Mantan Kapolsek Duo Koto, IPTU Antoni Hasibuan Dipromosikan ke Polres Pasaman, Sosok Humanis yang Masih Dikenang Masyarakat

Pasaman, desernews.com
Masyarakat Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, hingga saat ini masih mengenang sosok IPTU Antoni Hasibuan SH, MM, CHRS yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Duo Koto.
Perwira Polri tersebut kini mendapat promosi jabatan ke Mapolres Pasaman sebagai Kasubbag Pembinaan Operasional Bagian Operasional Polres Pasaman, sebuah amanah baru yang dinilai layak diberikan atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di tengah masyarakat.
Selama memimpin Polsek Duo Koto, Antoni dikenal sebagai sosok polisi yang humanis, dekat dengan masyarakat, serta memiliki hubungan yang harmonis dengan seluruh personel yang dipimpinnya.
Sikap rendah hati dan kepeduliannya terhadap warga membuat dirinya begitu dicintai masyarakat. Tidak sedikit warga yang mengaku kehilangan sosok pemimpin seperti Antoni Hasibuan.
Pasalnya, selama bertugas di wilayah hukum Polsek Duo Koto, ia dikenal sangat peduli terhadap kaum duafa dan masyarakat kurang mampu. Setiap menjelang bulan suci Ramadan, Antoni rutin membagikan sembako kepada warga miskin yang tinggal di sekitar Mapolsek Duo Koto.
Kegiatan sosial tersebut dilakukan secara tulus tanpa membedakan latar belakang masyarakat. “Beliau sosok polisi yang benar-benar peduli kepada rakyat kecil. Sampai sekarang masyarakat masih mengenang kebaikannya,” ujar Edi salah seorang tokoh masyarakat Duo Koto.
Dalam menjalankan tugas kepolisian, Antoni juga lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Ia aktif memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat agar warga tidak terjerumus melakukan pelanggaran hukum maupun tindak kriminal.
Pendekatan humanis yang diterapkannya terbukti membuahkan hasil positif. Selama beberapa tahun menjabat Kapolsek Duo Koto, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut relatif aman dan kondusif.

Tidak hanya fokus pada keamanan, Antoni juga memiliki perhatian besar terhadap pembangunan sarana dan prasarana di lingkungan Polsek Duo Koto. Salah satu terobosannya adalah mengupayakan pemasangan pesawat WiFi di Mapolsek Duo Koto untuk memperlancar arus komunikasi antara masyarakat dengan pihak kepolisian.
Langkah tersebut dilakukan karena ia merasa prihatin melihat warga yang kesulitan menghubungi keluarga ketika memiliki urusan di Polsek akibat keterbatasan jaringan komunikasi.
Selain itu, Antoni juga menggagas pembangunan musholla di lingkungan Polsek Duo Koto agar masyarakat maupun personel kepolisian lebih mudah melaksanakan ibadah tanpa harus pergi jauh ke masjid.
Kepedulian Antoni terhadap masyarakat juga terlihat ketika jembatan penghubung di jalan vital yang menghubungkan Kantor Wali Nagari Cubadak Barat di Kampung Koto Baru menuju Kampung Batang Kundur dan Sinuangon mengalami kerusakantotal hingga putus.
Saat itu, Antoni langsung tampil dan turun tangan bersama personel Polsek Duo Koto menemui tokoh pemuda, ninik mamak, dan tokoh adat untuk mengajak masyarakat bergotong royong membangun jembatan darurat tersebut.
Berkat prakarsa Antoni, akses transportasi masyarakat kembali bisa dilalui. Bahkan, anak-anak sekolah yang sebelumnya sempat tidak bisa pergi belajar akhirnya dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
“Kalau bukan karena inisiatif beliau bersama anggota dan masyarakat, mungkin akses antar kampung akan lumpuh lebih lama,” ungkap warga setempat.
Sosok kepemimpinan seperti IPTU Antoni Hasibuan dinilai sebagai figur polisi yang benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya menjalankan tugas formal semata, tetapi juga menjadi pengayom dan solusi atas berbagai persoalan warga.

Hingga kini, masyarakat Duo Koto masih berharap karier Antoni Hasibuan terus meningkat di institusi Polri. Warga bahkan berharap Kapolda Sumatera Barat dapat memberikan kepercayaan lebih besar kepadanya untuk memimpin salah satu Polsek di wilayah hukum Polres Pasaman.
“Pimpinan seperti beliau inilah yang dirindukan masyarakat. Kami berharap karier beliau semakin sukses dan kembali dipercaya memimpin wilayah,” harap sejumlah warga Dua Koto.(H.Eddi Gultom)




