Nusantara

Keindahan dan Kebersihan SMKN 1 Talamau Makin Mencolok di Era Kepemimpinan Susi Erawati, Namun Minat Siswa Jadi Sorotan

Gedung SMKN 1 Talamau yang telah berubah wajah menjadi indah dan bersih.


‎Pasaman Barat, desernews.com
‎Wajah baru SMKN 1 Talamau kini mulai menjadi perhatian masyarakat. Dibawah kepemimpinan kepala sekolah baru, Susi Erawati, SPd, MSi, sekolah kejuruan yang sudah lama beroperasi tersebut mengalami perubahan cukup signifikan, terutama dari sisi kebersihan, keindahan, dan penataan lingkungan sekolah.

‎Beberapa bulan sejak dipimpin oleh Susi Erawati, kondisi sekolah yang sebelumnya dinilai biasa-biasa saja, tampak kusam dan kurang tertata, kini berubah menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman dipandang.

‎Halaman sekolah terlihat tertata apik, lingkungan tampak asri, serta sejumlah sudut sekolah mulai dipercantik demi menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi siswa.

‎Perubahan itu mendapat apresiasi dari sebagian masyarakat dan tenaga pendidik yang menilai adanya semangat baru dalam pembenahan lingkungan sekolah.

‎Banyak pihak mengakui bahwa pembinaan fisik sekolah memang terlihat nyata dan membawa dampak positif terhadap citra sekolah.

‎Namun di balik keberhasilan pembenahan tersebut, muncul sejumlah pertanyaan dari masyarakat terkait perkembangan jumlah siswa di sekolah itu.

‎Pasalnya, meskipun kondisi sekolah semakin indah dan tertata, minat calon siswa untuk mendaftarkan diri ke SMKN 1 Talamau justru disebut mengalami penurunan.

‎Saat wartawan mencoba mengonfirmasi langsung kepada kepala sekolah mengenai prestasi dan perkembangan sekolah, Susi Erawati dikabarkan terkesan enggan untuk bertemu dengan awak media.

Kantor ruang guru SMKN 1 Talamau yang berada di Nagari Talu.

Sikap tersebut pun menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat yang berharap adanya keterbukaan informasi terkait kemajuan sekolah.

‎Selain itu, berdasarkan informasi dari sumber yang layak dipercaya, jumlah siswa di SMKN 1 Talamau saat ini disebut hanya sekitar 257 orang. Jumlah itu dinilai jauh berbeda dibandingkan dengan SMAN 1 Talamau yang memiliki lebih dari 500 siswa.

‎Ketika hal tersebut dipertanyakan kepada sejumlah tenaga pendidik, mereka menyebutkan bahwa mayoritas siswa sebelumnya berasal dari daerah Simpang Empat. Namun, kondisi jalan yang rusak dan rawan longsor diduga menjadi salah satu faktor berkurangnya minat calon siswa untuk bersekolah di SMKN tersebut.

‎Meski demikian, masyarakat menilai faktor manajemen dan kualitas pendidikan juga tidak bisa diabaikan. Sebagai sekolah kejuruan yang identik dengan kesiapan kerja setelah tamat, SMKN 1 Talamau diharapkan mampu menawarkan program unggulan yang benar-benar menarik minat masyarakat.

‎“SMKN 1 Talamau ini sekolah lama dan punya sejarah panjang. Tapi kalau pengelolaannya kurang maksimal, tentu masyarakat akan berpikir ulang untuk menyekolahkan anaknya di sana,” ungkap salah seorang warga sekitar.

‎Masyarakat berharap ke depan pihak sekolah tidak hanya fokus pada pembenahan fisik semata, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan, prestasi siswa, hubungan dengan masyarakat, hingga strategi promosi sekolah agar minat calon peserta didik kembali meningkat.

‎Dengan berbagai perubahan yang sudah dilakukan, publik kini menantikan langkah konkret dari pihak sekolah untuk menjawab tantangan tersebut dan mengembalikan kejayaan SMKN 1 Talamau sebagai salah satu sekolah kejuruan unggulan di wilayah Talamau.(H.Eddi Gultom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close