Pengisian Jeregen Marak di SPBU Sibuhuan, Masyarakat Berharap APH Bertindak
Padang Lawas, desernews.com
Bebasnya pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite menggunakan jeregen, ataupun mobil lansir, di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sibuhuan, Jalan KH Dewantara tanpa ada yang memberhentikan aktivitas pelanggar hukum itu.
Kejadian tersebut pantauan Desernews.com, Minggu 08/10/2023 sekira pukul 19.30.Wib. dihadapan masyarakat yang sedang antri terlihat langsung aktivitas SPBU 14.227.309 Sibuhuan melakukan pengisian jerigen tanpa canggung canggung, nampaknya ini sudah berlangganan kepada oknum pemilik jerigen ataupun kepada mobil yang melakukan pelangsiran untuk menjual secara pengeceran
Salah satu masyarakat H.Hasibuan warga Sibuhuan yang ikut di barisan antrian mengatakan, kalau begini caranya, mungkin sudah ada kejasama orang gallon ini (SPBU) ini dengan polisi, makanya mereka bebas mengisi jeregen, katanya.
” kita masyarakat sangat kecewa atas tingkah laku oknum pekerja (pegawai) SPBU yang sangat mengundang ke jengkelan masyarakat, apalagi disaat seperti sekarang ini minyak sepertinya ada kelangkaan,” kata H Hasibuan.
Ironisnya memang, pihak SPBU seakan tak memperdulikan masyatakat yang tengah mengantri berjamjam, seakan tidak ada pelanggaran yang mereka lakukan.
Padahal jika menilik dari undang undang pertamina tentang pengisian bahan bakar bersubsidi dengan memakai jeregen sangat sangat patal, dan mendapatkan sanksi kepada pelaku dan pihak SPBU tersebut.
Larangan pengisian BBM menggunakan jeriken telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191/2014 agar SPBU dilarang untuk menjual premium dan solar kepada warga menggunakan jeriken dan drum untuk dijual kembali ke konsumen.
Masyarakat sangat berharap adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum untuk menindak setiap SPBU yang berlaku curang dalam menjalankan bisnisnya, dan berharap pertamina memberikan sanksi kepada SPBU tersebut diatas.
Sementara pengawas dan meneger SPBU 14.227.309 saat pengisian jeregen ditengah antrian rada dua dan roda empat terjadi tak ada nampak dan telah di hubungi di nomir 08139771xxxx serta nomor.08233713xxxx tak dapat di hubungi, serta pesan singkat tak ada yang menjawab.
Penulis : A Salam Srg.




