Aceh Darussalam

Zulfan Diara Gayo, “Kelising” Energi Baru Perpusip Aceh Tengah

Ist.

Takengon, desernews com
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Aceh Tengah Zulfan Diara Gayo memberikan apresiasi yang tinggi atas Penggiat Literasi berkelas nasional Dr. Salman Yoga atas terbitnya buku berjudul “Kelising” yang diperkenalkan melalui sebuah forum diskusi dan bedah buku, diselenggarakan Dispusip Jakarta dan PDS HB Jassin, (4/10/2025)

“Apresiasi kami terhadap budayawan Gayo Raya Dr. Salman Yoga yang telah membawa harum nama daerah di tingkat nasional serta mendapat sambutan yang sangat baik oleh penggiat literasi di Jakarta,” ujarnya.

“Kami sebagai pengelola perpustakaan dan Arsip Aceh Tengah tentunya mendapatkan energi baru atas lahirnya karya Dr. Salman yoga ini. Kami juga berharap bagi generasi muda pegiat literasi Aceh Tengah untuk selalu berperan aktif dan tampil di forum diskusi lainnya,” sambungnya.

Zulfan Diara Gayo menambahkan lagi, gayo raya sangat butuh penulis dalam karya litersi berbentuk buku. Kami juga akan berupaya semaksimal mungkin memfasilitasi penulis penulis muda untuk menerbitkan karyanya.

“Literasi bukan sekadar perhelatan seremonial, melainkan ruang untuk merayakan gagasan, menumbuhkan minat baca, dan memperkuat budaya menulis serta berkarya. Literasi adalah fondasi peradaban. Dari literasi lahirlah pemikiran, inovasi, dan daya saing generasi kita. Gayo Raya harus menjadikan literasi sebagai identitas dan gaya hidup masyarakatnya,” ungkap Zulfan Diara Gayo

Zulfan D. Gayo juga menyinggung pentingnya literasi digital di era modern. Literasi hari ini tidak hanya sebatas membaca dan menulis, tetapi juga literasi digital, literasi budaya, hingga literasi keuangan.

“Generasi muda kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan akar budaya dan jati diri kita. Diakhir penutup Zulfan mengatakan. Kalau buku tentang Gayo tidak ada lagi yang menulis, Peradaban Gayo apa yang akan kita tinggalkan kepada generasi muda,” ucapnya.

“Jika buku tentang Gayo sudah tak mau kita baca,apa yang kita sisa kan untuk sebuah peradaban kepada generasi Gayo yang akan datang,” pungkasnya.(T.Jamaluddin)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close