Warga Panti Diserang Beruang Saat Menyadap Karet, Kapolsek IPTU Arifin Bergerak Cepat

Pasaman (Panti ), desernews.com
Warga Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat dikejutkan dengan peristiwa serangan binatang buas jenis beruang yang mengakibatkan seorang warga mengalami luka robek pada bagian kaki.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, di kebun karet milik Yulnitawati, kawasan Koto Baru, Jorong Petok Timur, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman.
Berdasarkan laporan kepolisian, saat kejadian Yulnitawati sedang melakukan aktivitas menyadap getah karet di kebunnya yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah korban dan kawasan permukiman masyarakat.
Ketika sedang bekerja, secara tiba-tiba seekor beruang muncul dari arah depan korban. Karena merasa terancam, korban berupaya mengusir satwa tersebut dengan suara keras. Namun, upaya itu justru membuat beruang mendekat dan menyerang korban.
Beruang tersebut menggigit bagian betis kaki kanan korban. Korban berusaha menarik kakinya dari gigitan hingga akhirnya terjatuh ke bagian bawah kebun sembari berteriak meminta pertolongan.
Suami korban, Rahmat Hidayat, yang juga berada di sekitar lokasi kebun, segera berlari mendatangi korban. Saat ditemukan, korban telah terjatuh dengan kondisi kaki mengalami luka dan mengeluarkan darah.
Rahmat kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke Polindes Koto Baru untuk mendapatkan pertolongan awal. Selanjutnya, korban dirujuk ke Rumah Sakit Ibnu Sina Panti untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Akibat serangan tersebut, Yulnitawati mengalami luka robek pada kaki sebelah kanan. Hingga laporan ini dibuat, korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Ibnu Sina Panti dalam kondisi sadar.
Kapolsek Panti Responsif, Polisi Koordinasikan Penanganan dengan BKSDA
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kapolsek Panti IPTU Arifin bersama jajaran bergerak melakukan langkah-langkah penanganan untuk memastikan kondisi di lapangan tetap aman serta mencegah terjadinya kejadian serupa.
Kepolisian melakukan pendataan terhadap korban, mendatangi lokasi kejadian atau tempat perkara (TKP), serta berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terkait keberadaan satwa liar tersebut.
Selain itu, pihak kepolisian juga menyampaikan imbauan kepada pemuka masyarakat agar informasi mengenai kemunculan beruang tersebut segera diteruskan kepada warga. Masyarakat yang beraktivitas di sekitar perkebunan diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri maupun satwa liar.
Langkah cepat Kapolsek Panti IPTU Arifin tersebut menunjukkan respons kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada penanganan setelah kejadian, tetapi juga mengedepankan aspek pencegahan dan keselamatan masyarakat.
Kepolisian mengimbau warga, khususnya yang bekerja di kawasan perkebunan yang berdekatan dengan habitat satwa liar, agar tidak bekerja seorang diri dan segera melapor kepada aparat apabila menemukan tanda-tanda keberadaan beruang atau satwa liar lainnya.
Hingga saat ini, situasi di wilayah tersebut dilaporkan aman dan terkendali. Kepolisian bersama pihak terkait terus memantau perkembangan situasi guna menjaga keselamatan masyarakat.(H.Eddi Gultom)




