Daerah

Ketua MUI Kecamatan Galang Jadi Khatib Sholat Idul Adha di Masjid Raya Syuhada

Al Ustadz H Ramlan S.Pd.I

Galang, desernews.com
Ketua Majelis Ulama Indonesia(MUI) Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Al Ustadz H Ramlan S.Pd.I menjadi khatib sholat Idul Adha di masjid raya Syuhada Galang, Ahad (10/07/2022).

Dalam hkutbahnya Al Ustadz H Ramlan S.Pd.I mengatakan, hari raya Idul Adha di identikkan dengan penyembelihan hewan kurban bagi umat Islam yang mampu menunaikannya. Itulah mengapa Idul Adha juga disebut dengan hari raya Kurban.

Bukan hanya itu saja, kata Al Ustadz H Ramlan S.Pd.I, istilah Idul Adha juga kerap kali disebut dengan Lebaran Haji. Penyebutan Lebaran Haji untuk hari raya Idul Adha tak lepas dari pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci pada bulan Zulhijah.

Lebih lanjut Al Ustadz menyebutkan, tonggak pertama akan syariat haji dan syariat qurban telah dipancangkan oleh sang kholilullah, yakni nabi Ibrahim AS, Abu al Millah, Qul Shodaqolloh pat-tabiu millatah ibrahima hanifah (Al Imron : 59) yang artinya : sesungguhnya apa yang dipancangkan oleh nabi Ibrahim itu adalah sebuah momentum sejarah yang menentukan perjalanan hidup manusia sampai sekarang ini hingga hari kiamat.

Namun orang yang ingin melaksanakan ibadah haji ucap Al Ustadz H Ramlan, di syaratkan memiliki istitho’ah (kemampuan). Salah  satu diantara istitho’ah itu selain fisik atau kesehatan adalah  mal atau harta.

Puluhan harta untuk ritual haji. Ritual haji wukuf artinya berhenti atau berdiam di padang Arafah dengan pakaian ihram serba putih, sesuatu gambaran kehidupan, menghilangkan atribut kesombongan.

Al Ustadz H Ramlan usai shola Idul Adha foto bersama Camat Galang, Muhammad Faisal Nasution, Kepala KUA Mualim Ichsanul Arifin Lubis, Ketua Pemuka Agama Mitra Kantibmas (PAMK) Kecamatan Galang, H Rusmawardi dan para jamaah.

“Tidak ada presiden, tidak ada raja, tidak ada rakyat jelata. Semuanya sama di mata Allah, sifat takwa yang dinilai oleh Allah, Inna akromakum indallahi atkokum”, ujarnya.

Ketua MUI Kecamatan Galang itu menyebutkan, bagi jamaah dianjurkan berkurban harta bagi yang mampu untuk berhaji.

Sekarang ini berangkat haji masa tunggu bisa 20 tahunan. Karena itu jangan berpikir masih lama, lama kali, ketika sudah mendaftar haji, berarti sudah niat berhaji, sambungnya.

Pada akhir khutbahnya Al Ustadz H Ramlan mengajak dirinya dan Jemaah serta umat islam seluruhnya guna menjadikan Idul Adha sebagai momentun melakukan perubahan atas sikap dan sifat beragama dengan mengikuti ajaran Allah dan mengikuti sunnah rasul.

“Bila kita belum mampu menyembelih hewan kurban, maka sembelihlah sifat hewan di dalam diri kita, jika belum mampu berhaji melempar jumrah, maka lemparan sifat kebencian dan egoisme dari dalam diri kita, jika belum mampu tawaf di Ka’bah, maka kelilinglah ke tempat sanak saudara, tetangga, sahabat untuk menjalin ukhuwah Islamiyah. Ibrahim tidak disuruh Allah membunuh Ismail, Ibrahim hanya disuruh Allah untuk membunuh rasa kepemilikan terhadap Ismail, yang mana hakikatnya semua adalah milik Allah’, kata Ustadz H Ramlan.

Tampak hadir sholat Idu Adha di masjid raya Syuhada Galang yakni Camat Galang, Muhammad Faisal Nasution SSTP MAP, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kementerian Agama Republik Indonesia Kecamatan Galang, Mualim Ichsanul Arifin Lubis S.Ag, Keua PAMK (Pemuka Agama Mitra Kantibmas) Kecamatan Galang, H Rusmawardi S.Pdi, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, Jufri Salim Siregar dan para jamaah lainnya. (01/DN).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close