Setelah 7 Bulan Pimpin Pasaman, Bupati Welly Suhery Laksanakan Mutasi Perdana, Melantik 22 Pejabat Eselon II dan III

Pasaman, desernews.com
Setelah 7 bulan memimpin Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Bupati Welly Suhery ST melaksanakan mutasi perdana dengan melantik dan mengambil sumpah 22 pejabat eselon II B dan eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman.
Pelantikan tersebut digelar di Aula Lantai III Kantor Bupati Pasaman di Lubuksikaping, Kamis 8 Januari 2026.
Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Bupati Pasaman H. Parulian Dalimunthe, Sekretaris Daerah Yudesri, Ketua DPRD Nelfri Asfandi, unsur Forkopimda, staf ahli, kepala OPD di lingkungan Pemkab Pasaman, para camat, Ketua TP PKK, serta undangan lainnya.

22 Pejabat eselon II B yang dilantik tersebut adalah:
1. Joko Rifanto sebagai Asisten II2 Dedi SP sebagai Sekretaris DPRD
2. Teddy Marta sebagai Kepala BPM
3. Muhammad Rony sebagai Kepala Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan
4. Amdarisman sebagai Kepala DPMPTSP
5. Arma Putra sebagai Kepala Dinas Sosial
6. Silfia Evayanti sebagai Kepala Bappeda
7. Fatrizon sebagai Kepala Dinas Kominfo
8. Hasrizal sebagai Kepala Dinas
Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup
9. Choiruddin Batu Bara sebagai Kepala
Dinas PU
10. Yusrizal sebagai Kasat Pol PP
11. Asrial Arfandi sebagai Asisten I
12. Roichad sebagai Asisten III
13. Yulian Bernard sebagai Kepala
Inspektorat
14. Deswin Adia Putra sebagai Kepala BKPSDM
15. Ariswan sebagai Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja
16. Aprialdi Said sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan
17. Muslim sebagai Kepala Dinas Pendidikan
18. Mardianto sebagai Kepala BPBD

Sedangkan untuk pejabat eselon III B yang turut dilantik yaitu: 1. Aan Afrinaldi sebagai Sekretaris DPMPTSP, 2. Dedi SP sebagai Sekkwan DPRD, 3. Ade Harlien sebagai Camat Padang Gelugur, dan 4. Toharuddin sebagai Kabid Bantuan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial.
Dalam arahan dan bimbingannya, Bupati Welly Suhery menegaskan bahwa pengambilan sumpah jabatan serta pelantikan bukan sekadar seremonial belaka, tetapi memiliki makna yang sangat penting karena mengandung nilai hukum, moral, serta tanggung jawab besar.
Bupati menekankan bahwa amanah jabatan harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada negara dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT.
“Setiap pejabat yang dilantik dituntut untuk bekerja sungguh sungguh dan jujur, serta penuh tanggung jawab, dan mampu menjalankan tugas dan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya,” tegas Bupati.

Pada saat itu Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada pejabat yang dilantik serta menekankan, segeralah menyesuaikan diri dan mampu menjaga kepercayaan yang telah diberikan dan bekerja lah sungguh sungguh demi kemajuan daerah dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, tutup Bupati. (H.E.Gultom)




