Perpisahan Penuh Haru, 45 Siswa Kelas IX SMPN 3 Dua Koto Insya Allah Resmi Dilepas

Pasaman, desernews.com
Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti halaman SMPN 3 Dua Koto di Silang Empat, Nagari Cubadak Barat, Kabupaten Pasaman, saat digelarnya acara pelepasan dan perpisahan 45 siswa/i kelas IX, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah dengan menampilkan hiburan organ tunggal tersebut dihadiri oleh para wali murid, ketua komite sekolah, majelis guru, serta undangan lainnya.
Berbagai penampilan seni turut memeriahkan acara, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tari persembahan, tari kreasi dari kelas VIII dan IX, pencak silat, musik tradisional ronggeng, hingga fashion show.
Selain itu, persembahan dari OSIS, penyerahan kenang-kenangan, lagu perpisahan, semakin menambah suasana emosional di penghujung acara.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut sukses terselenggara berkat kerja keras panitia yang dimotori oleh Wakil Kepala Sekolah, Maimirzal, S.Pd, yang bertindak sebagai pengatur acara dari awal hingga akhir.
Kepala SMPN 3 Dua Koto, Feri Famio, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, khususnya para wali murid dan majelis guru yang disebutnya sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”.
Ia mengaku bangga melihat antusiasme para orang tua yang telah hadir sejak pagi untuk mengikuti kegiatan tersebut. Feri juga memberikan apresiasi kepada siswa kelas IX yang tampil rapi dan penuh percaya diri dengan balutan seragam batik.
“Kalian adalah calon-calon pemimpin bangsa di masa depan,” ujarnya.
Tak lupa, ia juga menyampaikan terima kasih kepada siswa kelas VII, VIII, serta OSIS dan panitia yang telah bekerja selama lebih dari tiga minggu dalam mempersiapkan acara, sehingga terlaksana dengan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Dalam momen penuh haru itu, Feri mengenang perjalanan tiga tahun kebersamaan antara guru dan siswa. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada wali murid atas segala kekurangan selama proses pendidikan.
“Jika selama ini guru sering menegur, memarahi, atau menasihati, itu semua adalah bentuk kasih sayang kami kepada anak-anak,” tuturnya.
Ia optimistis seluruh siswa kelas IX akan lulus 100 persen dan berharap mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Feri juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap perubahan sikap siswa yang kini semakin mandiri dan berkarakter baik.
Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Ade Yanita, turut menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyukseskan acara. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para guru atas dedikasi dalam mendidik siswa selama tiga tahun.
“Kami menyadari tugas guru tidaklah mudah. Terima kasih atas kesabaran dan pengorbanan bapak dan ibu guru,” ujarnya.

Ade berharap para siswa tidak menganggap perpisahan ini sebagai akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih gemilang, termasuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SLTA hingga perguruan tinggi.
Perwakilan wali murid, Perayeni, dalam sambutannya juga menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf kepada para guru atas segala tingkah laku siswa selama menempuh pendidikan.
Acara ditutup dengan doa bersama dan makan siang, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir dalam momen perpisahan penuh kenangan tersebut.(H.Eddi Gultom)




