Wisata

Mengunjungi Kota Bersejarah Melaka, Malaysia

Catatan Perjalanan: H. Suhartoyo

Penulis H. Suhartoyo (kiri) dan H. Idris Sardi berfoto di Masjid Tengkera Malaka, Mesjid tertua di Malaysia yang dibangun pada Tahun 1728.

Malaysia, desernews.com
Bertetangga dengan Tanah Air Indonesia, Malaysia bisa dijadikan destinasi liburan jika ingin merasakan sensasi pergi ke luar negeri.

Penulis bersama dengan seorang rekan dari Medan H. Idris Sardi, berkesempatan berkunjung ke Kota Bersejarah Negeri Melaka di Malaysia.

Ditemani Kemanakan Kusmayani bersama suaminya Jamali, penulis bersama rekan dijemput dengan mengendarai mobil dari Bandara Kuala Lumpur International Airport, membutuhkan waktu dua jam sampai ke Kota Melaka.

Wisatawan Indonesia yang ingin berlunjung ke Negeri Malaka, cukup memakan waktu kurang lebih dua jam menggunakan jalur udara, bisa mengajak keluarga untuk menikmati indahnya negeri Melaka, mulai dari tempat wisata hingga kuliner yang lezat.

Kota memesona ini, adalah salah satu warisan dunia UNESCO dengan sejarah perdagangan yang kaya dan peninggalan dari berbagai budaya.

Melaka sangat menyenangkan untuk dijelajahi dan berjarak sekitar dua jam dari Kuala Lumpur.

Melaka merupakan salah satu tempat terbaik yang memiliki cerita sejarah untuk di kunjungi. Saat mengunjungi beberapa tempat bersejarah terbaik di Melaka, di sana bisa merasakan masa lalu ke salah satu kota paling bersejarah di Malaysia.

1. Masjid Tengkera
Masjid Tengkera Melaka atau Masjid Tranquerah, merupakan satu masjid tertua di Malaysia yang dibangun pada tahun 1728.

Struktur bata dari masjid bersejarah tersebut saat ini telah berusia lebih dari 200 tahun dan menampilkan fasad bergaya Sumatera.

Masjid ini juga memiliki menara yang menyerupai pagoda dengan pengaruh Tiongkok.

Masjid ini juga menampilkan beberapa kombinasi unsur-unsur budaya dalam arsitekturnya, di antaranya seperti Jawa, Melayu, Cina dan Indonesia/Nusantara.

Sebagai salah satu tempat wisata Melaka yang wajib dikunjungi, kita bisa menuju masjid melewati jalan menuju Port Dickson, Melaka sekitar sekitar dua kilometer.

Penulis H. Suhartoyo bersama H. Idris Sardi dan Kusmayani, berfose di Taman Kota Melaka yang sangat eksotik dan damai.

2. Stadthuys
Saat berkunjung ke Melaka jangan lupa untuk mengunjungi tempat wajibnya yaitu Stadthuys merupakan destinasi bersejarah yang berada sejak zaman penduduk Belanda di 1650.

Stadthuys merupakan nama yang berasal dari ejaan lama yang apabila diterjemahkan berarti balai kota dan berfungsi sebagai kantor gubernur pada masanya.

Bangunan merah yang besar ini, menampilkan seluruh fitur alami dari arsitektur kolonial Belanda termasuk pintu besar nan kokoh dan jendela louver.

Setelah selesai dibangun hingga tahun 1980, Stadthuys digunakan sebagai pusat administrasi pemerintahan selama 300 tahun.

Saat berada di area tersebut, Anda dapat mengunjungi beberapa atraksi utama di Melaka, seperti Museum Sejarah dan Etnografi, Air Mancur Memorial Ratu Victoria, Alun-Alun Belanda, Gereja Kristus, dan banyak bangunan indah bersejarah lainnya.

H. Idris Sardi, H. Suhartoyo dan Jamali, berfoto di depan Stadium Hang Jebat dan lokasi Museum yang sangat bersejarah di Kota Melaka.

3. Mausoleum Hang Jebat
Ini adalah makam tradisional Hang Jebat, seorang prajurit Melayu berpangkat tinggi pada masa pemerintahan Sultan Mansor Syah.

Tempat pemakaman dari Hang Jebat atau yang biasa dikenal dengan Mausoleum Hang Jebat ini terkenal sebagai tempat pemakaman megah yang didedikasikan untuk Hang Jebat, seorang pejuang legendaris sekaligus sahabat dekat dari pahlawan besar Melaka, Hang Tuah.

Ketika memasuki mausoleum tersebut, maka nantinya akan disambut dengan tulisan Jawi kuno yang terukir di pintu masuk sebagai tanda bahwa sudah memasuki area pemakaman pahlawan legendaris.

Aksara jawi tersebut umumnya berdiri berdampingan dengan makam bergaya Aceh yang biasanya digunakan untuk menandakan tempat pemakaman sultan atau menteri berpangkat tinggi.

Kami berfoto dengan latar belakang becak dayung hias yang siap mengangkut wisatawan keliling kota Melaka.

4. Museum Bahari Melaka
Saat berkunjung ke tempat objek wisata yang unik, Museum Bahari Melaka menjadi salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi saat kamu berada di sana.

Keunikan seluruh museum ini bisa dilihat, bahkan sebelum memasuki perimeter museum.

Museum ini dibangun sebagai replika kapal Portugis yang terkenal, Flor de la Mar, yang konon tenggelam dalam perjalanan ke Portugal sebagai bagian dari misi untuk membawa kembali hasil curian.

Saat mengunjungi tempat ini, bisa melihat banyak pameran artefak yang dikumpulkan dari berbagai zaman sejarah Melaka.

Penulis H. Suhartoyo dan H. Idris Sardi, berfoto dengan latar belakang Wisata Air menyusuri sungai membelah Kota Melaka yang bersih dan asri.

5. Sebuah Famosa
Dikenal pula sebagai Fortaleza de Malaca, Benteng A Famosa yang terletak di Jalan Parameswara, Bandar Hilir, Melaka merupakan bukti sejarah penjajahan Portugis pada tahun 1951.

Jejak Portugis di kota Melaka salah satunya bisa dilihat dari keberadaan benteng A Famosa yang sampai sekarang bekas-bekas peninggalannya masih berdiri kokoh.

Dibangun sejak tahun 1511, benteng ini jadi yang tertua di wilayah Asia Tenggara.

Meski tersisa satu, pintu gerbang benteng masih terlihat berdiri kokoh dan bisa dijadikan objek foto yang menarik.

A Famosa terdiri dari sisa-sisa gerbang yang bernama Porta de Santiago dan diketahui pernah menjadi pusat administrasi Portugis selama abad ke-16.
Dari berbagai sumber

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close