Ketua KSSM dan GPPM Kunjungi Keluarga korban meninggal kecelakaan kerja di PTPN III Kebun Huta Padang

Asahan, DeserNews.com
Rombongan dewan pimpinan daerah (DPD) kepedulian Sosial Masyarakat Nusantara (KSMN) yang langsung dipimpin oleh ketua DPD KSMN Kabupaten Asahan Ali muda lubis, di dampingi ketua dewan pengurus kecamatan KSMN Bandar Pasir Mandoge Edi Chandra Manurung dan ketua GPPM (Gerakan Pemuda Peduli Mandoge) Hengky Jonindo manurung rabu,20 juli 2021 mengunjungi kediaman keluarga korban Karyawan PKWT (Perjanjian Kerja Waktu tertentu)di dusun II Desa Huta Padang Kec Bandar Pasir Mandoge-Asahan yang meninggal akibat kecelakaan kerja yang terjadi di PTPN III kebun Huta Padang distrik Asahan.
Sambutan hangat dirasakan Tim KSSM dan GPPM pada saat kunjungan tersebut, pihak keluarga mengucapkan terima kasih atas kepedulian, dukungan dan semangat yang di berikan kepada kami keluarga korban dan kami berharap agar kejadian yang menimpa keluarga kami tidak terjadi lagi kepada siapapun. Salah seorang keluarga korban Hotma br sitorus selaku Bibi/Tante Korban mengatakan bahwasannya Almarhum adalah Sosok yang baik dan bertanggung jawab, yang belakangan di ketahui bahwa selama bekerja di kebun huta padang Tua (Panggilan untuk Almarhum) tinggal dengan nya kurang lebih 9 bulan.
Sambil mengenang/menceritakan kembali Pagi itu Tua berangkat dari rumah di pondok afdeling V kebun Huta padang sekitar pukul 07.30 Wib dengan mengenakan celana pendek, kaos oblong ,sepatu toyo (sepatu seukuran mata kaki yang tapak nya seperti berduri) serta helm jatah dari kebun.
Kemudian berselang sekitar 1 jam hotma menerima telfon dari kenek nya (yang membantu di lapangan) kalau si tua kesetrum arus dan telah di bawa ke POLIBUN (Poliklinik Kebun), begitu mendengar kabar ini kami langsung bergegas menuju ke Polibun dan sesampai nya di sana kami mendapati bahwasanya tua telah di bungkus kain dan meninggal dunia. Kami tidak menyangka tua meninggalkan kami dengan cara seperti ini, kenang hotma
Dalam kesempatan ini ketua GPPM Mandoge, Hengki Jonindo Manurung berharap agar segala Hak korban dapat diselesaikan pihak kebun Huta padang dengan segera dan sesuai dengan peraturan yang ada. Saya juga berharap pihak Kepolisian agar mengusut tuntas , karena kuat dugaan ada prosedur kerja yang di abaikan pihak perusahaan atas kejadian ini.
Ketua KSMN Asahan juga menambah kan dalam hal ini mendorong semua pihak agar menempatkan permasalahan ini sesuai dengan keadaan sebenar nya, jangan ada yang di sembunyikan atau pun ditutup-tutupi apalagi ini sampai mengakibat kan korban jiwa ucap Ali.
Selanjutnya desernews.com saat meminta keterangan dan konfirmasi lanjutan baik kepada APK maupun Askep (Aisten Kepala) R.Hutabarat via pesan singkat WhatsApp (WA)
– untuk APD Keseluruhan karyawan tetap, maupun kontrak khusus nya Pemanen apakah telah di lengkapi dan di bagikan
-Penjelasan Mengenai istilah Tunas Wajib pengganti Apel Pagi yang ada di kebun huta padang serta upah dari kegiatan tunas wajib tersebut
– Bentuk Pengawasan Karpim (Karyawan Pimpinan) / Mandor terhadap karyawan yang melakukan aktivitas di jalur khusus di bawah jaringan listrik,
Serta Bentuk Tanggung Jawab pihak Kebun Huta Padang terhadap karyawan PKWT tersebut.
Sampai berita ini di terbitkan pihak perkebunan Huta Padang tidak memberikan balasan dan penjelasan walau dalam notifikasi (Pemberitahuan Pesan) terlihat tanda dua centrang biru yang menanda kan bahwasan nya pesan tersebut telah di baca. (Hite)




