Nusantara

Kadisdik Pasaman Tekankan Pelayanan Prima Bagi Guru dan Kepala Sekolah, Wujudkan Birokrasi Pendidikan yang Humanis

Kadisdik Pasaman, Muslim SPd, MPd.


‎Pasaman, desernews.com
‎‎Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Muslim, S.Pd., M.Pd., terus menegaskan pentingnya budaya pelayanan prima di lingkungan Dinas Pendidikan.

‎Menurutnya, setiap guru dan kepala sekolah yang datang mengurus berbagai keperluan administrasi harus mendapatkan pelayanan terbaik, cepat, tepat, dan terukur sehingga mereka merasa dihargai serta memperoleh kepuasan dalam berurusan dengan pemerintah.

‎Dalam berbagai kesempatan, Muslim selalu mengingatkan seluruh staf dan pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Pasaman agar menjadikan pelayanan sebagai prioritas utama.

‎”Berikan pelayanan prima kepada mereka, cepat, tepat, dan terukur agar guru maupun kepala sekolah yang datang dari berbagai kecamatan merasa senang dan puas,” tegas Muslim.

‎Pejabat yang dikenal dekat dengan dunia pendidikan itu menilai bahwa pelayanan yang baik tidak hanya mencerminkan profesionalisme aparatur, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan kepada para pendidik yang telah mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi bangsa.

‎Ayah dari dua orang anak tersebut juga menekankan bahwa setiap urusan yang dibawa oleh guru maupun kepala sekolah harus diselesaikan secara efektif agar mereka tidak perlu datang berulang kali ke kantor Dinas Pendidikan.

‎”Saya selalu sampaikan kepada seluruh anggota, bantu mereka dengan cepat dan tepat. Jangan sampai mereka harus bolak-balik mengurus hal yang sama. Selain mengeluarkan biaya tambahan, waktu mereka juga banyak tersita,” ujarnya.

‎Muslim memberikan gambaran mengenai beratnya perjuangan para guru dan kepala sekolah yang datang dari daerah-daerah terpencil di Kabupaten Pasaman.

‎ Ia mencontohkan Kecamatan Mapat Tunggul Selatan yang berpusat di Sungai Lolo, wilayah yang membutuhkan waktu dan tenaga tidak sedikit untuk menjangkau ibu kota kabupaten.

‎Menurutnya, jika seseorang telah menempuh perjalanan jauh namun tidak mendapatkan perhatian dan pelayanan yang layak, tentu akan menimbulkan rasa kecewa yang mendalam.

‎”Bayangkan jika kantor Dinas Pendidikan berada di Mapat Tunggul Selatan, sementara kita yang datang dari sini untuk mengurus keperluan tugas. Sampai di sana kita tidak diacuhkan atau tidak dipedulikan. Tentu kita akan merasa kecewa. Karena itu, kita harus menempatkan diri pada posisi mereka,” tutur Muslim.

‎Pemahaman tersebut, lanjutnya, menjadi alasan mengapa dirinya tidak pernah bosan mengingatkan seluruh jajaran agar selalu mengedepankan sikap ramah, responsif, dan penuh empati dalam melayani masyarakat pendidikan.

‎Komitmen Muslim terhadap pelayanan publik tidak lahir secara instan. Ia mengaku memahami betul perjuangan para guru karena pernah merasakan perjalanan panjang dalam kariernya sebagai aparatur sipil negara.

‎Setelah mengabdi selama 21 tahun sebagai PNS di berbagai bidang pendidikan, barulah ia dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman.

‎Pengalaman panjang tersebut membentuk karakter kepemimpinannya yang dikenal rendah hati, komunikatif, dan dekat dengan kebutuhan guru maupun kepala sekolah.

‎Dibawah kepemimpinannya, Dinas Pendidikan Pasaman terus berupaya membangun budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan, profesionalisme, serta kepuasan masyarakat pendidikan.

‎Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Dinas Pendidikan Pasaman dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan humanis, sehingga seluruh insan pendidikan dapat memperoleh pelayanan yang berkualitas demi mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Pasaman.(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close