Nusantara

MTQ Jadi Instrumen Pembangunan Moral, Camat Hapnil Wadi Apresiasi Komitmen Bupati Pasaman

Bupati Pasaman, Welly Suhery ST.


‎Pasaman (Dua Koto), desernews.com
‎‎Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tidak semata-mata dipandang sebagai ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi telah menjadi bagian penting dari strategi pembangunan moral dan karakter masyarakat. Komitmen tersebut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pasaman di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery.

‎Hal itu disampaikan Camat Dua Koto, Hapnil Wadi, SH, saat memberikan sambutan pada pelaksanaan MTQ III Nagari Cubadak Tengah, Kecamatan Dua Koto, Minggu (30/8/2026).

‎Menurut Hapnil Wadi, pembangunan daerah tidak selamanya harus diukur dari pembangunan fisik. Pembangunan sumber daya manusia, khususnya pembentukan akhlak, moral dan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an, merupakan fondasi yang jauh lebih penting dalam membangun masa depan daerah.

‎“Masalah MTQ menjadi perhatian khusus pemerintah daerah. Kita ingin pembangunan bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan moral,” ujar Hapnil Wadi.
‎Ia menjelaskan, sebelumnya pelaksanaan MTQ di tingkat kecamatan belum mendapatkan dukungan anggaran yang memadai.

‎Namun, kondisi tersebut mulai berubah seiring dengan kebijakan dan program Bupati Pasaman Welly Suhery yang memberikan perhatian terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat.

‎“Pada sebelumnya memang tidak ada dianggarkan untuk pelaksanaan MTQ, anggarannya nol. Alhamdulillah, berkat program-program Pak Bupati, beliau telah menganggarkan untuk pelaksanaan MTQ di kecamatan maupun tingkat Kabupaten Pasaman,” jelasnya.

‎Dengan adanya dukungan anggaran tersebut, menurut Hapnil Wadi, pemerintah kecamatan bersama pemerintah nagari kini dapat lebih fokus mempersiapkan pelaksanaan kegiatan tanpa dibebani persoalan pembiayaan.

‎“Kita tidak perlu memikirkan lagi masalah biaya. Kita siap, setelah biayanya juga siap. Jadi kita tinggal melaksanakan. Mudah-mudahan pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik,” katanya.

‎MTQ Jadi Wadah Menjaring Generasi Qur’ani

‎Dalam kesempatan itu, Hapnil Wadi juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan MTQ di Nagari Cubadak Tengah yang dinilainya mampu menjadi wadah menampung aspirasi masyarakat, khususnya generasi muda.

‎Ia menyebut, Kecamatan Dua Koto saat ini terus mendorong agar seluruh nagari melaksanakan MTQ. Dari seluruh nagari yang ada, tinggal satu nagari yang belum melaksanakan kegiatan serupa dan direncanakan dapat dituntaskan pada September 2026.

‎“Di Kecamatan Dua Koto, ini merupakan MTQ tingkat nagari yang ketiga, sedangkan untuk tingkat kecamatan merupakan MTQ yang keenam. Tinggal satu nagari lagi yang belum melaksanakan MTQ dan insyaallah bulan September ini kita rencanakan selesai,” ungkapnya.

Camat Dua Koto, Hapnil Wadi SH.

‎Setelah seluruh nagari menyelesaikan MTQ, pemerintah kecamatan juga akan mempersiapkan MTQ tingkat Kecamatan Dua Koto pada September. Agenda tersebut menjadi tahapan penting untuk melakukan seleksi sekaligus pembinaan calon kafilah yang akan mewakili Kecamatan Dua Koto pada MTQ tingkat Kabupaten Pasaman.

‎“MTQ tingkat Kabupaten Pasaman direncanakan pada November. Karena itu, September kita selesaikan tingkat kecamatan, kemudian masih ada waktu untuk melakukan pembinaan terhadap kafilah-kafilah kita,” tuturnya.

‎Dorong Qasidah Tingkat Kecamatan
‎Tidak hanya MTQ,

‎Hapnil Wadi juga menyambut positif kegiatan qasidah yang turut memeriahkan MTQ III Nagari Cubadak Tengah. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai positif karena mampu mengakomodasi kreativitas dan aspirasi masyarakat, terutama kaum ibu dan anak-anak.

‎Bahkan, ia mengaku terinspirasi dari kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Nagari Cubadak Tengah untuk mendorong lahirnya lomba qasidah tingkat Kecamatan Dua Koto.

‎“Pada hari ini ada kegiatan yang cukup meriah dan mampu menampung aspirasi, termasuk aspirasi ibu-ibu dan anak-anak, yaitu qasidah. Kita juga akan merencanakan lomba qasidah tingkat Kecamatan Dua Koto. Kita terpancing oleh Pak Wali Nagari Cubadak Tengah,” ujarnya disambut apresiasi masyarakat.

‎Menurutnya, berbagai kegiatan bernuansa keagamaan dan seni Islami tersebut perlu terus dikembangkan karena dapat menjadi ruang positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah kehidupan sosial.

‎Peserta Diminta Tampilkan Kemampuan Terbaik

‎Kepada seluruh peserta dan kafilah MTQ, Camat Hapnil Wadi berpesan agar menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menimba pengalaman.

‎Ia menegaskan, peserta terbaik nantinya diharapkan dapat menjadi wakil Kecamatan Dua Koto pada MTQ tingkat Kabupaten Pasaman.

‎“Kepada para peserta dan kafilah, mari kita tunjukkan kemampuan kita. Ini akan menjadi cikal bakal yang nantinya diutus ke tingkat kecamatan, kemudian dari kecamatan akan diutus ke tingkat kabupaten,” katanya.

‎Hapnil Wadi juga mengingatkan dewan hakim dan dewan juri agar menjalankan tugas secara profesional, objektif dan penuh keadilan sehingga hasil perlombaan benar-benar mencerminkan kemampuan para peserta.
‎“Kami berharap kepada dewan hakim dan dewan juri agar memberikan penilaian seadil-adilnya. Mudah-mudahan hasilnya sesuai dengan kemampuan yang ada, jangan dibuat-buat,” tegasnya.

‎Apresiasi untuk Bupati Welly Suhery

‎Dalam sambutannya, Hapnil Wadi juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Pasaman Welly Suhery yang berhalangan hadir dalam pembukaan MTQ III Nagari Cubadak Tengah karena menjalankan tugas lain pada waktu yang bersamaan.

‎“Atas nama pemerintah, kami menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Bupati Pasaman Welly Suhery yang pada kesempatan ini tidak dapat hadir bersama kita karena ada tugas pada hari, jam dan tanggal yang sama.

‎ Mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Kecamatan Dua Koto, khususnya masyarakat Cubadak Tengah,” ujarnya.

‎Kendati tidak dapat hadir secara langsung, perhatian Bupati Welly Suhery terhadap pelaksanaan MTQ dinilai telah dibuktikan melalui dukungan program dan penganggaran kegiatan keagamaan di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

‎Kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan Pasaman tidak hanya diarahkan pada penguatan infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan manusia yang berkarakter, berakhlak dan memiliki landasan nilai-nilai keagamaan.

‎Di hadapan masyarakat, turut memberikan sambutan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Selamat Simamora serta anggota DPRD Kabupaten Pasaman Hamdan.

‎Sementara itu, Camat Hapnil Wadi juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap suksesnya pelaksanaan MTQ III Nagari Cubadak Tengah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, tokoh agama, masyarakat dan generasi muda merupakan modal utama untuk menjadikan MTQ bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebagai gerakan bersama dalam membangun generasi Pasaman yang religius dan berkarakter.

‎Dengan dukungan kebijakan Bupati Welly Suhery dan koordinasi yang kuat di tingkat kecamatan di bawah kepemimpinan Hapnil Wadi, pelaksanaan MTQ di Kecamatan Dua Koto diharapkan semakin berkualitas serta mampu melahirkan qari dan qariah terbaik yang tidak hanya berprestasi dalam perlombaan, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close