Nasional

‎‎Sosok Sabar AS, Dari Wakil Bupati hingga Ketua DPC Partai Demokrat Pasaman yang Tetap Istiqamah Mengabdi

Sabar AS, mantan Bupati Pasaman yang saat ini ketua DPC Partai Demokrat.


‎Pasaman, desernews.com
‎Nama Sabar AS, S.Ag bukanlah sosok asing di panggung politik Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Perjalanan panjangnya dalam dunia pengabdian telah mengukir jejak yang tak mudah dilupakan masyarakat.

‎Kini, ia dipercaya secara aklamasi menakhodai Partai Demokrat sebagai Ketua DPC di Kabupaten Pasaman priode 2023-2028, melanjutkan dedikasinya untuk rakyat dari jalur politik.

‎Sebelum menjadi Bupati definitif, Sabar AS menjabat sebagai Wakil Bupati mendampingi Benny Utama SH, MM priode 2021-2025, Kebersamaan keduanya dalam memimpin Pasaman dikenal solid dan penuh semangat membangun.

‎Namun takdir politik membawa perubahan ketika Benny Utama terpilih menjadi anggota DPR RI dilantik 1 Oktober 2024, sehingga secara otomatis Sabar AS naik menggantikan sebagai Bupati Pasaman, meski dengan sisa masa jabatan priode 2023-2025

‎Walau singkat, masa kepemimpinannya meninggalkan kesan mendalam. Bersama Benny Utama, ia turut mencetuskan 10 Program Pokok Pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kecil.

‎Di antara program tersebut adalah layanan berobat gratis dan pendidikan gratis mulai dari jenjang SD s/d SMA, dua kebijakan yang menjadi napas harapan bagi rakyat kecil di Pasaman.
‎Jauh sebelum menduduki kursi eksekutif, Sabar AS telah tiga periode menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat sejak 2029.

‎Bersama Benny Utama, ia memilih mengundurkan diri dari kursi legislatif demi fokus membangun tanah kelahiran tercinta. Langkah itu menjadi bukti bahwa bagi Sabar, jabatan bukan sekadar posisi, melainkan amanah untuk pengabdian.

‎Kepercayaan terhadap dirinya juga datang dari DPP Partai Demokrat. Ketua Umum saat itu, Agus Harimurti Yudhoyono, memberikan mandat kepada Sabar AS untuk memimpin DPC Demokrat Pasaman.

‎Amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab, memperkuat struktur partai hingga ke akar rumput.
‎Tak hanya dikenal sebagai politisi, Sabar AS juga merupakan seorang ustadz yang kerap menyampaikan tausiyah dan menjadi khatib Salat Jumat di berbagai masjid.

‎Bahkan, ia pernah menjadi khatib di Masjid Kampung Lanai Julu yang saat itu penulis ikut bersamanya. Sosoknya dikenal santun, merakyat, dan kuat memegang nilai-nilai agama.

‎Pada Pilkada 2024, Sabar AS kembali maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Sukardi. Namun, dalam kontestasi politik tersebut, pasangan ini belum memperoleh kemenangan.

‎Pilkada dimenangkan oleh pasangan Welly Suhery dan H. Parulian Dalimunthe.
‎Meski demikian, kekalahan politik tidak mengurangi rasa hormat masyarakat terhadap Sabar AS.

‎Di tengah dinamika politik yang kian kompetitif, ia tetap berdiri dengan prinsip dan hati nurani. Sikap santun, komitmen pada nilai agama, serta konsistensinya membela kepentingan rakyat kecil menjadi identitas yang melekat kuat pada dirinya.

‎Bagi banyak kalangan, Sabar AS adalah gambaran pemimpin yang memilih berjalan dengan integritas, meski jalan itu tidak selalu mudah.

‎Dalam dunia politik yang terus berubah, ia tetap menjadi figur yang dihormati, seorang pengabdi yang meletakkan kepentingan rakyat di atas segalanya.(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close