Nasional

Sabar dan Ikhlas Ciri Warga Muhammadiyah

Ist.

Jakarta, desernews.com
Sekretaris PP Muhammadiyah H. Izzul muslimin, mengatakan, sabar dan ikhlas ciri warga Muhammadiyah, terutama para pengurus. Sabar di sini bukan arti pasif, tetapi lebih kepada pengertian keseriusan dan keuletan. Dari itu menghasilkan karya karya besar. Bukan sabar dalam pengertian hanya menerima.

H. Izzul muslimin menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lantai 5, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2024).

“Sabar adalah sanggup berjuang dengan sungguh sungguh. Inilah ciri khas Muhammadiyah, sehingga Muhammadiyah menjadi besar secara kualitas dan ini perlu menjadi semangat kita. Kesabaran itu harus diikuti dengan satu upaya dengan penataan yang lebih baik dan tata kelola dengan baik,” ungkap dia.

Izzul melanjutkan, Musypimwil adalah ajang menampilkan kinerja kepemimpinan, sehingga kita bisa melakukan lompatan lompatan di masa yang akan datang. Semoga dengan Musypimwil ada hal-hal baik, hal-hal baru, ijtihad baru dalam pengertian keorganisasian yang kemudian itu akan membawa kemajuan bagi Muhammadiyah.

Musypimwil dihadiri Plt Kepala Biro Dikmental Jakarta, Sugih Ilman, dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jakarta Dr. Akhmad H. Abu Bakar. Hadir juya Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se DKI Jakarta dan Pimpinan Majelis PWM DKI Jakarta, serta utusan Ortom se-DKI Jakarta,

Ketua Panitia Prof. Bunyamin, menjelaskan, jumlah peserta musypimwil sebanyak 94 orang. Peserta terdiri dari Pimpinan Majelis Majelis di PWM Jakarta, Pimpinan Daerah Muhammadiyah se DKI Jakarta dan Pimpinan Ortom se DKI Jakarta.

“Agenda ini membahas empat pokok bahasan, yaitu laporan kegiatan PWM, konsolidasi Organisasi internal UPP dan politik, laporan perkembangan PDM Se DKI Jakarta dan Ortom tingkat Wilayah dan Keputusan Musypimwil,” ujarnya.

Ketua PWM DKI Jakarta Akhmad Abu Bakar mengatakan, Musypimwil diadakan berkaitan dengan evaluasi kinerja dan majelis-majelisnya, sehingga diharapkan ada perubahan yang lebih baik. Beberapa kritik dan saran dari PDM dan Ortom ditanggapi dengan bijaksana dan dapat diterima oleh peserta.

Selanjutnya, ia mengingatkan pengurus agar tetap menjadikan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai ladang amal dan diupayakan dengan sifat ikhlas dan lillahi ta’ala.

“Siapa yang menolong agama Allah, Allah akan menolongnya, memperteguh kedudukannya. Hal ini saya maknai sebagai sikap yang tegak dan tetap berjalan sebagaimana harapan Persyarikatan dimulai dari ranting, cabang, daerah sampai tingkat nasional. Apabila dengan Lillahi Ta’ala di Muhammadiyah, kita akan lebih sukses,” ujar Akhmad Abu Bakar yang juga Ketua Bazis Baznas DKI Jakarta. (Sayed M. Husen/TJ/DN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close