Masjid Al Muttaqin Silang Empat Gelar Pengajian Sambut Ramadhan 1447 H

Pasaman, desernews.com
Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah atau tahun 2026 Masehi, Masjid Al Muttaqin Silang Empat, Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menggelar kegiatan pengajian yang berlangsung khidmat dan penuh nuansa islami, Rabu malam 4 Pebruari 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah Ustadz Safni Wisman Lubis yang secara khusus diundang dari Pondok Pesantren Al Mukhlisin, Jembatan Panjang, Kabupaten Pasaman Barat.
Acara ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan dihadiri oleh kaum bapak dan ibu warga Silang Empat serta daerah sekitarnya.
Sebelum acara puncak berupa ceramah agama, rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai penampilan bernuansa Islami. Di antaranya pembacaan ayat suci Al-Qur’an beserta terjemahannya, pembacaan puisi religi, lantunan musik kasidah, serta pidato keagamaan yang dibawakan secara bergantian oleh santriwati Pondok Pesantren Al Mukhlisin Kajari atau Jembatan Panjang.

Acara yang dikemas secara sederhana namun penuh hikmah tersebut seluruhnya ditampilkan oleh para santriwati pesantren Al Mukhlisin yang turut hadir bersama Ustadz Safni Wisman Lubis. Para santriwati datang secara rombongan menggunakan satu unit kendaraan truk Colt Diesel.
Dalam ceramahnya, Ustadz Safni Wisman Lubis mengingatkan jamaah bahwa umat Islam tidak lama lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah, khususnya dalam pelaksanaan salat tarawih.
“Dalam salat tarawih hendaknya jangan terburu-buru dalam bacaan sehingga tidak ada tumakninahnya. Kasihan bapak-bapak dan mamak-mamak kita yang sudah lanjut usia. Tarawih itu artinya salat santai, bukan tergesa-gesa,” ujar Ustadz Safni.
Ia juga menyampaikan bahwa di Mekah, salat tarawih dilaksanakan sebanyak 23 rakaat. Pada masa Rasulullah SAW bersama para sahabat, salat tarawih dilakukan dengan jeda. Jika lelah, mereka beristirahat sejenak lalu melanjutkannya kembali, bukan dipaksakan dengan cepat sehingga bacaan Al-Fatihah hanya satu napas dan mengurangi kesempurnaan ibadah.
Selain itu, Ustadz Safni juga mengingatkan lima perkara dalam kehidupan yang harus disegerakan. Di antaranya menikahkan anak perempuan apabila telah siap menikah agar terhindar dari perbuatan yang dilarang agama.
Kemudian, menyegerakan pembayaran utang. Ia menasihati agar utang diselesaikan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan dan tidak menundanya.
Selanjutnya, pelaksanaan fardhu kifayah juga harus segera dilakukan apabila ada warga yang meninggal dunia.
“Orang yang meninggal ingin segera dimakamkan agar secepatnya berada di alam barzah. Maka fardhu kifayah hendaknya jangan ditunda,” jelasnya.
Kegiatan pengajian penyambutan bulan suci Ramadhan ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menjadi momentum persiapan rohani bagi masyarakat dalam menyambut Ramadhan 1447 Hijriyah.(H.Eddi Gultom)




