Nanik S Deyang, Mantan Wartawan yang Ditunjuk Jadi Komisaris Pertamina
Nanik S Deyang, Mantan Wartawan yang Ditunjuk Jadi Komisaris Pertamina
Jakarta, desernews.com
Nama Nanik S. Deyang, seorang jurnalis senior yang malang melintang di dunia media, kini resmi tercatat dalam jajaran Komisaris Independen PT Pertamina (Persero). Pengangkatan Nanik Deyang dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2024 yang digelar pada Kamis, 12 Juni 2025.
Lahir di Madiun, Jawa Timur pada 3 Januari 1968, Nanik S. Deyang memulai karir jurnalistiknya di Tabloid Bangkit, bagian dari kelompok media Kompas Gramedia. Pengalamannya yang luas di dunia pers membekalinya dengan kepekaan terhadap isu-isu publik dan kemampuan analisis yang tajam.
Sebelum didapuk menjadi Komisaris Pertamina, Nanik S. Deyang juga memiliki rekam jejak di berbagai bidang. Ia tercatat sebagai Wakil I Badan Pengentasan Kemiskinan periode 2024-2029 dan Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), sebuah yayasan yang didirikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Nanik Sudaryati yang akrab dipanggil Naniek Deyang, dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk membantunya melakukan pekerjaan berat yakni mengatasi kemiskinan di Indonesia. Bersama Budiman Sujatmiko sebagai kepala, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 145/P Tahun 2024 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Nanik dipercaya menjadi wakil ketua I dan Iwan Sumule sebagai Wakil II.
Tugas Utama Naniek Deyang yang dikenal sebagai jurnalis senior, diharapkan mampu mengurangi bahkan meng-Nolkan kemiskinan di negeri ini.
Apa itu bisa? Tatang Suherman, salah seorang teman Naniek Deyang ketika masih menjadi wartawan meyakini bahwa Deyang akan mampu mengemban tugas berat itu. “Saya kenal beliau, orangnya sangat ulet, konsisten dan memiliki komitmen tinggi terhadap kewajiban atau tugas yang diembannya,” katanya.
Ketika masih jadi wartawan, Naniek Deyang yang mewakili harian Surya di Persda (Gabungan Koran koran daerah di bawah kelompok Kompas Gramedia) di Jakarta, Dia bertugas di bidang ekonomi. Berita berita yang dia bikin selalu menempati berita Utama di koran koran daerah termasuk yang diwakilinya yakni Harian Surya. “Dia pewarta ekonomi yang handal, berita beritanya selalu update sehingga tidak kalah oleh media media lain,” kata Tatang, yang mengaku sewaktu sama sama satu kantor di Jalan Palmerah Barat, ditugaskan menjadi wartawan olahraga.
Wanita kelahiran Madiun, Jawa Timur pada 3 Januari 1968, ini menurut Tatang, adalah wartawan yang menonjol diantara teman-temanya. “Ketika kami masih ke lapangan menggunakan sepeda motor inventaris kantor, Mbak Deyang sudah naik mobil Suzuki Jimny warna putih. Dia ke lapangan sudah wara wiri dengan menggunakan mobil,” ujarnya.
Sejak mundur dari Kompas Gramedia dan membikin media sendiri bersama jurnalis senior dari Kompas (waktu itu) Valens Doy, Nama Deyang makin berkibar. Sejumlah jabatan dipegangnya seperti menjadi Pemimpin Umum di percetakan majalah khusus “Femme”, Direktur Utama di tabloid wanita “Info Kecantikan”, dan Komisaris di tabloid “Info Kuliner”, tabloid ekonomi bisnis “Peluang Usaha”, serta tabloid umum “The Politic”.
Sebagai jurnalis, ia pun memiliki reputasi yang kritis terhadap berbagai isu sosial, politik, dan ekonomi. Naniek Deyang rajin menulis yang berisi tulisan yang mengkritisi berbagai soal pemerintahan, social dan politik.
Tiba tiba beberapa tahun ke belakang namanya tidak lagi menghiasi boks redaksi media. Ketika ditanya, Naniek Deyang menjawab dia tidak aktif lagi di media maupun dunia politik.
Belakangan diketahui, Deyang memilih jalur social dengan menjadi Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), yayasan yang didirikan oleh Prabowo. Yayasan tersebut bergerak dalam bidang kepedulian terhadap anak-anak, perempuan, hingga masyarakat miskin.
Penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Komisaris Independen Pertamina ini diharapkan dapat membawa perspektif baru dan kontribusi berharga dalam pengawasan serta pengembangan strategi perusahaan energi plat merah tersebut, khususnya dalam aspek tata kelola dan keberlanjutan.
