..Epi Hapnil Wadi foto bersama setelah mendapatkan piagam juara 1 dari Disparporabud Pasaman dengan putri pemasak rendang di Taman Eguator Museum Imam Bonjol,Rabu(21/9/2023).

Pasaman, desernews.com
Dinas Pariwisata,Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Pasaman,Sumatera Barat menggelar kegiatan lomba memasak rendang daging yang dilaksanakan di Taman Equator Museum Tuanku Imam Bonjol, Kamis (21/9/2023). Lomba masak rendang tersebut diikuti para putri dari 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman untuk mencari bibit bibit pemasak rendang khas Pasaman yang unggul.

Kala itu, Museum Tuanku Imam Bonjol berobah suasana menjadi beraroma sedap. Pasalnya siang hari itu para Putri Nagari dari seluruh kecamatan yang ada di Pasaman menunjukan kebolehannya dalam meramu rempah bumbu masakan daging segar untuk menjadi masakan rendang yang bernuansa khas Pasaman.

Begitu antusias kelihatannya Putri Nagari yang mewakili kecamatan masing masing. Rupanya ramuan khas tersendiri dalam membuat rendang tidak sama,namun tujuannya untuk mendapatkan suatu masakan yang rasanya lezat( lamak bahasa Minang).

Setelah dilaksanakan lomba merendang yang memakan waktu hampir satu hari itu, hasil penilaian pihak panitia penyelenggara keluar sebagai juara 1, diraih Kecamatan Dua Koto, juara 2 diraih Kecamatan Tigonagari dan juara 3 diraih Kecamatan Rao Selatan. Bagi peserta yang mendapatkan juara diberikan piagam penghargaan.

Kelihatan pada gambar Disparporabud sedang memantau para putri yang sedang memasak daging rendang khas Pasaman.

Kepala Disparporabud Pasaman, Ade Harlien menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian acara dalam festival titik kulminasi yang ada di Bonjol Pasaman. Selain memeriahkan fenomenal titik kulminasi, kegiatan ini juga diakui Ade untuk menggiatkan kembali kebudayaan dan menggairahkan pariwisata yang ada di Pasaman. Terutama di kawasan objek wisata yang ada, salah satunya di Museum Tuanku Imam Bonjol, satu daerah yang dilintasi khatulistiwa.

Secara terpisah, Kepala Bidang Kebudayaan, Jafar mengatakan, bahwa bersamaan dengan visi dan misi Pemkab Pasaman menjadikan Pasaman sebagai salah satu daerah tujuan wisata, tentunya perlu kerja keras untuk mewujudkan itu.

Salah satunya bagaimana cara menarik perhatian masyarakat untuk mengetahui dan bisa berinteraksi dan berkegiatan di objek wisata yang ada. Salah satunya di kawasan Museum Tuanku Imam Bonjol,ujar Jafar.(Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close