Daerah

Camat Percut Sei Tuan Bergerak Cepat Redam Potensi Komplik Lewat Deklarasi Damai Umat Beragama

Camat Percut Sei Tuan, Asma Fitriyan Syukri turut membubuhkan tangan pada deklarasi damai umat beragama.

Percut Sei Tuan, desernews.com
Camat Percut Sei Tuan A. Fitriyan Syukri, S.STP M.Si bergerak cepat meredam potensi komplik di wilayahnya dengan mengumpulkan tokoh masyarakat dan pemuka agama melakukan deklarasi damai umat beragama, Senin (31/12/2025).

Langkah cepat itu dilakukan Camat Percut Sei Tuan bersama tokoh lintas agama sehubungan dengan ulah salah seorang warga yang diduga ODGJ mencoba ingin membakar Vihara Nam Hai Kwan Im, salah satu rumah ibadah di Bagan Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Sabtu 27 Desember 2025 lalu.

Jul, 50 tahun seorang wanita warga Percut Sei Tuan yang ddiduga mengalami ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) ketika itu mencoba ingin membakar tempat ibadah salah satu agama di Percut Sei Tuan. Kelakuan Jul itu nyaris memantik komplik ditengah masyarakat.


Camat Percut Sei Tuan Asma Fitriyan Syukri diabadikan foto bersama tokoh masyarakat dan pemuka agama usai melakukan penandatanganan Deklarasi Damai Umat Beragama. 

Namun berkat kepiawaian dan pengalaman Camat Asma Fitriyan Syukri dalam menangani komplik di tengah masyarakat, mulai dari ia menjabat sebagai Camat Galang, Syukri langsung bergerak cepat mengumpulkan tokoh masyarakat dan pemuka agama di Percut Sei Tuan untuk melakukan deklarasi damai.

Camat Percut ketika ditemui desernews.com, membenarkan ulah Jul yang mencoba ingin membakar Vihara Nam Hai Kwan Im.

Namun kata Camat Percut Sei Tuan, perbuatan Jul yang ingin membakar Vihara tersebut tidak ada unsur pelecehan atau berkaitan dengan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).

“Iya benar, Jul ingin melakukan percobaan pembakaran Vihara Nam Hai Kwan Im di Bagan Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Sabtu 27 Desember 2025 lalu. Tetapi masalah ini tidak mengandung unsur SARA”, tegas Asma Fitriyan Syukri.

Dikatakan Camat, perbuatan tercela itu dilakukan Jul, yang diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Dan kini Jul masuk dalam observasi pihak kepolisian.

“Jadi tidak ada unsur penistaan terhadap agama mana pun, begitupun kita sudah serahkan persoalan hukumnya kepada pihak kepolisian,” ujar Camat saat memimpin Deklarasi Damai Umat Beragama Kecamatan PS Tuan yang dilaksanakan di Jade Seafood Grand Cemara Asri Medan, Rabu 31 Desember 2025.

Hadir dalam acara itu, Kasi Binmas Budha Deli Serdang .Rames Kumar, ⁠FKUB dengan Anggota Khairudin Siregar, ⁠Ketua Yayasan Hang Nai kwan Im, tokoh Budha ⁠Benni. Acai, Gunawan Chu, ⁠Asen Ketua Maja Bumi Deli Serdang.

Selain itu hadir ⁠juga H Rakhmadsyah SH Anggota DPRD Deli Serdang ⁠Mayor Fitriadi Dan Ramil 13 Percut Sei Tuan, ⁠Kompol Ras Maju Tarigan Kapolsekta Medan Tembung dan ⁠Ka KUA Percut Sei Tuan dan Ketua MUI Percut Sei Tuan Awaluddin Pulungan MA, ⁠Asyharisah Sag Kades Desa Percut , ⁠Ketua BPD Desa Percut H Jamaudin Hasbullah.

Juga hadir unsur ⁠BKM Masjid An Nur, ⁠BKM Masjid Al Huda, ⁠BKM Masjid Al Ikhlas. ⁠BKM Masjid Raya Nurul Yaqin Desa Percut, ⁠Pendeta Carles Pakpahan, Ketua Asosiasi Gereja Indonesia serta tokoh masyarakat dan lintas agama.

Sementara anggota DPRD Deli Serdang H Rakmadsyah yang juga merupakan putra daerah Percut menyayangkan terjadinya insiden ini.

Namun, politisi PKB ini menegaskan bahwa wanita muslim yang melakukan perbuatan itu benar benar mengalami penyakit jiwa dan persoalannya sudah ditangani Polsek Tembung.

Dalam deklarasi damai lintas agama yang digagas Camat Percut Sei Tuan ini insya Allah sudah mengerucut, gak ada lagi gesekan, kami pun tadi lintas agama sudah menyampaikan permohonan maaf kepada umat Budha.

Syukurlah, pak camat dan pihak keamanan tanggap dengan persoalan ini sehingga saat ini kita berhasil menjalin silaturahmi dan berkomitmen membangun keberagaman dan kerukunan umat beragama.

Jadi kedepan kita berharap bisa saling menjaga, toleransi, berbuat arif dan bijaksana dan bergotong royong dalam hal kebaikan, apalagi situasi kita dalam keadaan musibah banjir yang perlu saling tolong menolong,ujar H Rakhmadsyah yang juga memiliki kedekatan dengan sejumlah pentolan umat Budha di kecamatan ini.

Anggota DPRD yang sudah menjabat 4 periode ini juga berharap kedepan ini masyarakat khususnya di kawasan Percut Sei tuan tidak mudah terpancing isu yang pada gilirannya akan merugikan kita bersama.

Damai itu indah dan kita harus mempertahankan kondusifitas Percut Sei Tuan yang sudah susah payah kita jaga selama ini, tandas politisi NU ini. (MP)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close