Aceh Darussalam

Berbakti Kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal Dunia

Al Ustazd Hermansyah Adnan, S.Ag, M.Sos.

Banda Aceh, desernews.com
Salah satu amal terbesar dalam Islam setelah mentauhidkan Allah adalah berbakti kepada kedua orang tua.  Hal ini disampaikan oleh Al Ustazd Hermansyah Adnan, S.Ag, M.Sos pada pengajian Rutin Sabtu Subuh , 9 Mei 2026 di Mesjid Tgk Jakfar Hanafiah Kampus UNMUHA Banda Aceh.

Lebih detail lagi Kata Ustazd Hermansyah Tidak ada manusia yang paling besar jasanya kepada kita setelah Allah SWT selain ayah dan ibu kita. Karena itu, Islam menempatkan kedudukan orang tua pada posisi yang sangat mulia.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an agar manusia bersyukur kepada-Nya dan kepada kedua orang tua. Ini menunjukkan bahwa penghormatan kepada orang tua bukan sekadar adat atau budaya, tetapi merupakan perintah agama yang sangat agung.

Ketika seseorang kehilangan orang yang paling dicintainya, terutama ayah dan ibu, maka akan muncul rasa hampa dalam hidupnya. Banyak orang yang baru merasakan besarnya kasih sayang orang tua setelah mereka tiada. Ketika masih hidup, terkadang keberadaan mereka dianggap biasa. Namun ketika mereka sudah meninggal dunia, barulah terasa betapa besar pengorbanan dan cinta yang telah mereka berikan.

Ada seorang sahabat datang kepada Rasulullah SAW dan berkata:
“Wahai Rasulullah, aku datang untuk berbaiat kepadamu untuk berhijrah dan berjihad demi mencari pahala di sisi Allah.” Lalu Rasulullah SAW bertanya:
“Apakah salah satu dari kedua orang tuamu masih hidup?”

Sahabat itu menjawab:
“Ya Rasulullah, bahkan keduanya masih hidup.” Maka Rasulullah SAW bersabda:
“Apakah engkau benar-benar ingin mencari pahala dari Allah?”

Ia menjawab:
“Benar, ya Rasulullah.” Rasulullah SAW bersabda: “Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan berbuat baiklah kepada mereka.”

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua lebih besar nilainya daripada hijrah dan jihad sunnah. Ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan birrul walidain dalam Islam.

Sering kali manusia mencari amal-amal besar yang terlihat hebat di mata manusia, tetapi lupa bahwa pahala besar justru ada di rumahnya sendiri, yaitu melayani ayah dan ibunya.

Bahkan Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, maka hendaklah ia berbuat baik kepada kedua orang tuanya.” Hadis ini memberi pelajaran bahwa keberkahan hidup seseorang tidak hanya ditentukan oleh kerja keras dan kepintaran, tetapi juga oleh bagaimana hubungan dia dengan kedua orang tuanya. Banyak orang bekerja siang malam mencari rezeki, tetapi hidupnya terasa sempit dan tidak tenang. Sebaliknya ada orang yang hidup sederhana, namun penuh keberkahan. Salah satu sebabnya adalah doa dan keridhaan orang tua.

Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda:
“Ada tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi pengabulannya:

-Doa orang yang teraniaya,

-Doa musafir,

-Doa orang tua kepada anaknya.

Karena itu jangan pernah meremehkan doa ayah dan ibu. Ridha Allah bergantung kepada ridha kedua orang tua, dan murka Allah juga bergantung kepada murka keduanya.

Bagaimana Jika Orang Tua Sudah Meninggal Dunia?

Pertanyaan pentingnya adalah: apakah hubungan anak dengan orang tuanya terputus setelah kematian? Jawabannya: tidak. Kasih sayang, bakti, dan doa seorang anak tetap dapat sampai kepada kedua orang tuanya walaupun mereka sudah berada di alam kubur.

Ada seorang sahabat dari Bani Salamah bertanya kepada Rasulullah SAW:
“Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk kebaktian yang dapat aku lakukan kepada kedua orang tuaku setelah mereka meninggal dunia?” Rasulullah SAW menjawab: “Ya, masih ada:

-Mendoakan keduanya,

-Memohonkan ampun untuk keduanya,

-Menunaikan janji-janjinya,

-Menyambung silaturrahim dengan kerabat yang tidak tersambung kecuali melalui keduanya, dan memuliakan sahabat-sahabat keduanya.

Hadis ini memberi pelajaran bahwa berbakti kepada orang tua tidak berhenti di pemakaman. Justru setelah mereka meninggal, anak yang saleh akan terus menghadiahkan amal dan doa kepada mereka.

Bentuk Bakti Kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal

1. Mendoakan dan Memohonkan Ampun

Inilah amal yang paling utama. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa ketika manusia meninggal dunia maka terputus amalnya kecuali tiga perkara, salah satunya adalah anak saleh yang mendoakannya.

Karena itu jangan biarkan hari berlalu tanpa mendoakan ayah dan ibu kita:
“Allahummaghfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira.”
Betapa bahagianya orang tua di alam kubur ketika menerima kiriman doa dari anak-anaknya.

2. Menjaga Nama Baik Orang Tua

Anak yang saleh menjadi cahaya bagi orang tuanya. Akhlak anak yang baik akan menjadi amal jariyah bagi ayah dan ibunya. Sebaliknya, perilaku buruk anak sering kali membuat nama orang tua ikut tercoreng.

Karena itu, menjaga shalat, akhlak, kejujuran, dan kehormatan diri juga termasuk bentuk bakti kepada orang tua.

3. Menyambung Silaturrahim

Rasulullah SAW mengajarkan agar kita tetap menjaga hubungan dengan keluarga, sahabat, dan orang-orang yang dekat dengan orang tua kita semasa hidupnya.

Kadang ada paman, bibi, sahabat ayah, atau teman ibu yang merasa bahagia hanya karena masih diperhatikan oleh anak dari sahabat lamanya. Itu termasuk amal yang sangat dicintai Allah.

4. Menunaikan Janji dan Hutang Orang Tua

Jika orang tua pernah memiliki hutang, nazar, atau janji yang belum tertunaikan, maka anak sebaiknya membantu menyelesaikannya. Ini bagian dari tanggung jawab dan bukti cinta kepada mereka.

5. Bersedekah Atas Nama Orang Tua

Para ulama menjelaskan bahwa pahala sedekah dapat dihadiahkan kepada orang tua yang sudah meninggal. Membangun masjid, membantu fakir miskin, wakaf Al-Qur’an, atau amal kebaikan lainnya dapat menjadi cahaya bagi mereka di alam kubur.

Kadang kita menyesal karena belum sempat membahagiakan orang tua ketika mereka masih hidup. Ada yang dahulu sibuk bekerja sehingga jarang pulang. Ada yang jarang menelepon ibunya. Ada yang belum sempat meminta maaf kepada ayahnya.

Namun Islam adalah agama yang penuh rahmat. Selama kita masih hidup, pintu bakti itu masih terbuka melalui doa dan amal saleh.

Jangan sampai kita hanya rajin menziarahi kuburan pada hari-hari tertentu, tetapi lupa mendoakan mereka setiap selesai shalat. Sebab yang paling dibutuhkan oleh penghuni kubur bukan bunga dan kemewahan makam, melainkan doa anak yang saleh.

Semoga Allah SWT mengampuni dosa kedua orang tua kita, melapangkan kubur mereka, menjadikan kubur mereka taman dari taman-taman surga, dan mengumpulkan kita kembali bersama mereka di surga Allah SWT.
Amin ya Rabbal ‘alamin. (T. Jamaluddin)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close