Masyarakat Lega, BBM Partalite di SPBU Silang Empat Kecamatan Dua Koto Pasaman yang Dinantikan Sudah Masuk

Pasaman, desernews.com
Berkat kebijakan pihak pengusaha SPBU Silang Empat, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat untuk mengusahakan masuknya BBM Partalite yang hampir setengah bulan kosong akibat bencana alam longsor, akhirnya Selasa 09 Desember 2025 telah masuk.
Hal itu disebabkan bencana alam yang terjadi diberbagai daerah di Sumatera Barat, sejak 27 Nopember 2025 pasokkan BBM ke SPBU tersebut terkendala membuat masyarakat resah kesulitan mendapatkan BBM. Akibat langkanya BBM, harga BBM di tingkat pengecer di daerah Kecamatan Dua Koto mencapai Rp.20.000 hingga Rp.25.000/liter.
Setelah mengetahui BBM masuk, masyarakat setempat bergegas, lalu antri menunggu di pagar SPBU Silang Empat, karena mereka takut tidak mendapatkan bagian BBM.
Namun pihak pengawas SPBU Lahuddin Hasibuan yang saat itu berada ditempat, sebelum pagar dibuka telah mengumumkan dan mengatakan, “Kamu jangan takut tidak mendapatkan BBM semua akan dilayani secara rata dengan ketentuan untuk roda dua Rp.30 ribu dan roda empat Rp.300 ribu,” kata Lahuddin.
Begitu pagar SPBU di buka warga terus masuk ke lokasi dengan tertib untuk mengisi BBM secara bergantian. Pantauan wartawan dilokasi SPBU terlihat BBM yang masuk membawa pertalite menggunakan 2 unit truk tangki berkapasitas 8000 liter per truk. Berarti BBM yang masuk sebanyak 16000 liter.
Sebelum terjadi bencana alam longsor di kawasan jalan lintas provinsi yaitu di Rimbo Kejahatan truk tangki yang membawa BBM datangnya dari arah Pasaman Barat dengan menggunakan truk tangki yang berkapasitas muatan lebih besar.

Namun karena sarana jalan di daerah Kecamatan Talamau Pasaman Barat terputus akibat longsor dan tidak bisa dilalui, terpaksa mobil tangki melalui jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Lubuk Sikaping Panti dengan menggunakan truk tangki berkapasitas kecil hanya bermuatan 8000 liter.
Karena dari simpang Panti ke Kecamatan Dua Koto jalannya sangat terjal dan mendaki tajam. Bila truk tangki yang kapasitas besar, dikhawatirkan akan kesulitan saat melintasi kelokan tajam di perbatasan Panti dan Kecamatan Dua Koto. (H.Eddi Gultom)




