MedanPTPN

50 Ribu Pensiunan Ex PTPN III Dan IV Siap Grudug Kantor Holding Perkebunan Jakarta Jika Uang Beras Dihapuskan

FKPPN peduli saat memberikan bantuan sembako kepada pensiunan karyawan pelaksana Kebun Rambutan, Pabatu dan PKS Rambutan.

Medan, desernews.com
50 ribu Pensiunan Ex PTPN III dan IV siap menggrudug Kantor PTPN III Holding Perkebunan Nusantara di Jakarta, jika uang beras yang selama bertahun-tahun telah mereka terima, akan dihapuskan.

“Kami siap mati, untuk mempertahankan hak kami, jika isu akan dihapusnya uang beras oleh Direksi Holding Perkebunan Nusantara benar-benar diberlakukan,” ucap puluhan pensiunan, seraya menyatakan jangan sesuatu yang sudah dinikmati akan dihapus begitu saja.

“Inilah perbuatan segelintir orang yang berbuat zolim, tanpa punya perasaan kalau nasib ratusan pensiunan perkebunan saat ini sangat memprihatinkan. Kami minta agar kantor Direksi PTPN dikembalikan dikawasan perkebunan, supaya mereka para direksi tau kondisi pekerja dan pensiunan dilapangan. Jadi mereka tidak melihatnya hanya dari Jakarta dan percaya pada omongan konsultan saja,” ujar pensiunan lain dengan nada geram dan marah.

Banyak pensiunan karyawan Ex PTPN yang selalu menerima bantuan sembako dari organisasi sosial.

“Mereka para direksi yang saat ini menjabat, ditugaskan untuk memajukan perusahaan dengan raihan laba lebih meningkat, serta mensejahterakan pekerja dan pensiunan. Bukan memperoleh laba besar, tapi menghalalkan segala cara demi ambisi pribadi, agar tetap jadi direksi, walau itu diatas penderitaan pekerja dan para pensiunan,” ungkap beberapa pengamat perkebunan di Kota Medan.

Informasi mencuatnya isu akan dihapusnya uang beras pensiunan karyawan pelaksana Ex PTPN III dan IV, disampaikan beberapa pengurus SPBUN pada Wartawan Desernews.com dua Minggu lalu. Menurut mereka, Direksi PTPN IV Palmco dan konsultan, telah membahas tentang akan dihapusnya uang beras pensiunan di Ex PTPN III dan IV. “Tinggal nunggu suratnya aja turun,” jelas mereka.

Sementara itu, Wartawan Desernews.com mendapat kabar dukacita akan dihapusnya uang beras, dari beberapa karyawan pelaksana Ex PTPN IV Palmco Regional I dan II. Sudah banyak pensiunan karyawan pelaksana di kebun-kebun mendengar kabar tersebut. Seperti pensiunan karyawan pelaksana Kebun Rambutan, Pabatu, Tanah Raja, Tanah Itam Ulu, Adolina, Mayang, Ajamu, Berangir, Rantau Prapat dan lainnya. “Semua resah gelisah, apabila uang beras dihapus. Gaji kami selama ini 700 ribu include uang beras, maka jika uang beras dihapus, ya tinggal 490 ribu,” ucap seorang pensiunan berusia 70 tahun, yang tinggal digubug reot dengan nada sedih.

Kantor Head Region PTPN IV Palmco Regional I (Ex PTPN III) Medan.

Menurut mereka, yang enggan disebut namanya karena khawatir ada tindakan dari manajemen mengatakan, barusan ada zoom meeting pihak manajemen Jakarta dengan Medan, bahwa Pemberian Uang Beras Untuk Para Pensiunan Karyawan Pelaksana akan dihapuskan/ditiadakan lagi.

“Semua atas instuksi Direksi PTPN IV Palmco. Surat Resmi dari Direksi Palmco telah dikirim ke Head Region PTPN IV Palmco Regional II,” ucap mereka, seraya mengatakan surat resmi atau memo mengenai penghapusan bantuan uang beras pensiunan secepatnya akan dishare Kantor Pusat ke seluruh Unit/Kebun. Kemudian akan disusul dengan Sosialisasi yang akan melibatkan petugas Unit/Kebun bersama P3RI.

Barisan FKPPN siap membela karyawan pelaksana yang uang berasnya akan dihapus.

Para pensiunan Ex PTPN III dan IV, dengan nada keras mengecam kebijakan Direktur Utama PTPN IV Palmco Sujatmiko, yang akan menghapus pemberian bantuan beras untuk karyawan pelaksana Ex PTPN III dan IV. Karena uang beras tersebut sudah puluhan tahun mereka terima.

“Kami minta Meneg BUMN Erick Thohir segera mencopot Sujatmiko dari kursi Dirut PTPN IV Palmco dan Dirut PTPN III Holding Perkebunan Nusantara Mohammad Abdul Ghani, karena telah membuat resah puluhan ribu pensiunan karyawan pelaksana,” ucap Ketua Umum Komunitas Peduli Pensiunan Perkebunan Nusantara (KP3N) H. Zulkifli Barus.

Uang beras merupakan kebutuhan hakiki manusia, dalam hal ketahanan pangan, apalagi untuk para pensiunan karyawan pelaksana, yang telah mengabdikan tigaperempat hidupnya di alam perkebunan. “Sangat zolim mereka dan sudah layak Dirut Palmco Sujatmiko dan Dirut Holding Abdul Ghani dicopot. Tak layak mereka mengurus PTPN,” tegas Zulkifli Barus dengan nada geram.

Kondisi perumahan karyawan rusak parah tidak ada perhatian Dirut PTPN IV Palmco, telah ditinggalkan pekerja dan bermukim di rumah kampung milik orang tuanya

Beberapa Pengurus SPBUN disana mengharapkan, agar Pengurus P3RI Cabang Ex PTPN III dan IV, tidak ikut mensosialisasikan soal penghapusan uang beras. “Kalau mereka ikut, berarti mereka telah mencederai perasaan ribuan karyawan aktif dan pensiunan karyawan pelaksana dan sudah menjadi corong manajemen untuk menzolimi kawan-kawannya sendiri,” cetus mereka.

Ketua Umum DPN FKPPN Drs. H. N. Serta Ginting sangat mengecam kebijakan Direksi PTPN IV Palmco, terkait beredarnya isu akan dihapusnya pemberian uang beras pensiunan karyawan pelaksana.

Kondisi tanaman sawit di lingkup PTPN IV Palmco Regional I Medan.

“Hal ini tidak boleh terjadi, apalagi DPN FKPPN sebagai salah satu stakeholder organisasi pensiunan resmi, tidak ada diberitahu sebelumnya. DPN FKPPN akan mengambil sikap tegas untuk membela pensiunan dari kezoliman. Jangan mereka bermain-main dibelakang FKPPN,” kata Serta Ginting ketika dihubungi Via Handphone, Senin Pagi (19/5/2025), sembari menyebutkan telah menugaskan pengurus DPN FKPPN untuk mencari tau kebenaran infonya. (Sty/DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close